BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Senin, 07 September 2026

Pasar dan Posyandu Bambulung Terbakar, Polisi Amankan Barang Bukti dan Selidiki Penyebab

TAMIANG LAYANG- Kebakaran menghanguskan bangunan Posyandu, los pasar, dan sejumlah warung di kawasan Pasar Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dan melihat kobaran api di sekitar bangunan Posyandu dan kawasan Pasar Desa Bambulung. Kepala Pasar Desa Bambulung yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan penanganan awal.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Pematang Karau mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal, mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah logam besi/KWH yang hangus terbakar, dua buah kompor merek Rinnai dua tungku, satu meter selang kompor gas, satu buah tungku kompor, dan tiga buah centong.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Barito Timur, AKP Eko Sutrisno, S.H., M.M., membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Kami telah melakukan langkah-langkah penanganan awal, mulai dari mendatangi TKP, mengamankan barang bukti, hingga memeriksa para saksi. Saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Eko Sutrisno.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama dengan material utama kayu. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang turut didalami penyidik dalam proses penyelidikan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan mencermati barang bukti serta fakta-fakta yang ditemukan di lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Penyidik akan melakukan gelar perkara dan melanjutkan proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” kata Eko.

Polsek Pematang Karau memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan pemeriksaan saksi, pendalaman barang bukti, dan fakta di lapangan.

Hingga saat ini, kasus kebakaran Pasar dan Posyandu Desa Bambulung masih dalam penanganan Polsek Pematang Karau. (zi/jp). 

Diduga Bakar Lahan Karena Iseng, Pria Diamankan Polisi di Kapuas Hulu

KUALA KAPUAS- Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di areal perizinan PT Sembilan Tiga Perdana (STP), Desa Katanjung, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

"Dalam kejadian tersebut, kami mengamankan seorang pria berinisial YK (24) yang diduga sebagai pihak yang melakukan pembakaran lahan. Terlapor diketahui bekerja sebagai pekerja swasta," ujar Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari saat press release, Senin (7/9/2026). 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasi Humas dan tamu undangan lainnya. 

Ia menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika seorang saksi yang berada di lapangan melihat kepulan asap. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan lahan terbakar di sekitar area parkir alat berat.

Saksi kemudian melihat seorang pria tidak jauh dari lokasi kebakaran. Saat ditanya mengenai sumber api, pria tersebut diduga mengakui telah membakar tumpukan sampah, daun kering dan semak belukar menggunakan korek api gas.

Api kemudian membesar dan nyaris merambat ke area parkir alat berat. Pihak manajemen PT STP segera melakukan pemadaman menggunakan excavator dan water tank hingga api berhasil dipadamkan.

"Akibat kejadian tersebut, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare," kata AKBP Rina. 

Polsek Kapuas Hulu kemudian mengamankan terlapor beserta sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah korek api gas merek Marlboro warna kuning emas, dahan pohon bekas terbakar, serta abu dan ranting bekas terbakar.

"Motif pembakaran diduga karena iseng, setelah terlapor melihat tumpukan sampah daun kering dan semak belukar," tambah AKBP Rina. 

AKBP Rina Perwitasari menyebut, bahwa saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kapuas Hulu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Dalam perkara ini, terlapor disangkakan Pasal 308 ayat (1) atau Pasal 311 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait perbuatan yang mengakibatkan kebakaran, ledakan atau banjir sehingga membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang. (fah/jp). 

Minggu, 06 September 2026

Bupati Barito Timur Cek Kesiapan Posko Karhutla, Minta Alat Rusak Segera Diperbaiki

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin mengecek langsung kesiapan personel dan operasional Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tamiang Layang, Minggu (6/9/2026) malam. Ia memastikan personel, logistik, dan peralatan siap digunakan untuk merespons potensi kebakaran di wilayah Barito Timur.

Setibanya di posko, M. Yamin diterima Plt. Kepala Diskominfosantik Barito Timur, Limer, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Wayan Cakre serta petugas yang tengah melaksanakan piket.

 Personel yang berjaga di posko berasal dari sejumlah unsur, yakni Diskominfosantik, DP3AKB, Bapenda, TNI, Polri, Satpol PP, ORARI, dan unsur terkait lainnya.

Dalam pengecekan tersebut, M. Yamin berdialog dengan petugas untuk mengetahui kondisi terkini dan kesiapan posko. Ia menanyakan kesiapan personel, ketersediaan konsumsi selama bertugas, serta perkembangan kejadian kebakaran yang dilaporkan sepanjang hari.

Bupati juga memastikan setiap laporan kebakaran telah ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui kecepatan respons sekaligus memastikan tidak ada kejadian yang luput dari pemantauan posko.

Selain mengecek personel, M. Yamin memeriksa peralatan pendukung penanganan Karhutla, termasuk mesin alkon jinjing yang digunakan untuk membantu proses pemadaman di lapangan.

Dari laporan petugas BPBD, diketahui terdapat satu unit mesin alkon yang mengalami kerusakan. M. Yamin meminta peralatan tersebut segera diperbaiki agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

"Besok harus segera diperbaiki, jangan sampai saat dibutuhkan justru tidak bisa digunakan,” tegasnya.

Pengecekan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Barito Timur memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla. Kesiapan personel, logistik, dan peralatan menjadi faktor penting untuk mempercepat penanganan setiap kejadian kebakaran.

Pemkab Barito Timur juga mengingatkan seluruh unsur terkait agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi kemarau dan kabut asap masih berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. (zi/jp). 

Bupati M. Yamin Resmikan Resort Definitif GKE Tamiang Layang Timur

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin membuka Sinode I sekaligus meresmikan peningkatan status Calon Resort menjadi Resort Definitif Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tamiang Layang Timur di Gereja GKE Imanuel Tamiang Layang, Minggu (6/9/2026).

Dalam sambutannya Bupati Barito Timur, M. Yamin, menyampaikan apresiasi atas peningkatan status tersebut. Menurutnya, peresmian Resort Definitif GKE Tamiang Layang Timur menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan kerohanian sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan.

"Peresmian resort ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pimpinan umat beragama. Pembinaan mental dan kerohanian yang baik akan membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, serta berakhlak mulia, selaras dengan visi dan misi BARTIM SEGAH menuju Gumi Jari Janang Kalalawah,” ujar M. Yamin.

Selain peresmian resort definitif, Sinode I Resort GKE Tamiang Layang Timur juga membahas sejumlah agenda penting, di antaranya pemilihan Majelis Pekerja Harian (MPH) periode 2026–2031, Majelis Pertimbangan, Badan Pemeriksa Perbendaharaan, dan komisi-komisi.

Persidangan tersebut juga akan merumuskan program kerja serta anggaran keuangan Resort GKE Tamiang Layang Timur untuk periode mendatang.

Bupati berharap seluruh rangkaian persidangan berlangsung lancar, teduh, dan harmonis serta menghasilkan kepengurusan yang memiliki dedikasi dalam menjalankan pelayanan kepada jemaat.

Ia juga mendorong kepengurusan yang terpilih untuk berperan aktif dalam memperkuat toleransi antarumat beragama dan menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Barito Timur.

Dalam kesempatan itu, M. Yamin turut mengajak jemaat dan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

"Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi yang kokoh antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Barito Timur, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Timur, DAD Barito Timur, Ketua Sinode GKE, Ketua Resort GKE Tamiang Layang Timur Pdt. Eladia, M.Th., jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Barito Timur, serta peserta Sinode. (zi/jp).

Balap Liar Diburu, 19 Kendaraan Ditilang Satlantas Polres Kapuas

KUALA KAPUAS- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kapuas menindak aksi balap liar dan kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis di sejumlah ruas jalan Kota Kuala Kapuas, Sabtu (5/9/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 unit kendaraan ditilang. 

Penindakan berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Petugas menyasar sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan aksi balap liar, yakni Jalan Pemuda, Jalan A. Yani, dan Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas.

Penindakan dilakukan dengan sistem hunting. Personel Satlantas menyasar pengendara yang diduga melakukan aksi balap liar serta kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

Sebanyak 19 unit kendaraan yang ditemukan melakukan pelanggaran dikenakan sanksi tilang. Penindakan tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran di wilayah Kota Kuala Kapuas.

Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari melalui Kasat Lantas Polres Kapuas, AKP Aries Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Penindakan terhadap aksi balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Selain menekan angka kecelakaan, penindakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Kuala Kapuas yang bebas dari penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.

Kegiatan penindakan melibatkan Kaurbinopsnal Satlantas, Kanit Gakkum Satlantas, Kanit Turjagwali Satlantas, serta personel Satlantas Polres Kapuas.

Ia menegaskan pentingnya upaya kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat serta menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif.

Penindakan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, sekaligus mencegah aksi balap liar dan penggunaan kendaraan dengan spesifikasi yang tidak sesuai ketentuan di wilayah hukum Polres Kapuas. (fah/jp).

Polres Kapuas Amankan Perempuan di Timpah, 10 Paket Diduga Sabu dan Rp6,3 Juta Disita

KUALA KAPUAS- Satuan Reserse Narkoba Polres Kapuas mengungkap dugaan tindak pidana narkotika di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial B (27) dan menyita 10 paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.

"B diamankan petugas pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah rumah yang berada di wilayah Desa Timpah," kata Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari melalui Kasat Resnarkoba Polres Kapuas, AKP Budi Utomo, Minggu (6/9/2026). 

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima polisi pada Rabu (2/9/2026). Informasi itu menyebut adanya dugaan aktivitas peredaran narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh seorang perempuan di wilayah Desa Timpah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasatresnarkoba Polres Kapuas, AKP Budi Utomo bersama personel Satresnarkoba melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut.

Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa B berada di sebuah rumah di Desa Timpah. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan B.

Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap rumah tersebut dengan disaksikan Ketua RT setempat. Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan 10 paket plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.
Barang bukti tersebut memiliki berat bruto sekitar 1,68 gram.

Tak hanya paket yang diduga berisi sabu, petugas juga menemukan sejumlah barang lainnya yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika. Barang-barang tersebut yakni satu pack plastik klip, satu unit timbangan digital, satu sendok sabu yang terbuat dari sedotan, dua dompet, satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp6,3 juta.

Dalam pemeriksaan awal, B mengakui bahwa barang-barang yang ditemukan petugas tersebut merupakan miliknya.

Selanjutnya, B bersama seluruh barang bukti diamankan ke Polres Kapuas untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

 Dalam perkara tersebut, B dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (fah/jp). 

Gubernur Kalteng Salurkan 200 Paket Bubur dan Telur untuk Petugas Karhutla Barito Timur

TAMIANG LAYANG- Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran memberikan dukungan konsumsi bagi petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Timur. 

Sebanyak 200 paket bubur kacang hijau dan 200 butir telur rebus disalurkan ke Posko Terpadu Gabungan Penanganan Karhutla Barito Timur, Minggu (6/9/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Catering Murakata Tamiang Layang dan diterima Posko Karhutla melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Damkar Barito Timur, Ahmad Gazali.

Kalaksa BPBD Damkar Bartim, Ahmad Gazali mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Gubernur Kalteng kepada personel gabungan yang masih berjibaku menangani dan mengendalikan karhutla di wilayah Barito Timur.

"Terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah atas bantuan dan perhatiannya kepada petugas yang sedang melaksanakan tugas penanganan karhutla,” ujar Ahmad Gazali.

Menurut dia, bantuan makanan tersebut bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi personel selama menjalankan tugas, baik di posko maupun di lapangan.

"Bubur kacang hijau dan telur rebus ini sangat bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan energi para petugas yang melaksanakan tugas penanganan karhutla,” katanya.

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terus berlanjut sehingga penanganan karhutla di Kabupaten Barito Timur dapat berjalan optimal.

Selanjutnya, bantuan konsumsi tersebut dibagikan kepada personel yang tergabung dalam Posko Terpadu Gabungan Penanganan Karhutla Barito Timur Tahun 2026 untuk menunjang kebutuhan energi selama bertugas. (zi/jp).

Sabtu, 05 September 2026

Bupati Barito Timur Ajak Jemaat GKE Tamiang Layang Utara Sosialisasikan Bahaya Karhutla

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin mengajak jemaat Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tamiang Layang Utara turut membantu pemerintah menyosialisasikan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat. 

Hal itu disampaikan Bupati Barito Timur, M. Yamin saat meresmikan Resort GKE Tamiang Layang Utara, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan peresmian sekaligus pelantikan Majelis Pertimbangan (MP), Majelis Resort (MR), dan Badan Pemeriksa Perbendaharaan (BPP) Resort GKE Tamiang Layang Utara periode 2026–2031 tersebut turut dihadiri Sekda Barito Timur, perwakilan Polres Bartim, jajaran Sinode GKE, Majelis Perwakilan Sinode Wilayah Kabupaten Barito Timur, perwakilan Kantor Kementerian Agama, kepala SOPD, camat, lurah dan kepala desa serta para ketua resort dan ketua jemaat se-Resort GKE Tamiang Layang Utara.

Bupati M. Yamin mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya menghadapi kondisi karhutla yang semakin parah. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan roadshow ke sejumlah desa untuk menyosialisasikan bahaya karhutla, serta mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan bencana tersebut di Palangkaraya.

Menurutnya, kondisi karhutla saat ini sudah masuk situasi darurat bencana. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dan asap mulai mengganggu aktivitas serta kehidupan masyarakat. 

Oleh karena itu, M. Yamin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk jemaat GKE, untuk bersama-sama menghadapi kondisi tersebut dengan tetap berdoa sesuai keyakinan masing-masing serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia meminta sosialisasi bahaya karhutla dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, kelompok masyarakat, hingga wilayah masing-masing, termasuk kecamatan, desa, dan RT. Masyarakat perlu memahami bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak luas terhadap berbagai sisi kehidupan.

Bupati M. Yamin juga mengingatkan masyarakat mengenai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 yang mengamanatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, baik untuk pertanian, perkebunan, pertambangan maupun kegiatan lainnya. 

Ia berharap imbauan dan peringatan pemerintah tersebut dapat dipatuhi demi mencegah karhutla semakin meluas.

Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan lainnya. 

"Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mencegahnya demi kenyamanan bersama," tandasnya. (zi/jp). 

TP-PKK Murung Raya Salurkan Bantuan Logistik ke Posko Karhutla

PURUK CAHU- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Murung Raya (Mura) menyalurkan bantuan logistik kepada Posko Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Mura, Sabtu (5/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua TP-PKK Mura, Warnita Heriyus, bersama Wakil Ketua TP-PKK Mura, Dina Maulidah Rahmanto, serta anggota TP-PKK Kabupaten Mura.

Bantuan logistik tersebut diterima langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mura, Fitrianul Fahriman. Penyerahan bantuan turut disaksikan oleh Asisten I Setda Mura, Rahmat K. Tambunan, serta Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Mura, Rudie Roy.

Ketua TP-PKK Mura, Warnita Heriyus, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TP-PKK terhadap petugas dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Murung Raya.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada para petugas yang berada di lapangan dalam menangani Karhutla. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan selama pelaksanaan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terus berkoordinasi dalam upaya penanganan Karhutla serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto, menambahkan bahwa dukungan kepada petugas dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla perlu terus diberikan, mengingat penanganan bencana membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.

"Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para petugas yang sedang menjalankan tugas di lapangan. Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan serta kesadaran seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya. (dsk/maya/jp).

TP-PKK Murung Raya Bagikan Masker dan Air Mineral di Tengah Paparan Asap Karhutla

PURUK CAHU- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Murung Raya membagikan masker dan air mineral kepada masyarakat di kawasan Bundaran Emas, Kota Puruk Cahu, Sabtu (5/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan dipimpin Ketua TP-PKK Murung Raya, Warnita Heriyus, didampingi Wakil Ketua TP-PKK Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto serta sejumlah anggota TP-PKK.

Masker dibagikan kepada masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Emas, khususnya mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Selain masker, air mineral turut diberikan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat selama beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Warnita Heriyus mengatakan, pembagian masker merupakan langkah sederhana TP-PKK untuk membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan saat kualitas udara menurun akibat asap.

 "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara sedang dipengaruhi asap. Semoga masker dan air mineral yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Warnita.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kepedulian dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk membantu mengurangi risiko karhutla sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama. (dsk/maya/jp). 

Resmikan Resort GKE Tamiang Layang Utara, Bupati M. Yamin Tekankan Toleransi dan Pembinaan Generasi Muda

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin, menegaskan pentingnya peran lembaga keagamaan dalam memperkuat toleransi, persatuan, serta pembinaan generasi muda.

Hal itu disampaikan Bupati M. Yamin saat meresmikan Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tamiang Layang Utara, Sabtu (5/9/2026).

Resort GKE Tamiang Layang Utara merupakan resort baru hasil pemekaran dari Resort GKE Tamiang Layang. Peresmian tersebut dirangkai dengan Sinode Resort I serta pelantikan Majelis Pertimbangan (MP), Majelis Resort (MR), dan Badan Pemeriksa Perbendaharaan (BPP) Resort GKE Tamiang Layang Utara periode 2026–2031.

Bupati M. Yamin menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus resort dan jemaat, kelompok pelayanan, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga terbentuknya resort baru tersebut.

 "Atas nama keluarga dan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, saya mengucapkan selamat atas diresmikannya Resort GKE Tamiang Layang Utara. Ini merupakan momentum penting bagi kita semua,” kata M. Yamin.

Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Ia berharap Resort GKE Tamiang Layang Utara dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan pembinaan umat dan generasi muda.

 "Harapan kami, resort ini terus memberikan dukungan kepada pemerintah daerah, pembinaan kepada umat, dan terutama kepada generasi muda kita agar ke depan menjadi lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.

M. Yamin menekankan, bahwa keberagaman agama dan keyakinan merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi modal dalam memperkuat persaudaraan dan persatuan.

"Kita harus terus merekatkan rasa kebangsaan dan mempersatukan seluruh umat, apa pun agama dan keyakinannya. Kita semua berbakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai dengan keyakinan masing-masing,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan toleransi, baik antara pemerintah dengan umat beragama maupun antarsesama umat.

"Keberagaman kita merupakan sebuah kebahagiaan dan anugerah. Karena itu, keberagaman harus kita dukung dan kita padukan untuk memperkuat persaudaraan, sinergisitas, kebersamaan, dan toleransi,” tegasnya.

Kepada pengurus MP, MR, dan BPP Resort GKE Tamiang Layang Utara periode 2026–2031, M. Yamin berpesan agar amanah yang diberikan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kasih.

"Selamat atas amanah yang dipercayakan. Mari kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kasih,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur, lanjut M. Yamin, berkomitmen mendukung Resort GKE Tamiang Layang Utara sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang rukun, harmonis, toleran, dan sejahtera.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Mari bersama-sama merajut persaudaraan, memperkuat sinergisitas, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjaga kebersamaan dan toleransi,” katanya.

Kegiatan peresmian dan pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, perwakilan Polres Bartim, jajaran Sinode GKE, Majelis Perwakilan Sinode Wilayah Kabupaten Barito Timur, perwakilan Kantor Kementerian Agama, kepala SOPD, camat, lurah dan kepala desa serta para ketua resort dan ketua jemaat se-Resort GKE Tamiang Layang Utara.

M. Yamin berharap kehadiran Resort GKE Tamiang Layang Utara semakin memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat Barito Timur yang rukun, harmonis, dan sejahtera.

"Pemerintah Kabupaten Barito Timur sangat mendukung Resort GKE Tamiang Layang Utara sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera. Mari bersama mewujudkan Barito Timur SEGAH,” pungkasnya. (zi/jp). 

Kapolresta Banjarmasin Pimpin Pengamanan Rapat Anggota PERADI 2026

BANJARMASIN- Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin memimpin langsung pengamanan Pembukaan Rapat Anggota Cabang (RAC) PERADI Banjarmasin Tahun 2026 di salah satu hotel di Jalan A. Yani KM 4,5, Kecamatan Banjarmasin Timur, Sabtu (5/9/2026) siang.

Pengamanan melibatkan personel Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Timur dari sejumlah satuan fungsi. Personel ditempatkan di sejumlah titik, mulai dari pintu masuk hotel, area parkir, hingga ruang utama tempat berlangsungnya rapat.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin juga memimpin apel kesiapan personel sekaligus melakukan koordinasi dengan panitia penyelenggara. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan berjalan sesuai dengan situasi dan kebutuhan selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran langsung pimpinan kepolisian di lokasi merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pengamanan dilakukan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, dengan mengedepankan langkah preventif serta koordinasi antara petugas kepolisian dan panitia penyelenggara. (fah/jp). 

PPNI Barito Timur Bagikan 20.000 Masker Gratis Hadapi Ancaman Kabut Asap Karhutla

TAMIANG LAYANG- Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Barito Timur membagikan 2.000 masker medis secara gratis kepada masyarakat sebagai upaya membantu mencegah dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (5/9/2026).

Aksi bakti sosial dan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pembagian masker dilakukan serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Barito Timur melalui koordinasi 12 komisariat PPNI.

Pembagian masker kemudian dilanjutkan pada sore hari di kawasan depan Kantor Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari seluruh komisariat PPNI yang ada di wilayah tersebut, dan diikuti oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin. 

Sekretaris DPD PPNI Barito Timur sekaligus penanggung jawab lapangan, Titis Dira Karruri, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian insan keperawatan sekaligus langkah konkret untuk membantu pemerintah daerah menghadapi dampak kesehatan akibat kabut asap.

"Pembagian masker ini merupakan upaya konkret perawat di Barito Timur untuk ikut ambil bagian bersama pemerintah daerah dalam penanggulangan dampak kesehatan akibat kabut asap,” ujar Titis.

Menurut Titis, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap kualitas udara di Barito Timur. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Merespons kondisi itu, para perawat dari 12 komisariat PPNI turun langsung ke lapangan. Selain membagikan masker, mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya menjaga kesehatan selama terjadi kabut asap.

Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak. Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi buah dan sayuran.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Barito Timur, Ns. Nelwan Adrius, S.Kep., mengatakan sebanyak 20.000 masker disiapkan untuk dibagikan dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk komitmen dan pengabdian profesi perawat untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi ancaman kesehatan akibat karhutla dan kabut asap.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Perbanyak minum air putih, konsumsi buah dan sayuran, serta gunakan masker apabila harus keluar rumah,” kata Nelwan.

Nelwan juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap.

Keluhan yang perlu mendapat perhatian antara lain batuk atau pilek yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, dada terasa berat, hingga nyeri dada.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perawat di Kabupaten Barito Timur yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh perawat di Kabupaten Barito Timur yang telah berpartisipasi dan bergandengan tangan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Aksi pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengapresiasi langkah PPNI Barito Timur yang turun langsung membantu masyarakat di tengah kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

Melalui kegiatan ini, PPNI Barito Timur berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, khususnya kesehatan saluran pernapasan, semakin meningkat.

PPNI Barito Timur juga mengajak seluruh pihak bersama-sama mencegah dan menghentikan praktik pembakaran lahan yang dapat memperburuk kualitas udara serta meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat. (zi/jp). 

Warga Ray 17 Desa Beringin Gelar Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi dan Keteladanan

MARABAHAN- Warga Ray 17 Desa Beringin RT. 07, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Darul Aman, Sabtu (5/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri warga setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara berupa pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sholawat.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Ustaz Abdulrahman Hamid sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan serta menerapkan nilai-nilai Islam, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

"Maulid ini bukan hanya seremonial. Mari kita jadikan momentum untuk meneladani sifat jujur, amanah, dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW dalam bertetangga dan bermasyarakat," ujar Ustaz Abdulrahman.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada warga dan para donatur yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan acara.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, pembacaan sholawat, dan ramah tamah yang diikuti warga.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus meningkatkan kecintaan dan keteladanan terhadap Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (fah/jp). 

Bupati Barito Timur Cek Kesiapan Posko Karhutla, Petugas Siaga 24 Jam

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin meninjau Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman GPU Mantawara, Tamiang Layang, Sabtu (5/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Barito Timur.

Dalam peninjauan tersebut, M. Yamin mengecek kesiapsiagaan personel sekaligus memastikan koordinasi antarunsur berjalan optimal. Posko tersebut menjadi salah satu pusat koordinasi pemerintah daerah dalam upaya penanganan dan antisipasi dampak karhutla.

Berdasarkan jadwal piket, personel yang bertugas pada Sabtu berasal dari BPKAD, Dinas Transnaker, Dinas Dukcapil, BKPSDM, TNI, Polri, dan ORARI. Mereka dituntut dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas selama 24 jam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bupati M. Yamin mengapresiasi seluruh personel yang telah menjalankan tugas dan mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi situasi karhutla.

"Terima kasih kepada seluruh petugas yang sudah melaksanakan tugas dan siap siaga. Tetap semangat dalam menjalankan tugas dan yang paling penting selalu menjaga kesehatan,” kata M. Yamin.

Ia meminta seluruh personel mempertahankan kekompakan dan meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan koordinasi yang baik, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Posko Karhutla Kabupaten Barito Timur dibentuk sebagai langkah antisipasi dan mitigasi menyikapi meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Keberadaan posko juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang dapat ditimbulkan, seperti meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, kekeringan, serta kondisi lainnya.

Selain dukungan personel, posko dilengkapi sarana pendukung, antara lain ambulans dan tenaga medis, kendaraan patroli, mobil pemadam kebakaran, serta mobil tangki air untuk menunjang penanganan karhutla di lapangan. (zi/jp). 

Polsek Dusun Tengah Bersama PPNI Bagikan Masker Gratis di Tengah Kabut Asap

TAMIANG LAYANG- Polsek Dusun Tengah bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Barito Timur wilayah Ampah membagikan masker gratis kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (5/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Simpang Empat Bundaran Ampah. Personel Polsek Dusun Tengah bersama Ketua PPNI Kabupaten Barito Timur membagikan masker kepada masyarakat yang melintas sekaligus mengedukasi warga mengenai pentingnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda PPNI Kabupaten Barito Timur yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Polsek Dusun Tengah.

"Ini merupakan agenda dari PPNI Kabupaten Barito Timur yang telah menyurati kami untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis kepada masyarakat. Sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kami turut bersama-sama membagikan masker,” ujar Stefanus.

Menurutnya, penggunaan masker penting dilakukan masyarakat, khususnya saat beraktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi.

"Kami berharap masyarakat semakin disiplin menggunakan masker apabila melakukan aktivitas di luar rumah, guna mengurangi risiko gangguan pernapasan dan ISPA,” katanya.

IPTU Stefanus juga menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Ampah beserta seluruh staf yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada pihak Puskesmas Ampah beserta staf atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan hari ini. Semoga kondisi kabut asap ini segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (zi/jp). 

Jumat, 04 September 2026

Polres Lamandau Musnahkan 7,2 Kg Sabu Senilai Rp10,82 Miliar

NANGA BULIK- Kepolisian Resor (Polres) Lamandau, Polda Kalimantan Tengah, memusnahkan barang bukti narkotika berupa 7.216,49 gram atau sekitar 7,2 kilogram sabu dan 69 butir pil inex hasil pengungkapan empat perkara sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Jika menggunakan estimasi harga Rp1,5 juta per gram, sabu yang dimusnahkan tersebut bernilai sekitar Rp10,82 miliar.

Pemusnahan barang bukti dilakukan pada Jum'at (4/9/2026). Kapolres Lamandau, AKBP Eko Yusmiarto melalui Kasat Resnarkoba AKP Fery Endro Priyawanto, mengatakan barang bukti tersebut telah melalui proses penyidikan dan memperoleh penetapan status sebagai barang sitaan dari Kepala Kejaksaan Negeri Lamandau.

"Sebagian barang bukti digunakan untuk pemeriksaan laboratorium dan kepentingan pembuktian di persidangan, sedangkan sebagian lainnya dimusnahkan,” kata Fery.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 7.216,49 gram sabu dan 69 butir pil inex dengan berat keseluruhan 26,80 gram. Berdasarkan estimasi harga Rp1,5 juta per gram, nilai sabu tersebut mencapai Rp10.824.735.000.

Empat perkara yang menjadi sumber barang bukti itu diungkap Satresnarkoba Polres Lamandau dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Kasus pertama diungkap pada 9 Juli 2026 di Jalan Lintas Trans Kalimantan, tepatnya di depan SPBU Desa Purworejo, Kecamatan Sematu Jaya. Polisi menangkap MA dan menyita sabu seberat 104,45 gram.

Selanjutnya, pada 29 Juli 2026, polisi menangkap FS dan S di Jalan Lintas Trans Kalimantan, Desa Cuhai, Kecamatan Lamandau. Dari kedua tersangka, polisi mengamankan sabu dengan berat bersih 1.951 gram.

Pengungkapan terbesar terjadi pada 4 Agustus 2026 di Desa Cuhai. Polisi menangkap MF dan ESS dengan barang bukti sabu seberat 3.991,33 gram.

Kasus keempat diungkap pada 18 Agustus 2026 di Desa Cuhai. Polisi mengamankan LFM beserta 1.195,25 gram sabu dan 72 butir pil inex. Dengan demikian, empat perkara tersebut melibatkan enam tersangka.

Fery mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, narkotika yang diamankan dari para tersangka diduga diperoleh dari Pontianak, Kalimantan Barat. Barang tersebut kemudian dibawa melalui jalur darat menuju sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

"Narkotika tersebut diduga akan diedarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Pangkalan Bun, Sampit, dan Palangka Raya,” ujarnya.

Polres Lamandau juga memetakan sejumlah jalur yang diduga digunakan dalam jaringan peredaran narkotika, yakni Pontianak-Lamandau-Pangkalan Bun, Pontianak-Lamandau-Sampit, Pontianak-Lamandau-Palangka Raya, serta Pontianak-Lamandau-Banjarmasin-Samarinda.

Menurut Fery, jaringan tersebut diduga berkaitan dengan peredaran narkotika lintas wilayah, termasuk jaringan internasional yang masuk ke Indonesia melalui kawasan perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia.

Pengungkapan empat perkara tersebut merupakan bagian dari penindakan narkotika yang dilakukan Polres Lamandau sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Dalam periode tersebut, Satresnarkoba Polres Lamandau mengungkap 20 perkara narkotika dengan 33 tersangka. Seluruh tersangka yang diamankan dalam pengungkapan tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Dari 20 perkara itu, polisi menyita 57.246,48 gram atau sekitar 57,2 kilogram sabu, 15.450 butir pil inex, serta lima cartridge etomidate.

Kepolisian memperkirakan pemusnahan 7.216,49 gram sabu tersebut dapat mencegah narkotika itu beredar dan disalahgunakan masyarakat.

Dengan asumsi satu gram sabu digunakan oleh 10 orang, kepolisian menyebut barang bukti yang dimusnahkan tersebut setara dengan potensi paparan terhadap sekitar 72.164 orang.

Namun, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan asumsi kepolisian dan bukan jumlah pengguna yang secara faktual teridentifikasi.

Para tersangka dalam perkara tersebut dijerat dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang tentang Narkotika sesuai pasal yang disangkakan. Kepolisian menyebut ancaman pidananya dapat mencapai 20 tahun penjara hingga pidana mati serta denda maksimal Rp10 miliar, bergantung pada pasal yang diterapkan dalam masing-masing perkara.

Selain sabu dan pil inex, Polres Lamandau juga menemukan etomidate dalam pengungkapan perkara narkotika sepanjang 2026.

Etomidate merupakan agen anestesi intravena yang dalam penggunaan medis berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan zat tersebut, termasuk melalui cairan vape, dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, antara lain gangguan kesadaran, gangguan pernapasan, dan penekanan fungsi adrenal.

Polres Lamandau mengimbau masyarakat menjauhi penyalahgunaan narkotika dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan indikasi peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar. (zi/emca/jp).

Pemdes Belandean Ucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan RI Ke-81


JURNALISPOST.ONLINE - Pemerintah Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala mengucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tahun pada tanggal 2 September 2026.

"Menguatkan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas."

Jurnalispost Online Ucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81


JURNALISPOST.ONLINE - Keluarga besar Media Siber Jurnalispost.Online mengucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tahun pada tanggal 2 September 2026.

"Menguatkan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas."

Bupati Barito Utara Tegaskan Pengawasan Karhutla, Kesiapan Sarpras PBS Jadi Sorotan

PALANGKA RAYA- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dengan memastikan kesiapan perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan dalam menghadapi potensi kebakaran.

Penegasan tersebut disampaikan H Shalahuddin saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan dan Pencegahan Karhutla pada Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jum'at (4/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati menyampaikan kondisi dan langkah kesiapsiagaan Kabupaten Barito Utara, termasuk keberadaan PBS serta luas wilayah perkebunan yang menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara yang disampaikan dalam rapat, terdapat 11 PBS yang beroperasi di wilayah Barito Utara. Sebanyak sembilan perusahaan memiliki kebun aktif, satu perusahaan bergerak di bidang pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS), dan satu perusahaan bergerak di sektor perkebunan karet.

Total luas Izin Usaha Perkebunan (IUP) di Barito Utara mencapai 130.754,72 hektare. Dari luasan tersebut, 34.199,67 hektare telah ditanami.

Menurut H Shalahuddin, luas wilayah perkebunan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan perusahaan dalam mencegah dan menangani karhutla. Karena itu, pemerintah daerah mendorong setiap perusahaan memastikan sarana dan prasarana (sarpras) pemadaman dalam kondisi siap digunakan.

Sarpras yang menjadi perhatian antara lain mobil tangki air, mesin pompa, selang pemadam, menara pemantau, serta perangkat pemantauan udara menggunakan drone. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk mempercepat respons apabila ditemukan titik api di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pengawasan terhadap kesiapan PBS dilakukan melalui koordinasi Pemkab Barito Utara bersama TNI, Polri, BPBD, instansi vertikal, relawan, dan pihak perusahaan. Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pencegahan dan penanganan karhutla secara konsisten.

Selain memperkuat pengawasan perusahaan, Pemkab Barito Utara telah menetapkan sejumlah kebijakan sebagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/399/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Barito Utara Tahun 2026.

Pemkab Barito Utara juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1144/BPBD/VIII/2026 yang menginstruksikan organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, unit pelaksana teknis (UPT), hingga satuan pendidikan untuk melarang pembakaran hutan dan lahan.

Upaya pencegahan juga diarahkan pada penguatan peran masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Pemerintah daerah mengapresiasi program perusahaan yang memberikan penghargaan kepada desa binaan yang mampu menjaga wilayahnya dari kebakaran melalui program Desa Bebas Api.

Salah satunya dilakukan PT Multipersada Gatramegah (MPG) yang memberikan penghargaan sebesar Rp25 juta kepada desa binaan di sekitar wilayah operasional perusahaan atas konsistensinya dalam upaya pencegahan karhutla.

Keseriusan Pemkab Barito Utara dalam penanganan karhutla juga ditunjukkan melalui keterlibatan langsung Bupati di lapangan. Pada Minggu (30/8/2026), Shalahuddin bersama tim gabungan turun menangani kebakaran lahan di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan.

Kebakaran tersebut melanda sekitar 25 hektare lahan dan berdampak pada kebun masyarakat yang ditanami karet, kelapa sawit, jeruk, serta sejumlah tanaman hortikultura lainnya.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan melakukan pemadaman. Bupati turut terlibat langsung bersama petugas dan relawan dalam upaya mengendalikan api.

Kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman warga maupun kawasan hutan lindung.

Keterlibatan langsung Bupati di lapangan dan penegasan dalam rapat koordinasi di Palangka Raya menjadi bagian dari langkah Pemkab Barito Utara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Pemerintah daerah menempatkan pencegahan dini, kesiapan sarpras, koordinasi lintas sektor, serta pengawasan terhadap aktivitas perkebunan sebagai bagian penting dalam menekan risiko kebakaran. (emca/jp). 

Komisi II DPRD Kalsel Dorong Penguatan Sarana dan Kolaborasi Tangani Karhutla di Tanah Laut

TANAH LAUT- Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan sarana dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut. Hal itu disampaikan saat Komisi II melakukan monitoring ke Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut, Jum'at (4/9/2026).

Kunjungan dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H Jahrian bersama jajaran Komisi II. Dalam pertemuan tersebut, rombongan berdiskusi dengan jajaran KPH Tanah Laut dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan terkait langkah pencegahan dan penanganan karhutla.

H Jahrian mengatakan, monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dan langkah yang terencana agar dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.

"Kami ingin bersosialisasi, bertukar pendapat, dan berkolaborasi bagaimana tindakan pemerintah bersama DPRD serta masyarakat dalam mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terus menjadi perhatian bersama,” ujar H Jahrian.

Dalam diskusi tersebut, Komisi II menyampaikan sejumlah masukan, termasuk perlunya penyediaan titik-titik pompa air di kawasan yang rawan kebakaran. Selain itu, koordinasi lintas sektor serta dukungan sarana dan prasarana bagi petugas di lapangan dinilai perlu diperkuat untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.

"Kami mengharapkan adanya sistem yang terukur dan terkendali. Dukungan anggaran dan fasilitas juga perlu diperkuat agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kepala KPH Tanah Laut, Heru Wibowo, mengapresiasi perhatian Komisi II DPRD Kalsel terhadap upaya pengendalian karhutla. Ia menilai dukungan DPRD menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas KPH, terutama dari sisi peralatan dan dukungan anggaran.

"Kami berterima kasih kepada Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang memberikan perhatian terhadap KPH Tanah Laut dalam penanganan kebakaran. Kami berharap dukungan ini dapat membantu memperkuat kebutuhan peralatan dan anggaran demi menjaga kelestarian hutan kita,” ujar Heru.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Alif, berharap dukungan DPRD terhadap pengendalian karhutla dapat terus berlanjut. Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan agar langkah pencegahan dan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Penguatan sarana, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp). 

Komisi I DPRD Kalsel Soroti Karhutla Bati-Bati, Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

TANAH LAUT- Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama BPBD Kalsel, BPBD Kabupaten Tanah Laut, dan relawan gabungan meninjau langsung dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Jum'at (4/9/2026).

Peninjauan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kalsel, H Rais Ruhayat, untuk melihat kondisi terkini sekaligus menggali informasi dari masyarakat mengenai penyebab dan penanganan karhutla yang berulang setiap musim kemarau.

Dalam dialog dengan aparat desa dan warga, rombongan memperoleh informasi bahwa kebakaran di kawasan rawa Bati-Bati telah terjadi berulang dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut cenderung memburuk ketika kemarau berlangsung panjang dan lahan rawa mengalami kekeringan.

H Rais mengatakan, kemarau tahun ini membuat kawasan rawa menjadi sangat kering sehingga api lebih mudah muncul dan menyebar. Menurut dia, selain faktor cuaca, aktivitas manusia juga menjadi salah satu pemicu kebakaran.

"Dari masukan yang kami terima, ada kebakaran yang memang disengaja dan ada juga yang tidak disengaja. Sebagian masyarakat masih memiliki kebiasaan membakar lahan rawa saat musim kemarau dengan anggapan bahwa ketika musim hujan datang akan banyak ikan yang masuk ke kawasan tersebut,” ujarnya.

Selain pembakaran lahan, kata H Rais, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan rawa juga berpotensi memicu kebakaran secara tidak sengaja, antara lain akibat puntung rokok maupun sumber api lainnya.

Ia menilai kondisi sungai dan rawa yang mengering membuat api lebih cepat menjalar. Karena itu, upaya pencegahan dinilai harus menjadi prioritas, tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

"Jangan hanya fokus memadamkan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.

Komisi I DPRD Kalsel, lanjut H Rais, akan mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidur di kawasan rawa agar lebih produktif. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk mencari skema pemanfaatan lahan yang dapat melibatkan masyarakat.

"Kami ingin mendorong agar lahan-lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan bisa digunakan untuk kegiatan produktif, seperti berkebun, bercocok tanam, menanam padi, atau usaha pertanian musiman lainnya. Dengan begitu lahan tersebut terawat dan risiko kebakaran dapat ditekan,” katanya.

H Rais menyebut, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, terdapat sejumlah wilayah dengan karakteristik lahan serupa tetapi memiliki tingkat kebakaran lebih rendah karena lahannya dikelola dan dimanfaatkan masyarakat.

Menurut dia, pengelolaan lahan secara produktif dapat menjadi salah satu strategi jangka panjang untuk mengurangi potensi karhutla.

"Intinya, kita tidak hanya berfokus pada penanganan karhutla ketika sudah terjadi. Yang lebih penting adalah bagaimana memaksimalkan dan merawat lahan-lahan tidur ini sejak awal. Jika lahannya produktif dan terkelola dengan baik, risiko kebakaran meluas dapat ditekan,” pungkasnya. (sar/ali/jp).

Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Raperda Perubahan APBD 2026, Pemkab Barito Utara Siapkan Jawaban Eksekutif

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara menerima dokumen Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Dokumen tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I Tahun 2026 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Barito Utara, Jum'at (4/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Muhlis, mewakili Bupati Barito Utara menghadiri rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, H Benny Siswanto. Rapat turut dihadiri Ketua DPRD Barito Utara, Hj Mery Rukaini, anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala organisasi perangkat daerah dan tamu undangan lainnya. 

Agenda utama rapat adalah penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang sebelumnya diajukan oleh pemerintah daerah.

Dalam rapat tersebut, juru bicara masing-masing fraksi secara bergantian menyampaikan pandangan umum yang berisi tanggapan, masukan, evaluasi, serta catatan strategis terhadap rancangan perubahan anggaran yang diajukan pihak eksekutif.

Penyampaian pandangan umum fraksi menjadi bagian penting dalam proses pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026. Masukan dari legislatif selanjutnya menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk memberikan jawaban eksekutif sekaligus menyempurnakan rancangan perubahan APBD sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya.

Pada akhir rapat, Pimpinan DPRD Barito Utara menyerahkan dokumen Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Dokumen tersebut diterima langsung oleh Sekda Barito Utara, Muhlis.

Sekda Barito Utara, Muhlis mengapresiasi masukan dan evaluasi yang disampaikan seluruh fraksi DPRD sebagai bagian dari proses pembahasan anggaran yang konstruktif.

"Pemda sangat mengapresiasi setiap masukan, evaluasi, dan catatan strategis dari seluruh fraksi DPRD. Dokumen ini akan segera kami kaji secara komprehensif sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun jawaban eksekutif pada tahapan sidang paripurna berikutnya,” kata Muhlis.

Menurutnya, pandangan umum fraksi menjadi salah satu bahan penting bagi Pemkab Barito Utara dalam menyempurnakan Raperda Perubahan APBD 2026 agar kebijakan anggaran yang ditetapkan tetap sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 selanjutnya akan berlanjut sesuai tahapan persidangan DPRD, termasuk penyampaian jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi. (emca/jp). 

Kasus ISPA di Bartim Melonjak hingga 280, Dinkes Imbau Warga Waspada dan Gunakan Masker

TAMIANG LAYANG- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Data Dinas Kesehatan Bartim mencatat, kasus ISPA melonjak hingga 280 kasus pada minggu ke-33, periode 23–29 Agustus 2026.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang periode pemantauan minggu ke-18 hingga minggu ke-33 tahun 2026. Jika dibandingkan dengan minggu ke-18 yang mencatat 119 kasus, jumlah kasus pada minggu ke-33 meningkat 161 kasus atau sekitar 135 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Bartim, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, melalui Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Mayerni, SKM, mengatakan peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian bersama.

"Tren kasus ISPA dari minggu ke-18 sampai minggu ke-33 menunjukkan pola fluktuatif, namun ada kecenderungan meningkat pada minggu-minggu terakhir,” kata Mayerni melalui sambungan via whatsapp kepada wartawan ini, Jum'at (4/9/2026). 

Berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), kasus ISPA sempat berada pada angka 97 kasus pada minggu ke-19 dan minggu ke-22. Namun, setelah itu kasus cenderung meningkat.

Pada minggu ke-25 tercatat 207 kasus, kemudian 165 kasus pada minggu ke-28. Selanjutnya jumlah kasus terus berada di atas 200 kasus, yakni 227 kasus pada minggu ke-29, 216 kasus pada minggu ke-30, 223 kasus pada minggu ke-31, 251 kasus pada minggu ke-32, dan mencapai puncaknya sebanyak 280 kasus pada minggu ke-33.

Mayerni menegaskan, meski jumlah kasus mengalami peningkatan, kondisi pasien ISPA yang terpantau saat ini masih tergolong ringan.

"Untuk sementara kasus ISPA masih kasus ringan. Belum ada kasus berat sampai sesak napas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan, terutama di tengah potensi paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak sehat.

Ia mengimbau masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Apabila dirasa sakit, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbau Mayerni.

Mengantisipasi terus meningkatnya kasus ISPA, ujar Mayerni, Dinas Kesehatan Bartim telah melakukan sejumlah langkah pencegahan dan kesiapsiagaan.

Sekitar dua bulan lalu, lanjut Mayerni, Dinkes telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi peningkatan penyakit ISPA, diare, dan DBD di wilayah masing-masing.

Selain itu, puskesmas telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya ketiga penyakit tersebut.

Dinkes juga memastikan kesiapan pelayanan kesehatan. Rumah sakit dan seluruh puskesmas telah menyediakan ruang oksigen untuk mengantisipasi apabila terdapat pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ketersediaan masker juga diperkuat hingga tingkat pelayanan kesehatan paling dekat dengan masyarakat. Masker tersedia di puskesmas untuk didistribusikan ke pustu dan polindes. Dinkes bersama puskesmas dan lintas sektor juga telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat.

Sementara itu, perkembangan kasus ISPA terus dipantau melalui laporan dari pustu dan puskesmas menggunakan sistem SKDR. Pelaporan kasus ISPA dilakukan setiap hari untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi peningkatan kasus maupun perubahan tingkat keparahan.

Dinkes Bartim juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan logistik kesehatan, termasuk masker dan obat-obatan, sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi peningkatan kasus ISPA.

Dengan kasus yang kini mencapai 280 kasus dalam satu pekan, Dinas Kesehatan meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala ISPA dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan, terutama jika disertai gejala yang semakin berat. (zi/jp). 

Kapolresta Banjarmasin Tekankan Peningkatan Pelayanan Saat Anev di Polsek Banjarmasin Timur

BANJARMASIN- Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Hal itu ditegaskan Kombes Pol Riza Muttaqin saat melakukan kunjungan kerja ke Polsek Banjarmasin Timur, Jum'at (4/9/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Analisis dan Evaluasi (Anev) terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta kinerja personel di tingkat kewilayahan.

"Kehadiran saya di sini untuk melakukan Anev gangguan Kamtibmas serta optimalisasi kinerja,” ujar Riza di hadapan personel Polsek Banjarmasin Timur.

Dalam arahannya, Riza meminta seluruh personel memastikan setiap tugas kepolisian berjalan optimal, terutama dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan terbaik kepada masyarakat.

"Saya minta jangan sampai ada keluhan masyarakat. Alhamdulillah, semua sudah bagus dan tolong dijaga serta ditingkatkan,” tegasnya.

Riza menegaskan, evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja personel akan dilakukan secara berkelanjutan. Kunjungan kerja serupa juga akan dilaksanakan ke seluruh Polsek jajaran Polresta Banjarmasin.

Didampingi Kapolsek Banjarmasin Timur, Kompol Morris Widhi Harto, S.I.K., M.H., Riza mengingatkan seluruh personel agar terus menjaga kualitas pelaksanaan tugas serta meningkatkan kehadiran dan pengabdian di tengah masyarakat.

Ia juga meminta personel menjadikan Commander’s Wins “Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan” sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, Kapolresta Banjarmasin berharap kinerja jajaran kewilayahan semakin optimal, sekaligus memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. (fah/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes