BANJARMASIN- Gubernur Kalsel, H Muhidin dan istrinya Ketua TP-PKK Hj Fathul Jannah dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman bersama istri, Wakil Ketua TP-PKK drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, dan Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin dan istri Masrupah melangsungkan salat Idul Fitri 1466 Hijriah bersama ribuan masyarakat muslim, Senin (31/03/2025) di area Parkir Barat Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Dalam sambutannya Gubernur H Muhidin mengatakan, bahwa hari raya Idul Fitri ini merupakan momentum yang penuh rasa syukur bagi kaum muslim di segala penjuru dunia, termasuk di Provinsi Kalsel ini, setelah menuntaskan masa puasa selama satu bulan.
Puasa ujar H Muhidin, mengajarkan semua, untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan memperbaiki akhlak sebagai muslim.
Bulan puasa juga hendaknya menjadi momentum menjadikan diri lebih sabar, lebih peduli pada orang lain, dan mampu menahan diri dari segala perbuatan dan ucapan tercela.
“Mudahan kita mendapat hidayah dari Allah SWT,” ucap Gubernur H Muhidin.
Terakhir, atas nama pemerintah provinsi, pribadi dan keluarga, Gubernur H Muhidin mengucapkan selamat hari raya idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
"Saya atas nama gubernur, wakil gubernur dan sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan, mengucapkan selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ucap H Muhidin.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalsel sekaligus Kepala Badan Pengelolaan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, H Muhammad Tambrin melaporkan, unit pengumpul zakat (UPZ) Banlo Masjid Raya Sabilal Muhtadin selama ramadhan mengumpulkan dana sumbangan, zakat uang dan fitrah berupa beras sekitar 1.800 kantong.
Penyerahan zakat infaq dan shadaqah dilakukan Wakil Gubernur Hasnuryadi, Minggu malam (30/03/2025) di area Masjid Raya Sabilal Muhtadin kepada masyarakat penerima (mustahik) sekitar 2.000 orang.
Khotbah salat Idul Fitri tahun ini disampaikan KH Ilham Humaidi sekaligus sebagai imam.
Disampaikan, didatangkan bulan Ramadan oleh Allah SWT ujarnya, supaya umat Islam bisa lebih sabar, pemurah, meningkatkan rasa solidaritas, dan banyak pelajaran lainnya terhadap manusia. Jika kehadiran Ramadan tidak berdampak pada diri pribadi, maka perlu introspeksi diri, apa yang telah dilakukan.
Seiring berakhir bulan ramadhan juga sebagai perenungan untuk semua, apakah ibadah selama ini diterima, apakah akan bertemu bulan ramadhan berikutnya di tahun depan, dan apakah pantas di hari raya ini, merayakan kemenangan sebenarnya, bulan sekedar pakaian baru dan aneka makanan lezat.
Kemudian, Ilham Humaidi mengajak untuk melakukan ibadah puasa 6 hari di bulan syawal, sebagai perpisahan dengan Ramadan. Puasa syawal memiliki keutamaan dan nilai pahala yang besar.
Usai melakukan salat Idul Fitri berjamaah, Gubernur H Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dan Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin beserta keluarga, menjamu masyarakat di Mahligai Pancasila dengan berbagai hidangan masakan. (sal/iwn/jp).