BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Minggu, 23 Agustus 2026

Bupati HSS Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Wakil Bupati

KANDANGAN- Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syafrudin Noor, bersama Ketua TP PKK Kabupaten HSS, Hj Mustaidah Syafrudin Noor, menghadiri resepsi pernikahan putri Wakil Bupati HSS, H Suriani, dan Ketua GOW Kabupaten HSS, Hj Misnawati Suriani, di Gedung Bela Diri Disporapar, Kompleks Stadion 2 Desember, Kabupaten HSS, Minggu (23/8/2026).

Putri Wakil Bupati HSS tersebut, drg. Hj Dini Maulidia Yulia Atma Negara, menikah dengan Muhammad Fajar Ramadhan, putra H Sirajudin dan Hj Hasmiati. 

Kehadiran Bupati HSS dan Ketua TP PKK HSS menjadi bentuk ungkapan turut berbahagia sekaligus memberikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai serta keluarga besar kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati HSS, H Syafrudin Noor, menyampaikan selamat kepada kedua mempelai. Ia mendoakan agar drg. Hj Dini Maulidia Yulia Atma Negara dan Muhammad Fajar Ramadhan senantiasa dikaruniai kebahagiaan, keberkahan, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Resepsi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebahagiaan. Acara turut dihadiri keluarga, kerabat, jajaran Pemerintah Kabupaten HSS, serta para undangan yang hadir untuk memberikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai. (ari/jp).

BPBD Murung Raya Terima Bantuan CSR Perbankan untuk Penanganan Dampak Karhutla

PURUK CAHU- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya menerima bantuan sarana pendukung dan logistik dari PT Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Puruk Cahu melalui program BNI Berbagi, Minggu (23/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) BNI untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Murung Raya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Murung Raya, Fitrianul Pahriman, mengapresiasi dukungan BNI yang dinilai membantu memenuhi kebutuhan petugas dan relawan di lapangan.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BNI yang sudah memberikan bantuan CSR dalam rangka penanganan dampak karhutla ini. Kami berharap ke depan BNI semakin eksis dan terus berperan dalam kegiatan sosial masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan sosial,” kata Fitrianul saat menerima bantuan di Posko BPBD Murung Raya.

Bantuan yang diserahkan meliputi 21 pasang sepatu bot, 20 topi rimba, tujuh senter kepala, dan 25 kotak masker pelindung. Selain itu, BNI menyerahkan lima kotak vitamin dan 40 dus minuman untuk mendukung kebutuhan petugas dan relawan selama penanganan karhutla.

Sementara itu, Perwakilan BNI Cabang Puruk Cahu, Dedi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung petugas dan relawan sekaligus membantu mengurangi dampak asap karhutla terhadap masyarakat.

"Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya menekan dampak buruk asap bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dedi, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BNI dalam mendukung masyarakat melalui program CSR, khususnya di bidang sosial dan kebencanaan.

Melalui program BNI Berbagi, BNI menyalurkan sejumlah sarana pendukung dan logistik untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD agar bantuan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dukungan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara BNI, pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi dampak karhutla. BNI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan dukungan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan. (maya/jp). 

Polres Tabalong Ungkap Jaringan Peredaran Sabu, 25 Paket Seberat 120,18 Gram Disita

TANJUNG- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tabalong mengamankan seorang pria berinisial HNA (44), warga Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita 25 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bersih 120,18 gram.

Pengungkapan kasus tersebut berlangsung pada Jum'at (21/8/2026) siang di tepi jalan kawasan Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, Minggu (23/8/2026), mengatakan pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui layanan telepon Polri 110 terkait dugaan aktivitas pesta dan transaksi narkotika di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Satresnarkoba Polres Tabalong melakukan penyelidikan di lokasi. Petugas kemudian mendapati seorang pria dengan ciri-ciri yang sesuai dengan informasi yang diterima.

Petugas langsung mengamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap HNA. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan 25 bungkus plastik klip berisi serbuk kristal bening yang diduga narkotika golongan I bukan tanaman.

Selain barang diduga sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, yakni satu kemasan kacang, satu plastik aluminium warna silver, satu plastik klip, satu bungkus minuman kotak, satu unit gawai warna silver, dan satu unit skuter warna merah.

HNA bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Tabalong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal subsidair sesuai hasil penyidikan.

IPTU Heri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. 

"Kami minta masyarakat berperan aktif dengan memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika," tandasnya. (fah/jp). 

Sabtu, 22 Agustus 2026

Berjibaku Padamkan Karhutla, Kapolres Barito Timur Turun Langsung ke Titik Api

TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perkebunan PT Sawit Graha Manunggal (SGM), Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (22/8/2026).

Kapolres tidak hanya memantau proses penanganan, tetapi turut berjibaku bersama personel Polri dan karyawan perusahaan untuk memadamkan api di lahan yang terbakar.

Penanganan dilakukan setelah terdeteksi satu titik panas (hotspot) berdasarkan data satelit NASA-NSPP. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) dan menemukan titik yang terpantau masih terbakar.

Kapolres didampingi Kasat Reskrim, Kasat Samapta, personel Siaga On Call Karhutla, personel Polsubsektor Paju Epat, serta puluhan karyawan PT SGM. Tim mulai melakukan penanganan sekitar pukul 10.00 WIB.

Lokasi kebakaran berada di area dengan vegetasi semak belukar dan karakteristik lahan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke area lain.

Sebanyak 25 personel Polri dan 30 karyawan PT SGM dikerahkan dalam operasi pemadaman. Mereka didukung 10 kendaraan roda dua, satu kendaraan roda empat, dua kendaraan roda enam, serta dua unit pompa hidran.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, titik hotspot berada pada koordinat 2.108236° LS dan 115.089100° BT, di sekitar jalan perkebunan PT SGM. Lokasi tersebut berjarak sekitar 11 kilometer dari Polres Barito Timur dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit melalui jalur darat.

Kapolres AKBP Eddy Santoso turut melakukan penyiraman dan pemadaman bersama personel di titik api. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan penyiraman dan pendinginan pada area terdampak.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara api di dalam maupun di bawah permukaan tanah benar-benar padam. Langkah ini penting terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara dan kembali terbakar apabila tidak didinginkan secara maksimal.

Penanganan karhutla berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Seluruh rangkaian pemadaman dan pendinginan berjalan aman dan kondusif.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan sinergi lintas pihak. Polri bersama perusahaan dan masyarakat terus didorong untuk meningkatkan deteksi dini serta segera melakukan penanganan apabila ditemukan titik api.

Kapolres juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. (zi/jp). 

Karhutla Landa Runggu Raya, Kapolsek Dusun Tengah Turun Langsung Padamkan Api

TAMIANG LAYANG- Laporan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Runggu Raya, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, memimpin personel bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk melakukan pengecekan sekaligus pemadaman, Sabtu (22/8/2026).

Penanganan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB di wilayah RT. 04 Desa Runggu Raya. Titik api berjarak sekitar 30 kilometer dari Polsek Dusun Tengah, dengan waktu tempuh kurang lebih 35 menit melalui jalur darat.

Setibanya di lokasi, tim gabungan mendapati kebakaran bermula dari area semak belukar dan kemudian merambat ke dua lahan perkebunan sawit milik warga, Fernandes dan Semesto.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh delapan personel Polri, empat personel pemerintah desa, sekitar 30 warga, serta lima personel Damkar Paku.

Untuk mempercepat penanganan, petugas mengerahkan delapan kendaraan roda dua, satu kendaraan roda empat, dan 10 unit sprayer elektrik.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kecepatan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api meluas.

"Begitu menerima laporan adanya kebakaran, kami bersama personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman. Penanganan dilakukan bersama pemerintah desa dan masyarakat agar api segera dapat dikendalikan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut serta mengajak warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang segera memberikan informasi. Kami juga mengajak seluruh warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.

Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan mudah terbakar. 

"Kami minta masyarakat segera melaporkan setiap titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," tandasnya. (zi/jp).

Berjibaku di Tengah Karhutla, Kasat Samapta Polres Bartim Turun Langsung Padamkan Api

TAMIANG LAYANG- Kasat Samapta Polres Barito Timur, AKP Kuslan, turun langsung bersama personel memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (22/8/2026).

Dalam penanganan tersebut, AKP Kuslan bersama personel Polres Barito Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan karyawan PT Sawit Graha Manunggal (SGM) melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.

Kebakaran diketahui setelah terdeteksi satu titik panas (hotspot) berdasarkan data satelit NASA-NSPP. Petugas kemudian melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) dan menemukan api masih membakar lahan yang ditumbuhi semak belukar serta berada di area dengan karakteristik tanah gambut.

Petugas langsung melakukan penyiraman dan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, penyiraman dilanjutkan untuk proses pendinginan guna memastikan bara api di dalam tanah benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Kasat Samapta AKP Kuslan turut terlibat langsung dalam proses pemadaman. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Barito Timur meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons terhadap potensi karhutla.

Sebanyak 25 personel Polri dan 30 karyawan PT SGM dikerahkan dalam kegiatan pemadaman dan pendinginan. Sejumlah sarana pendukung juga digunakan, meliputi kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, kendaraan roda enam, serta dua unit pompa hidran.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas kemudian memastikan seluruh area terdampak telah disiram dan didinginkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polres Barito Timur menyatakan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla melalui deteksi dini, respons cepat, serta penguatan sinergi dengan masyarakat dan pihak perusahaan. (zi/jp). 

Menapaki Jejak Cinta Rasulullah, Bupati HSS Hadiri Maulid di Majelis Taklim Ummul Hajun

KANDANGAN- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar Majelis Taklim Ummul Hajun Kandangan dengan tema “Menapaki Jejak Cinta Rasulullah”, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Perumnas Hamalau Permai, Jalan Teratai, Gang Sunkis, Desa Hamalau, Kecamatan Kandangan, turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan, H Syafrudin Noor. Dalam kesempatan tersebut, Al Habib Salim bin Jindan dari Jakarta hadir sebagai penceramah.

Kehadiran Bupati HSS menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Al Habib Salim bin Jindan mengajak jemaah memaknai Maulid Nabi bukan sebatas mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, peringatan Maulid hendaknya menjadi sarana untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah dan mengikuti keteladanan beliau.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak beliau. Nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, serta sikap menghormati sesama merupakan bagian dari keteladanan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan jamaah tentang keutamaan menghadiri masjid, majelis zikir, dan majelis ilmu. Berkumpul dalam majelis tidak hanya menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menambah pengetahuan dan pemahaman keagamaan.

Pesan tersebut mengajak jamaah untuk tidak menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW berhenti pada peringatan Maulid. Semangat mencintai Rasulullah hendaknya terus hidup setelah kegiatan berakhir dan tercermin dalam akhlak serta perilaku sehari-hari.

Melalui tema “Menapaki Jejak Cinta Rasulullah”, jemaah diajak menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. (ari/jp). 

Merawat Tradisi, Mengantar Cinta, Bamandi-Mandi Putri Wakil Bupati HSS Penuh Doa

KANDANGAN- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj Tata Syafrudin Noor, menghadiri prosesi adat perkawinan Banjar bamandi-mandi yang dirangkai dengan khataman Al-Qur’an, Sabtu (22/8/2026).

Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian adat menjelang resepsi pernikahan drg. Hj Dini Maulidia Yulia Atma Negara, putri Wakil Bupati HSS, H Suriani dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten HSS, Hj Misnawati, dengan Muhammad Fajar Ramadhan, putra H Sirajudin dan Hj Hasmiati. 

Kegiatan berlangsung khidmat di kediaman keluarga mempelai. Prosesi turut dihadiri keluarga besar kedua mempelai, tokoh agama, serta para undangan yang memberikan doa dan restu bagi kedua calon mempelai.

Dalam tradisi masyarakat Banjar, bamandi-mandi yang juga dikenal dengan istilah badudus atau bapapai merupakan salah satu warisan budaya yang masih dipertahankan hingga kini. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari prosesi adat, tetapi juga mengandung nilai filosofis dan religius yang erat dengan kehidupan masyarakat Banjar.

Prosesi bamandi-mandi menjadi simbol doa dan harapan agar calon pengantin senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, serta kelancaran dalam memasuki kehidupan berumah tangga. Sementara itu, khataman Al-Qur’an menjadi wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon petunjuk dan keberkahan Allah SWT bagi kedua calon mempelai.

Kehadiran Hj Tata Syafrudin Noor menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Banjar, khususnya tradisi perkawinan yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan keluarga besar kedua mempelai bersama para undangan menambah kekhidmatan prosesi yang menjadi salah satu tahapan penting menuju kehidupan berumah tangga.

Pelestarian tradisi seperti bamandi-mandi diharapkan dapat terus dilakukan dan dikenalkan kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai luhur adat Banjar tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Rangkaian prosesi tersebut juga menjadi pengingat bahwa adat dan agama dapat berjalan selaras dalam kehidupan masyarakat Banjar, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur.

Semoga kedua calon mempelai diberikan kelancaran hingga pelaksanaan resepsi pernikahan dan kelak menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan. (ari/jp).

Gatriwara Kalsel Perkuat Sinergi, Pengurus Gatriwara Banjarbaru Dikukuhkan

BANJARBARU- Pengurus Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan Gatriwara kabupaten/kota. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran jajaran Gatriwara Kalsel pada pengukuhan Ketua dan Pengurus Gatriwara Kota Banjarbaru sisa masa jabatan 2024–2029 di Aula DPRD Kota Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) pagi.

Mewakili Ketua Gatriwara Kalsel, Sanita Syaripuddin hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Fathia Umar, Yuana Dewi Helmi, dan Tya Jenni Rahim. Dalam kesempatan tersebut, Sanita menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Gatriwara Kota Banjarbaru.

Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Gatriwara dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan dan kontribusi sosial bagi masyarakat.

"Atas nama Gatriwara Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan selamat dan sukses atas dikukuhkannya Ketua dan Pengurus Gatriwara Kota Banjarbaru yang baru. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, membawa kebaikan, serta semakin mempererat kebersamaan dan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Banjarbaru,” ujar Sanita.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin kepengurusan oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Muhammad Syahrial, kepada Titik Wahyuni. Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya masa bakti kepengurusan baru sekaligus momentum untuk melanjutkan dan memperkuat program kerja organisasi.

Selain pengukuhan, kegiatan juga dirangkai dengan lomba menghias buah-buahan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Lomba tersebut diikuti sejumlah organisasi kewanitaan se-Kota Banjarbaru.

Dalam kegiatan itu, Sanita Syaripuddin turut dipercaya sebagai salah satu juri. Persit Kartika Chandra Kirana berhasil meraih juara pertama setelah dinilai unggul dalam kreativitas dan penyajian. (sar/ali/jp). 

Kades Belandean Ikuti Lomba Aerobik KORMI Semarakkan HUT ke-81 RI

MARABAHAN- Kepala Desa Belandean, Elly Rahman, turut ambil bagian dalam lomba aerobik yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kecamatan Alalak dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Alalak, Sabtu (22/8/2026), dan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat serta aparatur desa di wilayah Kecamatan Alalak.

Keikutsertaan Elly Rahman menjadi bagian dari semangat kebersamaan sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat. Kehadirannya juga menunjukkan dukungan aparatur desa terhadap kegiatan olahraga masyarakat yang dikemas dalam suasana meriah dan penuh kekeluargaan.

Lomba aerobik dipandu lima instruktur senam, yakni Bertha, Yani Ming, Jumbri, Devi, dan Lina Tirta. Para instruktur memimpin peserta dengan gerakan energik dan dinamis sehingga suasana aula semakin semarak.
Selain menjadi rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan yang diinisiasi KORMI tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan aparatur desa di Kecamatan Alalak.

Panitia menekankan bahwa sportivitas, kebersamaan, dan kegembiraan menjadi semangat utama dalam pelaksanaan lomba. Melalui kegiatan tersebut, KORMI berharap budaya olahraga di tengah masyarakat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keikutsertaan kepala desa dan masyarakat dalam kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui aktivitas positif yang mendorong kebugaran, kebersamaan, dan gaya hidup sehat. (ali/jp). 

Festival Adat Dayak Maanyan Warukin Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pelestarian Budaya Lokal

TANJUNG- Festival Budaya Adat Dayak Maanyan Warukin bertema “ARAI HEWU” resmi dibuka di Balai Adat Dayak Maanyan, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Sabtu (22/8/2026).

Festival yang digelar selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya Dayak Maanyan di tengah perkembangan zaman.

Pembukaan festival dihadiri Bupati Tabalong, Ir. H Muhammad Noor Rifani, Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, Dandim 1008/Tabalong, Letkol Inf. Alexander Allan Permadi, jajaran kepala SOPD, Forkopimca Tanta, pimpinan perusahaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, warga Desa Warukin, serta tamu undangan lainnya. Jumlah peserta dan undangan yang hadir diperkirakan mencapai 450 orang.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyambutan secara adat Dayak Maanyan terhadap unsur Forkopimda oleh Ketua Adat Dayak Maanyan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Tabalong, penampilan tari adat Dayak Maanyan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Tabalong Smart, pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan bupati, serta penampilan Tari Lansia Ceria.

Dalam sambutannya Bupati Tabalong, HM. Noor Rifani, menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Dayak Maanyan Warukin dalam menyelenggarakan kegiatan adat tersebut setiap tahun.

Menurutnya, festival budaya memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas dan warisan budaya daerah agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Dengan adanya festival adat Dayak Maanyan ini, marilah kita bersama-sama menjaga budaya adat Dayak agar terus dipertahankan dan dilestarikan,” ujar Bupati Tabalong.

Festival tidak hanya menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Agenda tersebut meliputi Festival Tarian Dayak, Festival Permainan Tradisional, Festival Kuliner Tradisional, Festival Stand Khas Dayak, Festival Pawai Culuk, hingga Festival Musik Dayak.

Pada hari pertama, Jum'at (21/8/2026), kegiatan diisi dengan Irarami Manyuluh, penampilan tari bersama Sanggar Pantingik Nawuraha Nampak, Basurah atau bercerita bersama Abed Nego, serta penampilan Sanggar Tari Sendaring Merdeka dan Sanggar Tari Rairatan.

Hari kedua, Sabtu (22/8/2026), diisi dengan agenda pembukaan, penampilan tari dari Sanggar SMAN 1 Tanta, Sanggar Rairatan Junior dan Sanggar Meratus Lestari, serta perlombaan permainan tradisional anak.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional dari Sanggar Wadian Tambai, Sanggar Burung Ruai dan Sanggar Komandan. Hiburan malam menghadirkan guest star Uyau Moris ft. Poyang Jacko.

Sementara itu, pada hari ketiga, Minggu (23/8/2026), agenda festival meliputi penampilan Musik Dayak Maanyan, Sindrah Kumangan Isasade atau makan bersama Dayak Maanyan “Luen Mu'au”, perlombaan permainan tradisional dewasa, penilaian stan UMKM, serta pengumuman dan pembagian hadiah lomba.

Penutupan festival diisi dengan penampilan tari dari Sanggar Tari STKIP PGRI dan Sanggar Tari Suluh Banua, kemudian dilanjutkan hiburan bersama guest star Bellacoustic Indonesia.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, mengatakan Polres Tabalong bersama Polsek Tanta dan jajaran terkait melakukan pengamanan selama seluruh rangkaian festival berlangsung.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian festival dengan nyaman.

"Polres Tabalong mendukung penuh kegiatan Festival Budaya Adat Dayak Maanyan Warukin. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif sehingga masyarakat dapat mengikuti serta menikmati kegiatan budaya ini dengan nyaman,” jelasnya.

Menurut Heri, kegiatan budaya seperti Festival Adat Dayak Maanyan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Ia mengajak masyarakat dan seluruh peserta festival turut menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Mari kita lestarikan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” pungkasnya.

Hingga Sabtu (22/8/2026), rangkaian Festival Budaya Adat Dayak Maanyan Warukin berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan melibatkan personel Polres Tabalong, Polsek Tanta, Koramil Murung Pudak-Tanta, serta panitia pelaksana. (fah/jp). 

Semarak HUT ke-81 RI, Pemdes Kali Napu Gelar Beragam Lomba Berhadiah Menarik

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Desa Kali Napu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan beragam perlombaan bagi anak-anak hingga orang dewasa. Kegiatan mengusung tema “Semarak Kemerdekaan Desa Kali Napu".

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan jiwa sportivitas masyarakat dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Sejumlah perlombaan telah disiapkan panitia, mulai dari olahraga prestasi hingga permainan tradisional yang menghibur. Salah satu kegiatan yang menjadi agenda utama adalah turnamen bola voli putra dan putri tingkat desa.

Turnamen bola voli tersebut terbuka bagi warga Desa Kali Napu. Warga dari berbagai dusun diharapkan dapat berpartisipasi dengan mengirimkan tim terbaik untuk memperebutkan gelar juara.

Selain menjadi ajang kompetisi dan menyalurkan bakat olahraga, turnamen ini diharapkan dapat mendorong pola hidup sehat serta memperkuat kebersamaan antarmasyarakat.

Selain turnamen bola voli, panitia juga menyiapkan sejumlah permainan tradisional yang diperuntukkan bagi anak-anak. 

Adapun perlombaan tersebut meliputi tarik tambang; balap karung; makan kerupuk; balap kelereng; lomba joget; dan memasukkan paku ke dalam botol.

Sementara itu, untuk peserta dewasa juga disiapkan lomba domino sebagai salah satu kegiatan tambahan dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.

Kepala Desa Kali Napu, Hairollah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.

"Kami ingin mengajak seluruh warga Desa Kali Napu, dari anak-anak hingga orang tua, untuk bersama-sama merayakan hari bersejarah ini dengan penuh kegembiraan dan semangat sportivitas,” ujar Hairollah, Sabtu (22/8/2026). 

Hairollah mengatakan, bahwa panitia menyediakan hadiah bagi para pemenang setiap kategori perlombaan. 

"Hadiah tersebut berupa piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan," tandasnya. (zi/jp). 

Pemdes Belandean Himbau Warga Stop Karhutla


JURNALISPOST.ONLINE - STOP KEBAKARAN ! 
Pemerintah Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala menghimbau agar masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Cegah Karhutla, Lindungi Hutan, Selamatkan Masyarakat. Jangan Bakar Lahan!"

Pemkab Tabalong Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81


JURNALISPOST.ONLINE - Pemerintah Kabupaten Tabalong mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 tahun pada tanggal 17 Agustus 2026.

"Indonesia berdaulat, adil dan makmur."

BPKAD Batola Ucapkan Dirgahayu RI Ke-81


JURNALISPOST.ONLINE - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Kuala mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 tahun pada tanggal 17 Agustus 2026.

"Indonesia berdaulat, adil dan makmur."

Jumat, 21 Agustus 2026

SMSI- RRI Perkuat Kolaborasi Media untuk Tingkatkan Kompetensi Jurnalis dan Tangkal Disinformasi

JAKARTA- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) mendorong penguatan kolaborasi antara media siber dan penyiaran publik untuk meningkatkan kompetensi jurnalis sekaligus memperkuat verifikasi informasi di tengah derasnya arus disinformasi digital.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Diskusi Panel Pengembangan Kompetensi Jurnalistik LPP RRI yang digelar pada Jum'at, 21 Agustus 2026.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap kerja jurnalistik. Jurnalis dituntut tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga menguasai produksi konten multiplatform, verifikasi digital, pengolahan data, hingga pemahaman terhadap perilaku audiens.

Menurut Firdaus, kolaborasi RRI dan ekosistem media siber menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan informasi digital sekaligus menjaga kualitas ruang publik.

"Kolaborasi RRI dan SMSI menjadi kunci penjaga kebenaran atau truth enforcer nasional,” kata Firdaus.

Firdaus menilai transformasi digital membuat kompetensi jurnalistik semakin kompleks. Wartawan dituntut mampu bekerja lintas format, mulai dari teks, foto, audio, video hingga konten berbasis data.

Ia menyebut, bahwa sedikitnya empat kompetensi yang perlu terus diperkuat.

Pertama, etika jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kompetensi profesional menjadi fondasi untuk memastikan wartawan bekerja secara independen, berintegritas, dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

Kedua, Mobile Journalism (MoJo). Wartawan perlu mampu memanfaatkan perangkat bergerak untuk melakukan peliputan, mengambil foto, merekam audio, serta memproduksi video berita secara cepat dan tetap berkualitas.

Ketiga, fact-checking atau verifikasi informasi. Kemampuan memeriksa data, menelusuri sumber, serta memanfaatkan perangkat investigasi digital menjadi semakin penting untuk mencegah hoaks, manipulasi informasi, dan pemberitaan yang tidak terverifikasi.

Keempat, digital analytics dan GEO. Pemahaman terhadap perilaku audiens serta strategi distribusi konten di ekosistem digital dinilai penting agar karya jurnalistik dapat menjangkau publik secara efektif.

Meski demikian, Firdaus mengingatkan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat jurnalistik, bukan menggantikan prinsip-prinsip dasar profesi.

RRI memiliki jaringan penyiaran publik dengan jangkauan luas hingga berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan perbatasan. Sementara itu, SMSI memiliki jaringan perusahaan media siber yang tersebar di berbagai daerah.

Menurut Firdaus, kekuatan tersebut dapat dipadukan untuk memperluas distribusi informasi sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan dari daerah.

Kolaborasi media publik dan media siber juga dinilai dapat membuka ruang yang lebih besar bagi isu pembangunan, potensi daerah, serta aspirasi masyarakat untuk mendapatkan perhatian di tingkat nasional.

"Pers yang kuat lahir dari jurnalis yang kompeten dan perusahaan media yang sehat. Kolaborasi LPP RRI dan SMSI adalah kunci utama menjaga kedaulatan informasi serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Firdaus.

Dalam diskusi tersebut, Firdaus juga menyampaikan sejumlah bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan RRI dan SMSI, antara lain pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan media anggota SMSI, penguatan kapasitas penguji melalui Training of Trainer (ToT), serta penyusunan dan pembaruan materi UKW agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan jurnalistik.

Kolaborasi juga dapat diarahkan pada penguatan newsroom kedua ekosistem media. Pertukaran pengetahuan, pengalaman peliputan, serta pemanfaatan teknologi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jurnalis sekaligus memperkuat kualitas produksi berita.

Kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi wartawan, tetapi juga berdampak pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Firdaus menegaskan tantangan media saat ini bukan semata-mata persaingan memperebutkan perhatian audiens. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan publik memperoleh informasi yang benar, terverifikasi, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah masifnya distribusi informasi melalui media sosial, media profesional memiliki tanggung jawab untuk memperkuat mekanisme verifikasi dan menjaga standar jurnalistik.

Karena itu, sinergi antara RRI dan SMSI dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem informasi nasional yang sehat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas jurnalis, memperluas akses masyarakat terhadap informasi berkualitas, serta memastikan suara dan potensi daerah mendapat ruang yang lebih luas dalam ekosistem media nasional. (*/jp). 

DPRD Kalsel Terima Penjelasan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Diproyeksikan Naik 5,56 Persen

BANJARMASIN- DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima penjelasan Gubernur Kalsel terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna, Jumat (21/8/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, HM. Alpiya Rakhman dan Desy Oktavia Sari.

Penjelasan Gubernur Kalsel, H Muhidin disampaikan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman. Ia menyampaikan, perubahan APBD 2026 disusun untuk menyesuaikan anggaran dengan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 sekaligus mendukung program strategis pemerintah daerah dan pemenuhan pelayanan dasar masyarakat.

Dalam rancangan perubahan APBD tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat 5,56 persen menjadi Rp7,762 triliun. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan naik 5,98 persen menjadi Rp10,534 triliun.

Menurut pemerintah daerah, penyesuaian anggaran tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan dipertahankan di atas 20 persen, sementara belanja pegawai berada di bawah batas maksimal 30 persen.

Selain itu, alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik disebut telah melampaui batas minimal 40 persen. Ketentuan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan perubahan APBD agar penganggaran tetap sejalan dengan regulasi sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, mengatakan setelah penyampaian penjelasan Gubernur, tahapan pembahasan akan dilanjutkan dengan penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.

Pemandangan umum fraksi menjadi bagian penting dalam proses pembahasan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menilai arah kebijakan perubahan anggaran serta memastikan alokasi belanja mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

DPRD Kalsel berharap pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan demikian, sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp). 

Polres Seruyan Gelar Upacara Hari Juang Polri, Teguhkan Semangat Pengabdian

KUALA PEMBUANG- Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri di halaman Markas Komando (Mako) Polres Seruyan, Jum'at (21/8/2026).

Upacara tersebut diikuti Wakapolres Seruyan, Kompol Syaifullah, para pejabat utama Polres Seruyan, personel Polres Seruyan, serta aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Dalam upacara itu, Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi bertindak sebagai inspektur upacara. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Mars Polri, dilanjutkan penghormatan pasukan dan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara.

Selanjutnya, peserta upacara mengheningkan cipta, pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri, serta pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh inspektur upacara. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Andhika Bhayangkari.

Upacara ditutup dengan laporan komandan upacara, penghormatan pasukan, menyanyikan Hymne Polri, dan pembacaan doa. Setelah inspektur upacara meninggalkan tempat, seluruh rangkaian kegiatan dinyatakan selesai.
Peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum bagi jajaran Polres Seruyan untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian Polri. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi setiap personel untuk terus meningkatkan komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat serta menegakkan hukum.

Melalui peringatan tersebut, personel Polres Seruyan diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai perjuangan, memperkuat soliditas dan integritas, serta meningkatkan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan institusi Polri yang semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya serta dicintai masyarakat. (gan/jp). 

Bayar Pajak Tak Perlu ke Kota, Bapenda Seruyan Terapkan QRIS Gandeng Bank Kalteng

KUALA PEMBUANG- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Seruyan resmi menerapkan pembayaran pajak daerah melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Program yang menggandeng Bank Kalteng ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat, terutama wajib pajak yang berada di desa dan wilayah pelosok.

Kepala Bapenda Kabupaten Seruyan, Ashadi, mengatakan layanan pembayaran melalui QRIS berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan. Masyarakat tidak lagi harus datang langsung ke kantor Bapenda di Kuala Pembuang untuk memenuhi kewajiban pajaknya.

"Rencana kami, masyarakat yang ingin membayar pajak akan kami fasilitasi melalui kerja sama dengan Bank Kalteng. Kami menggunakan QRIS agar masyarakat tidak harus turun ke kantor Bapenda,” kata Ashadi, Jumat (21/8/2026).

Penerapan pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya Bapenda Seruyan memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selama ini, wajib pajak yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan harus menempuh perjalanan menuju Kuala Pembuang untuk melakukan pembayaran. Dengan QRIS, proses tersebut dapat dilakukan secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor Bapenda.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menerjemahkan visi dan misi Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, khususnya dalam meningkatkan kemudahan pelayanan publik.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, digitalisasi pembayaran pajak juga ditujukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.

Ashadi menjelaskan, transaksi melalui QRIS membuat pembayaran lebih mudah tercatat dan dikontrol dibandingkan dengan mekanisme manual.

"Kenapa harus QRIS, salah satunya untuk menghindari kebocoran pajak. Kalau manual, bisa saja tidak tersampaikan atau tidak masuk ke kas daerah. Dengan sistem ini, transaksi lebih terkontrol dan tercatat,” tegasnya.

Menurut dia, sistem pembayaran digital diharapkan dapat memastikan setiap transaksi tercatat dalam sistem sehingga pengelolaan penerimaan pajak daerah menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Bapenda Seruyan menyadari penerapan sistem pembayaran digital membutuhkan sosialisasi, terutama di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.

Karena itu, Bapenda akan melakukan sosialisasi secara langsung di tingkat desa dengan melibatkan pemerintah desa.

"Kami akan melakukan sosialisasi di tingkat desa dengan melibatkan pihak desa. Pemerintah daerah bersama pemerintah desa harus sama-sama menjalankan program ini agar pelayanan tidak mempersulit,” jelas Ashadi.

Ia berharap penerapan QRIS dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.

Dengan layanan tersebut, masyarakat di wilayah pelosok diharapkan dapat membayar pajak dengan lebih mudah, tanpa harus mengeluarkan tambahan waktu dan biaya untuk datang ke pusat kabupaten. (gan/jp). 

Bapemperda Kalsel Percepat Raperda Pajak dan Retribusi, Ditarget Rampung 1 September

BANJARMASIN- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat koordinasi dengan Panitia Khusus (Pansus) dan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mempercepat penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Percepatan pembahasan dilakukan menyusul batas waktu penyelesaian yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga 1 September 2026.

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, mengatakan koordinasi intensif dilakukan bersama pimpinan Pansus dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyamakan langkah sekaligus mempercepat pembahasan Raperda tersebut.

"Insyaallah pembahasan ini segera terselesaikan karena seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk menuntaskan regulasi yang sangat dibutuhkan daerah,” ujarnya, Jum'at (21/8/2026).

Menurut H Gusti Iskandar, Raperda perubahan tersebut memiliki posisi strategis dalam memperkuat tata kelola pajak dan retribusi daerah. Regulasi ini juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi pendapatan daerah dan memperkuat kapasitas fiskal untuk membiayai pembangunan.

Karena itu, ia menekankan pembahasan harus dilakukan secara cermat dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, namun tidak mengabaikan target waktu yang telah ditetapkan.

Bapemperda, lanjutnya, akan terus mendorong komunikasi antara legislatif dan eksekutif agar setiap tahapan pembahasan dapat berjalan efektif dan diselesaikan sesuai jadwal.

"Ini merupakan kebutuhan daerah dalam rangka menjaga dan memperkuat fiskal daerah agar pembangunan ke depan dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Dengan koordinasi yang semakin intensif, Bapemperda optimistis pembahasan Raperda perubahan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dapat dituntaskan sebelum batas waktu yang ditetapkan Kemendagri. (sar/ali/jp). 

Bupati H Shalahuddin Gowes Bersama Warga, Pastikan Kesiapan Venue Barito Utara Bertabligh

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengikuti gowes santai bersama masyarakat di Muara Teweh, Jum'at (21/8/2026).

Gowes bersama tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini dimanfaatkan jajaran pemerintah daerah untuk berinteraksi dan menyapa masyarakat secara langsung di sepanjang rute.

Bupati H Shalahuddin mengatakan, olahraga bersama menjadi salah satu sarana untuk membangun kedekatan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Gowes ini selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, juga menjadi kesempatan bagi kami untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Usai gowes, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti Bupati, Wakil Bupati, Sekda, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi.

Setelah rangkaian olahraga bersama, Bupati bersama jajaran kemudian meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan Barito Utara Bertabligh pada Jumat malam.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan venue, fasilitas, serta berbagai kebutuhan pendukung kegiatan. Pemerintah daerah juga memastikan aspek keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan kegiatan telah dipersiapkan dengan baik.

Bupati menegaskan, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar seluruh rangkaian agenda daerah dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir.

Kegiatan gowes, senam bersama, dan peninjauan venue tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, Pemkab Barito Utara berupaya memperkuat komunikasi, kebersamaan, serta sinergi dalam mendukung pembangunan daerah. (emca/jp). 

Polres Tabalong Amankan Empat Terduga Pelaku Pencurian Besi Angkur Perusahaan Semen

TANJUNG- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabalong mengamankan empat orang terduga pelaku pencurian besi angkur milik sebuah perusahaan semen di Desa Kaong, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Keempat terduga pelaku diamankan secara bertahap setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus. Penindakan dipimpin Kasat Reskrim Polres Tabalong, AKP Danang Eko Prasetyo, dengan melibatkan personel Polsek Jaro, Polsek Muara Uya, dan Polsek Patangkep Tutui.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, mengatakan aksi pencurian diketahui pada Selasa (28/6/2026) sore setelah seorang karyawan menemukan jalan pintas yang dibuat menuju tembok luar area perusahaan.

Petugas keamanan yang melakukan pengecekan kemudian menemukan sejumlah karung berisi besi angkur. Saat pemeriksaan berlangsung, sejumlah orang terlihat melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Desa Seradang.

Dari hasil pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas menemukan 11 karung berisi besi angkur yang diduga telah disiapkan untuk dibawa keluar dari area perusahaan. Akibat kejadian tersebut, perusahaan diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp116,5 juta.

Pengungkapan kasus berlanjut pada Sabtu (1/8/2026) malam. Polisi mengamankan dua terduga pelaku, yakni SUP (33), warga Desa Jaro, Kecamatan Jaro, dan KR (38), warga Desa Surian, Kecamatan Haruai. Keduanya diamankan di wilayah Desa Jaro, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong.

Selanjutnya, pada Senin (17/8/2026) malam, petugas mengamankan RAH (35), warga Desa Palajau, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), di sebuah rumah di Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong.

Seorang terduga pelaku lainnya, PAH (35), warga Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, diamankan pada Rabu (19/8/2026) sore di lapangan sepak bola Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Dalam pemeriksaan awal, keempat terduga pelaku mengakui keterlibatan dalam aksi pencurian tersebut. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 11 karung berisi besi angkur, satu helm proyek warna kuning, satu rompi warna hijau dengan lis silver, serta satu jaket hoodie warna hitam.

Keempat terduga pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Polres Tabalong untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta rangkaian aksi pencurian tersebut. (fah/jp). 

Hotspot Terdeteksi di Mugi Panyuhu, Polsek Seruyan Tengah Bersama Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

KUALA PEMBUANG- Personel Siaga Karhutla Polsek Seruyan Tengah bersama BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak cepat menindaklanjuti terdeteksinya titik panas (hotspot) di wilayah Desa Mugi Panyuhu, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Jum'at (21/8/2026).

Berdasarkan pemantauan Sistem Karhutla SIPongi, satu titik hotspot terdeteksi pada Jum'at (21/8/2026) pukul 00.49 WIB melalui satelit NASA-NOAA20. Titik tersebut berada pada koordinat latitude -1.9485 dan longitude 112.32097 dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium.

Menerima informasi tersebut, personel Siaga Karhutla Polsek Seruyan Tengah bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di lapangan, tim melakukan pemantauan kondisi titik panas sekaligus upaya pemadaman guna mencegah api berkembang dan meluas ke wilayah sekitar.

Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat terdiri atas Bripka Bade, Brigpol Slamet Riadi, Bripda M. Wahdiya Lutfi, empat personel BPBD, serta dua personel MPA.

Kapolsek Seruyan Tengah, IPDA Martono, mengatakan setiap informasi terkait kemunculan hotspot menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Begitu titik hotspot terdeteksi, personel langsung melakukan pengecekan, pemantauan, dan pemadaman bersama unsur terkait. Langkah cepat ini dilakukan agar api segera dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ujar IPDA Martono.

Ia menambahkan, Polsek Seruyan Tengah bersama BPBD dan MPA akan terus meningkatkan pemantauan di wilayah yang rawan karhutla. Penanganan secara cepat dan terpadu akan dilakukan setiap kali ditemukan indikasi titik api guna mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (gan/jp).

Bupati Kapuas Pimpin Persiapan Maulid Nabi, Jadwal dan Konsep Outdoor Dibahas

KUALA KAPUAS- Bupati Kapuas, HM. Wiyatno memimpin rapat persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus membahas sejumlah agenda keagamaan di Kabupaten Kapuas. Rapat berlangsung di Masjid Agung Al-Mukarram, Jum'at (21/8/2026), seusai Salat Jumat.

Rapat dihadiri pengurus Masjid Agung Al-Mukarram, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, para ustaz dan guru, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta Camat Selat.

Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk mematangkan persiapan peringatan Maulid Nabi, mulai dari penentuan jadwal, konsep kegiatan, kesiapan lokasi hingga dukungan sarana dan prasarana.

Dalam pembahasan, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dijadwalkan kembali dengan mempertimbangkan kesiapan kawasan Masjid Agung Al-Mukarram serta agenda kegiatan daerah yang telah direncanakan dalam waktu dekat.

Selain penyesuaian jadwal, rapat juga membahas opsi pelaksanaan Maulid Nabi secara outdoor di area depan Masjid Agung Al-Mukarram. Konsep tersebut dinilai dapat menampung lebih banyak jamaah dan masyarakat sekaligus memanfaatkan kawasan depan masjid yang saat ini masih dalam proses penataan.

Bupati Kapuas, HM. Wiyatno mengatakan, penjadwalan kembali diharapkan dapat dilakukan setelah kondisi kawasan masjid lebih tertata dan fasilitas pendukung siap digunakan secara optimal.

"Silakan didiskusikan, Maulid Nabi pasnya kapan, apa yang harus disiapkan, dan OPD mana saja yang perlu terlibat. Pemerintah daerah pada prinsipnya selalu mendukung,” ujar HM. Wiyatno.

Menurutnya, persiapan yang matang diperlukan agar pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut dapat berlangsung tertib, nyaman, dan memberikan ruang yang memadai bagi masyarakat.

Selain persiapan Maulid Nabi, rapat membahas kesiapan Kabupaten Kapuas sebagai tuan rumah LASQI Provinsi Kalimantan Tengah. Pembahasan mencakup kebutuhan teknis, sarana dan prasarana, serta keterlibatan OPD dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dalam rapat itu, Bupati juga menyampaikan perkembangan penataan sejumlah tempat ibadah dan kawasan perkotaan. Penataan Masjid Agung Al-Mukarram terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran, antara lain untuk penyelesaian payung, pagar, taman, dan lingkungan masjid.

Pemkab Kapuas juga menyiapkan rencana penataan Masjid At-Taq’wa di Simpang Camuh pada 2027. Sementara pembangunan Masjid Babussalam ditargetkan rampung pada Desember 2026.

HM. Wiyatno berharap seluruh agenda keagamaan dan pembangunan fasilitas publik dapat terlaksana melalui koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, OPD, pengurus masjid, serta masyarakat.

Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk mematangkan kembali jadwal dan konsep peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, termasuk opsi pelaksanaan secara outdoor di depan Masjid Agung Al-Mukarram. Dengan persiapan yang terkoordinasi, kegiatan diharapkan dapat berlangsung lancar, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (fah/hru/jp). 

Diduga Diintimidasi Saat Liputan, Ketua PWRI Seruyan Polisikan Oknum Ketua BUMDes

KUALA PEMBUANG- Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Seruyan, Muhammad Yasir, melaporkan dugaan intimidasi dan ancaman yang dialaminya saat menjalankan tugas jurnalistik ke Kepolisian Resor (Polres) Seruyan, Jum'at (21/8/2026).

Dugaan intimidasi tersebut terjadi ketika Yasir melakukan peliputan acara serah terima jabatan (sertijab) di Pemerintah Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026).

Yasir mengatakan, dirinya hadir di lokasi berdasarkan undangan resmi untuk meliput kegiatan tersebut. Situasi kemudian memanas ketika acara berlangsung dan sejumlah tamu undangan menyampaikan interupsi terkait pelaksanaan kegiatan.

Sebagai bagian dari tugas jurnalistik, Yasir mengambil sejumlah foto untuk kebutuhan dokumentasi dan pemberitaan. Saat itulah, menurut pengakuannya, ia mendapat respons yang dinilai intimidatif dari seorang pria yang disebutnya sebagai oknum Ketua BUMDes setempat. 

"Saat saya mengambil gambar, oknum Ketua BUMDes menatap saya dengan pandangan melotot dan nada intimidatif. Ketika saya tanyakan maksudnya, dia justru merespons dengan nada kasar," ujar Yasir dalam surat pengaduannya kepada Kapolres Seruyan.

Yasir juga mengaku situasi semakin tegang setelah sekitar tiga orang lainnya turut melontarkan pernyataan yang dinilainya mendiskreditkan profesi wartawan, disertai ucapan bernada ancaman.

"Kami tidak butuh wartawan! ... Kalau kamu?! Hati-hati kamu!" demikian ucapan yang, menurut Yasir, disampaikan salah seorang pihak di lokasi.

Melihat situasi yang dinilai tidak kondusif, seorang staf Kecamatan Seruyan Hilir yang berada di lokasi kemudian menarik Yasir keluar dari ruangan acara. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah situasi berkembang dan menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Yasir mengaku peristiwa tersebut membuatnya mengalami tekanan dan trauma yang berdampak terhadap pelaksanaan tugas jurnalistiknya.

Ia menegaskan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dilakukan secara profesional.

"Saya hadir karena undangan resmi dan menjalankan tugas secara profesional. Wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik semestinya memperoleh perlindungan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan," tegasnya.

Dalam laporan tersebut, Yasir meminta Polres Seruyan melakukan penyelidikan terhadap dugaan intimidasi dan ancaman yang dilaporkannya, termasuk memeriksa saksi-saksi serta menelusuri bukti berupa foto maupun video yang berkaitan dengan kejadian.

Ia juga meminta aparat penegak hukum mengambil langkah sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran pidana dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak yang disebut dalam laporan Yasir terkait dugaan intimidasi dan ancaman tersebut. Konfirmasi dari pihak terlapor penting untuk memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Peristiwa ini selanjutnya menjadi ranah kepolisian untuk melakukan verifikasi dan penyelidikan berdasarkan laporan serta bukti-bukti yang tersedia. (gan/jp). 

Peredaran Rokok Ilegal di Kalsel Makin Luas, 2,5 Juta Batang Digagalkan di Pelabuhan Trisakti

BANJARMASIN- Peredaran rokok ilegal di Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai semakin meluas. Tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, rokok tanpa pita cukai disebut telah beredar hingga wilayah pedesaan dan kawasan hulu sungai.

Kondisi tersebut kembali terungkap setelah Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) menggagalkan pengiriman 2.504.000 batang rokok ilegal di Pelabuhan Trisakti, Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin.

Penindakan dilakukan pada Jum'at (21/8/2026) saat petugas melaksanakan patroli dan pemeriksaan terhadap sejumlah sarana pengangkut di atas KM Dharma Rucitra 1.

Petugas mencurigai sebuah truk Colt Diesel yang berada di atas kapal. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan pengemudi di dalam kendaraan tersebut.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak DLU untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 313 paket berisi 124.200 bungkus atau 2.504.000 batang rokok yang tidak dilekati pita cukai.

Barang bukti berupa rokok ilegal beserta satu unit truk Colt Diesel selanjutnya ditegah dan dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel untuk menjalani penelitian lebih lanjut.

Nilai barang hasil penindakan tersebut diperkirakan mencapai Rp3,73 miliar, sedangkan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp2,43 miliar.

Maraknya peredaran rokok ilegal turut memberikan tekanan terhadap pelaku usaha yang menjalankan perdagangan secara legal.

Salah seorang pelaku usaha, Wardi, mengatakan rokok ilegal kini semakin mudah ditemukan dan peredarannya telah menjangkau hampir seluruh kawasan.

"Sekarang peredarannya sudah sangat masif. Seluruh kawasan sudah terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya, harga rokok ilegal yang lebih murah menciptakan persaingan tidak sehat dan mulai berdampak terhadap omzet usaha legal.

" Ini saja kita tinggal 40 persen, padahal belum sampai tiga bulan,” ungkapnya.

Ia berharap penindakan terhadap peredaran rokok ilegal terus ditingkatkan agar peredarannya dapat ditekan dan persaingan usaha menjadi lebih sehat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK/YLKI) Kalimantan Selatan, Dr. H Ahmad Murjani, M.Kes., mengatakan peredaran rokok ilegal telah menjangkau wilayah pedesaan hingga kawasan hulu sungai.

"Di desa sudah, kalau kota ya sudah masuk di desanya. Sampai ke hulu sungai, ke ujung-ujung sana sudah,” ujarnya.

Menurut H Ahmad Murjani, harga yang lebih murah menjadi salah satu faktor yang membuat rokok ilegal tetap memiliki pasar. Karena itu, penanganan dinilai tidak cukup hanya menyasar pedagang eceran, tetapi juga harus menelusuri rantai distribusi dan pihak yang memasok barang ilegal.

"Pedagang besar sendiri tidak bisa. Selama barang ada, dia bisa jual,” tegasnya.

Ia mendorong penegakan hukum dilakukan secara konsisten untuk memutus rantai pasok dan menekan peredaran rokok ilegal hingga ke tingkat distribusi.

Penindakan terhadap 2,5 juta batang rokok ilegal di Pelabuhan Trisakti menjadi salah satu gambaran masih seriusnya persoalan peredaran rokok tanpa pita cukai di Kalsel. Selain berpotensi mengurangi penerimaan negara, peredaran rokok ilegal juga menimbulkan persaingan tidak sehat bagi pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban cukai.

Bea Cukai masih melakukan penelitian terhadap barang bukti dan pihak-pihak yang berkaitan dengan temuan tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Penindakan tersebut diduga berkaitan dengan pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. (fah/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes