TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar rapat koordinasi (rakor) pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (13/5/2026), di ruang rapat kantor Bupati setempat.
Rakor dipimpin Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Bartim, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, Danyon TP 924/UM, perwakilan perusahaan tambang dan perkebunan, serta para camat se-Barito Timur.
Dalam arahannya, Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu, menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi karhutla, terutama menjelang puncak musim kemarau.
"Diperlukan komitmen dan kerja sama semua pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” ujarnya.
Sejumlah hal dibahas dalam rakor tersebut, di antaranya laporan kesiapan personel, ketersediaan peralatan, pemetaan titik rawan kebakaran, serta identifikasi sumber air oleh camat dan pihak perusahaan di wilayah masing-masing.
Selain itu, rakor juga membahas mekanisme penanganan korban pascabencana serta pemberian bantuan bagi warga terdampak kebakaran.
Pemkab Bartim turut mendorong pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang akan dibina bersama pihak perusahaan sebagai bagian dari penguatan pencegahan di tingkat desa.
Ari juga mengimbau pihak dunia usaha untuk berperan aktif dengan memasang spanduk imbauan pencegahan karhutla serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menegaskan, bahwa camat, lurah, dan kepala desa menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan karhutla melalui koordinasi intensif dengan instansi terkait dan perusahaan di wilayah masing-masing.
Sebelumnya, Pemkab Barito Timur telah menerbitkan Surat Edaran Bupati tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau. (zi/jp).








































