BANJARMASIN- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmen memperkuat pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2026 yang digelar di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (5/3/2026).
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin yang diwakili Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, HM. Muslim, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Rakorda dinilai sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam menjalankan program pembangunan keluarga.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Muhidin, menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan atas terselenggaranya Rakorda Program Bangga Kencana.
"Kegiatan ini merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan sekaligus mengevaluasi program dan kegiatan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan keluarga,” ujarnya.
H Muhidin juga menyoroti kondisi Indonesia yang saat ini berada dalam periode bonus demografi. Menurutnya, situasi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus tantangan yang harus dikelola secara tepat.
"Bonus demografi adalah peluang besar untuk memperkuat daya saing bangsa. Namun tanpa pengelolaan yang baik, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial dalam pembangunan,” katanya.
Di sisi lain, berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia diperkirakan mencapai 65,82 juta jiwa pada 2045. Hal ini menunjukkan Indonesia juga mulai memasuki fase penuaan penduduk.
Oleh karena itu, berbagai langkah transformasi yang dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dinilai menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan keluarga.
Sejumlah program prioritas yang dijalankan antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta penguatan peran lanjut usia.
Program tersebut juga diperkuat dengan upaya peningkatan kualitas gizi keluarga, termasuk melalui program pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
H Muhidin menyebutkan, bahwa upaya penanganan stunting di Kalimantan Selatan dalam lima tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun demikian, diperlukan langkah strategis dan kolaboratif untuk terus menurunkan angka stunting di daerah.
"Rakorda ini penting untuk merumuskan program, kegiatan, dan rencana aksi dalam mempercepat penurunan stunting di Kalimantan Selatan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 antara Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, dengan 13 kepala perangkat daerah kabupaten/kota yang membidangi kependudukan dan pembangunan keluarga.
Selain itu, diserahkan sejumlah bantuan dari para pemangku kepentingan serta penghargaan Genting Award 2025 dan penghargaan lainnya terkait pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Kegiatan Rakorda ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda Kalimantan Selatan, TP PKK Provinsi Kalsel, instansi vertikal, SOPD lingkup Pemprov Kalsel, DPRD kabupaten/kota, mitra kerja strategis, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (ran/ali/jp).