![]() |
Rusmianur Legislator Partai Hanura DPRD Kabupaten Kapuas. |
Ia mengkhawatirkan para supir angkutan barang yang terpapar Covid-19 kemudian memasuki wilayah Kapuas sehingga menyebarkan Covid-19 di daerah setempat, bahkan petugas jembatan timbang bisa tertular.
"Apabila ada salah seorang sopir tanpa diketahui padahal sudah terpapar virus covid-19, maka akan menularkan ke petugas dan masyarakat sekitar jembatan timbang," jelas Rusmianur di Kapuas, Minggu 3 Mei 2020 melalui telepon sululernya.
Menurut Rusmianur, Jembatan timbang keberadaannya hanya sebagai sarana pemantau dan penjaga aset saja. Armada angkutan barang tidak lagi harus masuk gerbang jembatan timbang.
"Silakan lewat jalan luar, apabila mobil angkutan barang masuk jembatan timbang maka seolah-olah area jembatan timbang menjadi tempat peristirahatan, untuk itu diharapkan gerbang masuk armada agar di portal," tegas Rusmianur.
Rusmianur yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas, mengetahui jika kegiatan angkutan barang yang melintasi di jalan tersebut dari Banjarmasin ke Kapuas pada malam hari dan hanya sebagai tempat istirahat supir armada.
"Yang masuk pada jembatan timbang adalah angkutan bukan material milik pengusaha, bukan untuk kepentingan masyarakat Kapuas, sebaiknya jembatan timbang tersebut di portal saja," pungkas Rusmianur. (ros/her/jp)