BREAKING NEWS

Sabtu, 02 Mei 2020

Polres Seruyan Tangakap Terduga Teror Bom di Masjid Nurul Yaqin

SERUYAN- Unit Crisis Respon Time Polres Seruyan telah berhasil menangkap pelaku teror Bom masjid di Kuala Pambuang Kecamatan Pambuang Hilir, Kabupaten Seruyan, pada Sabtu 2 Mei 2020 sekira pukul 04.20 WIB.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Drs Ilham Salahudin, melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa terduga pelaku inisial HG 22 tahun, warga Kampung Kumai, Kuala Pembuang.

"Untuk saat ini, diduga pelaku teror Bom masjid di Kuala Pambuang telah diamankan serta telah ditangani oleh tim gabungan Polres Seruyan untuk dilakukan pemeriksaan lebih intensif," kata Kabid Humas, Sabtu pagi.

Diterangkan oleh Kabid Humas, peristiwa temuan diduga sejenis bom yang diletakkan oleh orang tak dikenal di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang terekam oleh kamera CCTV diduga pelaku menumpang sepeda motor jenis tosa warna kuning.

Ia juga menejelaskan, berdasarkan Informasi yang minim tersebut,  Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro memerintahkan pengembangan penyelidikan. Kemudian, diketahui Tosa warna kuning tersebut adalah milik Akbar.


Pada saat kejadian, motor tosa warna kuning itu digunakan oleh inisial TH 20 tahun, seorang pria yang berprofesi sebagai pengantar air mineral beralamat di Jalan  Kapten Mulyono. Kuala Pembuang I Kabupaten Seruyan.

Berdasarkan keterangan TH di Kantor Polisi, kata Hendra, setelah ia selesai mengantar air isi ulang ke Salon Jimmy, kemudian dia ketemu dengan teman SMA nya inisial HG.

Selanjutnya HG, menumpang kendaraan tosa yang dikemudikan TH sambil mengatakan 'ini Bom Wal" namun TH tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh HG

Setibanya di pertigaan apotik Azmi, HG alias turun dari kendaraan Tossa dan melanjutkan berjalan kaki ke Masjid Nurul Yaqin sambil membawa diduga bom yang ia sembunyikan dalam baju yang dipakainya di bagian depan.

"Menurut keterangan TH, bahwa HG terduga pelaku memang memiliki keahlian di bidang perakitan alat elektronik dan kelistrikan yang ia  peroleh secara otodidak sejak sekolah. Kami akan terus mengembangkan kasus ini dan mengungkap motif dari terduga pelaku," tutup Hendra Rochmawan. (emca/jp)

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes