BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Rabu, 17 Juni 2026

Optimalkan Aset Daerah, UPT Pengembangan Ternak Bangi Wao Sumbang PAD dari Penjualan Sapi

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus mengoptimalkan pemanfaatan UPT Pengembangan Ternak Bangi Wao sebagai pusat pengembangan peternakan sapi dan ayam pedaging berbasis kemitraan. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada penguatan sektor peternakan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Abianhin, mengatakan UPT tersebut kini berfungsi tidak sekadar sebagai lokasi pembibitan, tetapi juga sebagai unit produktif yang menghasilkan ternak siap jual.

Menurut dia, pengelolaan UPT terus diarahkan agar lebih optimal sehingga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.

"UPT ini kita dorong menjadi unit yang produktif, bukan hanya tempat pembibitan, tetapi juga menghasilkan ternak yang bisa dipasarkan,” ujar Abianhin kepada wartawan ini melalui sambungan telepon via whatsapp, Rabu (17/6/2026) sore. 

Abianhin menjelaskan, sepanjang 2025 pihaknya telah menjual enam ekor sapi bibit dari UPT Pengembangan Ternak Bangi Wao sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset daerah.

Memasuki 2026, hingga pertengahan tahun ini, sudah dua ekor sapi kembali terjual dari total rencana enam ekor yang akan dilepas ke pasar secara bertahap. Dengan demikian, total penjualan sejak 2025 mencapai delapan ekor sapi.

Ia menyebutkan, proses penjualan dilakukan secara selektif dan bertahap menyesuaikan kondisi serta permintaan pasar ternak di wilayah setempat.

"Semua hasil penjualan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Abianhin.

Ia menegaskan, seluruh transaksi penjualan dilakukan secara terbuka dan sesuai harga pasar yang berlaku. Masyarakat yang berminat membeli sapi dari UPT tersebut dapat langsung datang ke lokasi.

"Harganya sesuai pasar, dan mekanismenya terbuka,” tambahnya. (zi/jp). 

DPRD Kalsel Setujui Perda Penanaman Modal, Perkuat Kepastian Hukum bagi Investor

BANJARMASIN- DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal menjadi peraturan daerah dalam Rapat Paripurna yang digelar di Banjarmasin, Rabu (17/6/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Dr. H Supian HK, didampingi para wakil ketua DPRD, serta dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, dan anggota dewan.

Persetujuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kepastian hukum dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Kalimantan Selatan. Selain itu, regulasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal, H Jahrian, menjelaskan bahwa regulasi tersebut disusun sebagai pedoman penyelenggaraan investasi di daerah sekaligus memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para investor.

"Raperda ini sangat penting sebagai landasan hukum dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif. Harapannya, investasi yang masuk ke Kalimantan Selatan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan laporan pansus.

Ia menambahkan, perda tersebut mengatur berbagai aspek strategis, mulai dari kewenangan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanaman modal, hak dan kewajiban investor, pemberian insentif dan kemudahan berusaha, hingga mekanisme pembinaan dan pengawasan kegiatan investasi.

Usai pengambilan keputusan, Pendapat Akhir Gubernur Kalsel yang disampaikan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kalsel, H Subhan Nor Yaumil, menyampaikan apresiasi kepada DPRD, khususnya pansus, atas sinergi dan kerja sama selama proses pembahasan.

Pemerintah Provinsi Kalsel menilai investasi merupakan salah satu motor penggerak pembangunan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing daerah. Karena itu, kepastian regulasi, kemudahan pelayanan, dan stabilitas daerah menjadi faktor utama untuk menarik minat investor.

"Perda ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan investasi, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar H Subhan.

Pada rapat yang sama, pemerintah daerah juga menyampaikan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dokumen tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pelaksanaan pengelolaan keuangan selama satu tahun anggaran sekaligus wujud komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Rapat paripurna tersebut menegaskan komitmen bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat regulasi daerah, mendorong investasi, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (sar/ali/jp). 

Tak Berkutik di Tangan Polisi, Pengedar Sabu di Matabu Dibekuk

TAMIANG LAYANG- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barito Timur kembali mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial AR (35) warga Matabu ditangkap bersama barang bukti sabu seberat 1,78 gram bruto.

Penangkapan dilakukan di Jalan Simpang Mangkarap, Desa Matabu, RT. 04 RW. 01, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H. melalui Kasatresnarkoba IPTU Ismail Lubis, S.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan peredaran narkotika di wilayah Barito Timur.

"Penangkapan dilakukan setelah dilakukan penyelidikan, kemudian petugas mengamankan tersangka di lokasi kejadian,” ujar IPTU Ismail, Rabu (17/6/2026).

Dalam proses penindakan, petugas melakukan penggeledahan badan dan tempat dengan disaksikan warga serta Ketua RT setempat. Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu paket diduga sabu yang dibungkus plastik klip bening seberat 1,78 gram bruto dan tisu putih.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Infinix Smart 9 warna silver beserta kartu SIM Telkomsel yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelaku.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Barito Timur untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Atas perbuatannya, tersangka AR dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan yang berlaku. (zi/jp). 

Suasana Haru Warnai Kenal Pamit Pejabat Polres Seruyan

KUALA PEMBUANG- Suasana haru mewarnai kegiatan kenal pamit pejabat di lingkungan Polres Seruyan yang digelar di Aula Patriatama 95 Polres Seruyan, Rabu (17/6/2026). Momen perpisahan dan penyambutan pejabat baru berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Kegiatan yang dipimpin Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi tersebut merupakan rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) terhadap 11 pejabat di lingkungan Polres Seruyan, Polda Kalimantan Tengah.

Sejumlah pejabat lama yang akan berpindah tugas tampak menerima ucapan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi selama bertugas di Polres Seruyan. Sementara itu, pejabat baru yang resmi bergabung disambut hangat oleh jajaran kepolisian setempat.

Dalam sambutannya Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi, menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas pengabdian dan kerja keras yang telah diberikan selama menjalankan tugas.

"Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama bertugas di Polres Seruyan. Semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru,” ujar Kapolres.
Kepada pejabat baru, Kapolres berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja serta memahami karakteristik wilayah hukum Polres Seruyan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi dan pendekatan yang humanis.

Pergantian jabatan yang meliputi sejumlah posisi strategis, di antaranya Kabagops, Kasatpolairud, Kasatsamapta, Kasatresnarkoba, Kapolsek Seruyan Hilir, dan Kapolsek Seruyan Hulu itu diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi. (gan/jp). 

Polres Tabalong Bangun Sumur Bor di Desa Sei Pimping, Dukung Akses Air Bersih dan Ketahanan Pangan

TANJUNG- Polres Tabalong bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong membangun sumur bor di Desa Sei Pimping, Kecamatan Tanjung, Rabu (17/6/2026). Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya mendukung penyediaan air bersih dan ketahanan pangan di daerah.

Kegiatan ditandai dengan mengikuti Zoom Meeting Ground Breaking pembangunan sumur bor yang terpusat di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Acara dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan diikuti serentak oleh seluruh jajaran Polres di Kalimantan Selatan.

Di Tabalong, kegiatan dihadiri Wakapolres Tabalong, Kompol Hasannudin mewakili Kapolres Tabalong, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong Fahrul Raji, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Rahmani, pejabat utama Polres Tabalong, Kapolsek Tanjung Ipda Ferry Andika Mei Hermawan, serta Kepala Desa Sei Pimping Abdul Hasan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari program penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menurutnya, seluruh Polres jajaran telah melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih sehingga program tersebut dapat tepat sasaran.

"Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pembangunan sumur bor juga diharapkan mampu mendukung sektor pertanian, khususnya untuk kebutuhan budidaya padi dan jagung dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

Terpisah, Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, menyatakan pembangunan sumur bor merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus dukungan nyata bagi sektor pertanian.

"Melalui pembangunan sumur bor ini diharapkan masyarakat lebih mudah mendapatkan akses air bersih serta membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian. Program ini merupakan wujud sinergi Polri dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tabalong,” katanya.

Pembangunan sumur bor di Desa Sei Pimping diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan sektor pertanian. (fah/jp). 

Pemkab HSS Siapkan 2.350 Porsi Konsumsi untuk Haul ke-5 Abah Guru Kapuh

KANDANGAN- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyalurkan bantuan 2.350 porsi makan dan minum untuk mendukung pelaksanaan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh yang akan digelar di Majelis Al-Hidayah Kapuh, Kecamatan Simpur, Sabtu (20/6/2026) malam. 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati HSS, H Suriani, kepada panitia pelaksana di Majelis Al-Hidayah Kapuh, Rabu (17/6/2026), sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kelancaran kegiatan keagamaan yang diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Wakil Bupati HSS, H Suriani, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelaksanaan haul para ulama yang telah memberikan kontribusi besar dalam syiar Islam dan pembinaan umat di daerah.

"Pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan agar pelaksanaan haul dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jamaah yang hadir,” ujarnya.

Menurut H Suriani, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan konsumsi, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan pendukung lainnya melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik.

Haul ke-5 TGH. Muhammad Ridwan Baseri bin TGH. Hasan Baseri atau yang dikenal sebagai Abah Guru Kapuh menjadi salah satu agenda keagamaan besar di Hulu Sungai Selatan yang setiap tahunnya menarik kehadiran jamaah dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan maupun luar daerah.

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam penyerahan bantuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS, Kepala Pelaksana BPBD HSS, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda HSS, serta Camat Simpur.

Pemerintah Kabupaten HSS berharap pelaksanaan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh dapat berlangsung khidmat dan sukses, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat. (ari/jp). 

Operasi Malam di SPBU Pramuka Banjarmasin, Pengisian Pertalite ke Jeriken Digagalkan Polisi

BANJARMASIN- Polisi membongkar dugaan praktik penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite menggunakan jeriken di sebuah SPBU di Jalan Pramuka, Kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. Dalam pengungkapan tersebut, lima orang yang terdiri dari empat operator dan satu pengawas SPBU diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul R.K. Siregar, mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penjualan Pertalite menggunakan jeriken pada malam hari.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim URC Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan bersama URC Satreskrim Polresta Banjarmasin melakukan pengecekan ke lokasi pada Jum'at (12/6/2026) sekitar pukul 22.30 Wita.

Saat petugas tiba, SPBU terlihat tidak beroperasi. Pagar dalam keadaan tertutup dan lampu-lampu dipadamkan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan aktivitas pengisian Pertalite ke sejumlah jeriken di dalam area SPBU.

"Ketika anggota tiba di lokasi, SPBU dalam kondisi seolah-olah sudah tidak beroperasi. Namun setelah dilakukan pengecekan, ditemukan adanya aktivitas pengisian Pertalite ke dalam jeriken,” kata Timbul, Rabu (17/6/2026). 

Lima orang yang diamankan masing-masing berinisial A, F, HK, HM, dan M. Berdasarkan pemeriksaan awal, A, F, HK, dan M diduga bertugas sebagai operator SPBU, sedangkan HM berperan sebagai pengawas.

Polisi menduga para operator mengisi Pertalite dari nozzle dispenser ke jeriken yang telah disusun sesuai antrean pembeli. Sementara itu, pengawas diduga bertugas menerima pembayaran dari konsumen.

Dari hasil penyelidikan sementara, Pertalite tersebut diduga dijual seharga Rp10.500 per liter atau lebih tinggi dari harga yang berlaku. Para terduga pelaku diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp500 per liter dari setiap transaksi.

"Ada selisih keuntungan yang diduga dibagi rata oleh pihak-pihak yang terlibat. Namun, kami masih mendalami peran masing-masing,” ujar Timbul.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita uang tunai Rp318.000 dari terduga pelaku berinisial F dan Rp370.000 dari HM. Selain itu, petugas mengamankan dua jeriken berisi sekitar 50 liter Pertalite dari F.

Polisi juga menyita lima jeriken berisi sekitar 110 liter Pertalite dari empat orang pembeli yang berada di lokasi. Masing-masing dua jeriken berisi sekitar 35 liter dari Rijal, satu jeriken berisi sekitar 35 liter dari Ahmad Hasari, satu jeriken berisi sekitar 20 liter dari Risky Ramadan, dan satu jeriken berisi sekitar 20 liter dari M Rizky.

Tak hanya itu, petugas menemukan 88 jeriken kosong tanpa pemilik di area SPBU yang diduga akan digunakan untuk pengisian BBM.

Seluruh barang bukti bersama para terduga pelaku dan saksi telah diamankan ke Satreskrim Polresta Banjarmasin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi kini mendalami dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi tersebut, termasuk kemungkinan praktik serupa telah berlangsung berulang kali dan melibatkan pihak lain.

"Kami tidak ingin praktik seperti ini mengganggu hak masyarakat untuk mendapatkan BBM sesuai ketentuan. Karena itu, perkara ini akan kami proses dan dalami secara menyeluruh,” tegas Timbul.

Kepolisian juga mengapresiasi laporan masyarakat yang menjadi awal terungkapnya kasus tersebut dan mengimbau warga untuk segera melapor apabila menemukan dugaan penyimpangan distribusi BBM di lapangan.

Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan penjualan Pertalite menggunakan jeriken dalam jumlah besar berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi bagi masyarakat yang berhak menerima. Polisi masih terus mendalami konstruksi perkara dan peran masing-masing pihak yang diamankan. (hru/jp). 

Kapolres HSS Targetkan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh Berjalan Aman dan Lancar

KANDANGAN- Pengamanan pelaksanaan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh mulai dimatangkan. Panitia bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), TNI-Polri, relawan, dan instansi terkait menggelar Tactical Wall Game (TWG) di Aula Rupatama LMP Tinggiran, Selasa (17/6/2026), sebagai langkah menyatukan pola koordinasi dan strategi pengamanan.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan haul yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 malam berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah perkiraan membludaknya jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun luar provinsi.

Hadir dalam kegiatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSS, H Zulkifli, Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, Kepala Dinas Perhubungan HSS H Tajiddin Noor, unsur TNI-Polri, organisasi perangkat daerah terkait, serta relawan haul.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda HSS, H Zulkifli, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak mengingat tingginya jumlah jemaah yang diperkirakan hadir. Menurutnya, berbagai aspek harus dipersiapkan secara matang, mulai dari rekayasa lalu lintas, pengamanan, layanan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Seluruh unsur yang terlibat harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing agar pelaksanaan haul dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Umum Haul ke-5 Abah Guru Kapuh, H Sukeran, menekankan bahwa keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada kesiapan dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Ia menyebut seluruh pengambilan keputusan di lapangan nantinya akan terpusat melalui Posko Induk sebagai pusat komando dan koordinasi.

"Kolaborasi yang baik sangat diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” katanya.

Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam berharap seluruh personel dan pihak terkait terus menjaga sinergi serta menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing demi kelancaran kegiatan.

"Mari bekerja sama dengan baik sesuai tugas masing-masing. Dengan kebersamaan, insya Allah kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Melalui Tactical Wall Game tersebut, seluruh unsur pengamanan dan pendukung kegiatan diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait tugas, peran, serta mekanisme koordinasi di lapangan, sehingga pelaksanaan Haul ke-5 Abah Guru Kapuh dapat berlangsung sukses dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. (ari/jp). 

Rotasi Sejumlah Pejabat Utama, Kapolres Seruyan Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis

KUALA PEMBUANG- Polres Seruyan menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran di halaman Mapolres Seruyan, Rabu (17/6/2026). 

Pergantian pejabat tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier guna meningkatkan kinerja pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Upacara dipimpin langsung Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi dan dihadiri Wakapolres, pejabat utama, para kapolsek jajaran, Bhayangkari, personel Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) Polres Seruyan.

Jabatan yang diserahterimakan meliputi Kabagops, Kasatpolairud, Kasatsamapta, Kasatresnarkoba, Kapolsek Seruyan Hilir, dan Kapolsek Seruyan Hulu.

Dalam amanatnya, AKBP Beddy Suwendi, menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia sekaligus upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

"Mutasi adalah bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi agar roda pelayanan dan operasional kepolisian berjalan lebih optimal,” ujar AKBP Beddy.

Menurutnya, setiap mutasi telah melalui mekanisme dan pertimbangan Dewan Pertimbangan Karier sehingga mampu menjawab kebutuhan organisasi dan tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Seruyan. 

Adapun yang mendapat penugasan baru antara lain AKP Afif Hasan, S.H., M.M. sebagai Ps. Kabagops Polres Barito Selatan, AKP Sriyono, S.H. sebagai Ps. Kabaglog Polres Kotawaringin Timur, AKP Miftah Khoiri Mu'ti, S.Sos. sebagai Ps. Kabaglog Polresta Palangka Raya, IPTU Dwi Tri Yanto, S.I.P., M.A.P. sebagai Ps. Kasatresnarkoba Polres Murung Raya, serta IPDA Robert Sianturi sebagai Pama Polres Kotawaringin Timur.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Kapolres meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami karakteristik wilayah hukum, serta memperkuat konsolidasi internal di satuan masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan sinergi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

Menurut Beddy, tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan mengedepankan pendekatan humanis.

"Polri harus mampu menjamin rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara profesional dan humanis,” tegasnya.

Melalui rotasi jabatan tersebut, Polres Seruyan diharapkan semakin memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Seruyan. (gan/jp). 

Selasa, 16 Juni 2026

Sengit di Lapangan, Solid dalam Pengabdian, Turnamen Voli Internal Polres Batola Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80

MARABAHAN- Lapangan Olahraga Polres Barito Kuala (Batola) dipenuhi semangat kebersamaan dan sportivitas dalam turnamen bola voli internal yang digelar pada 15–16 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti personel dari berbagai satuan fungsi (Satfung), bagian (Bag), seksi (Sie), dan Polsek jajaran tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Turnamen secara resmi dibuka oleh Kapolres Batola, AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H., melalui pukulan bola pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan. 

Dalam sambutannya Kapolres AKBP Anib, menekankan pentingnya menjaga sinergitas, kekompakan, serta kesehatan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

"Melalui turnamen ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin erat antarpersonel, sekaligus menjadi sarana menjaga kebugaran dan memperkuat soliditas dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Ajang olahraga tersebut menjadi wadah bagi personel untuk melepas penat sekaligus menguji kemampuan fisik, kerja sama tim, dan semangat kebersamaan. Antusiasme peserta maupun penonton terlihat sepanjang pertandingan, dengan dukungan dan sorak-sorai yang menambah semarak suasana di lapangan.

Pertandingan pembuka mempertemukan tim Pejabat Utama (PJU) Polres Batola yang dipimpin langsung oleh Kapolres melawan tim Kapolsek jajaran. Laga berlangsung sengit sebelum akhirnya dimenangkan tim PJU dengan skor 2-1.

Sebanyak 16 tim turut ambil bagian dalam turnamen ini. Masing-masing tim merupakan gabungan personel dari Bag, Sat, Sie, serta Polsek jajaran Polres Batola. Pertandingan berlangsung kompetitif dengan aksi saling serang, smash keras, hingga strategi penempatan bola yang efektif untuk mengelabui lawan.

Pada beberapa pertandingan, persaingan berlangsung ketat dengan kejar-mengejar poin hingga mencapai skor imbang 24-24. Situasi tersebut menunjukkan tingginya semangat juang dan kekompakan para peserta dalam setiap pertandingan.

Meski persaingan berlangsung sengit di dalam lapangan, suasana kekeluargaan tetap terjaga. Setelah pertandingan berakhir, seluruh peserta tampak berbaur, saling bersalaman, berpelukan, dan mengabadikan momen bersama dengan mengangkat jari membentuk angka “80” sebagai simbol peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Turnamen voli internal ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antarpersonel Polres Batola. 

Semangat sportivitas yang ditunjukkan selama pertandingan diharapkan semakin mendukung pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. (hru/jp). 

Bupati Kapuas Lepas 119 Grup Pawai Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

KUALA KAPUAS- Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno secara resmi melepas 119 grup peserta Semarak Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di depan Rumah Jabatan Wakil Bupati Kapuas, Selasa (16/6/2026) pagi.

Pawai yang digelar Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kapuas tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, organisasi kemasyarakatan, majelis taklim, rumah ibadah, perangkat daerah, hingga masyarakat umum.

Ketua PHBI Kabupaten Kapuas, Saferaniansyah, mengatakan pawai merupakan bagian dari program kerja PHBI Tahun 2026 sekaligus sarana syiar Islam dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

"Jumlah peserta yang mendaftar hingga penutupan pendaftaran tercatat sebanyak 119 grup,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia membagi peserta ke dalam dua lintasan. Peserta tingkat TK, RA, SD, dan MI menempuh rute hingga kawasan Taman Makam Pahlawan. Sementara peserta tingkat SMP, SMA sederajat, OPD, rumah ibadah, majelis taklim, dan kategori umum menuntaskan pawai di kawasan Bukit Ngalangkang, Jalan Letjen Suprapto.

Panitia juga menyiapkan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan bagi para pemenang yang meraih Juara I, II, III serta Harapan I, II, dan III.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj Siti Saniah Wiyatno, Ketua GOW Kabupaten Kapuas Hertitati Dodo, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kapuas, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kapuas, pimpinan perangkat daerah, serta sejumlah organisasi Islam.

Dalam sambutannya Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

"Peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi momentum untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat persatuan dan kepedulian sosial,” katanya.

Menurutnya, tema pawai tahun ini "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, sejalan dengan upaya membangun Kabupaten Kapuas yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera.

Usai sambutan, Bupati Kapuas mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya pawai. Pelepasan peserta disambut lantunan selawat dan tabuhan musik terbang yang mengiringi perjalanan peserta sepanjang rute yang telah ditentukan.

Kelancaran kegiatan didukung pengamanan dan pengawalan dari Polres Kapuas, Kodim 1011/Kuala Kapuas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tim medis dari Dinas Kesehatan dan RSUD Kapuas yang disiagakan di sepanjang jalur pawai. (fah/hru/jp). 

DPRD Kalsel Siap Jembatani Aspirasi BEM ke Pemerintah Pusat

BANJARMASIN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan siap mengawal dan menjembatani aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi mahasiswa yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK bersama Wakil Ketua DPRD H Kartoyo dan H Alpiya Rakhman di Gedung DPRD Kalsel, Senin (15/6/2026). Sejumlah anggota dewan turut hadir dalam dialog tersebut.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan, antara lain penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kebutuhan pokok, penolakan revisi Undang-Undang Kepolisian, serta peningkatan kesejahteraan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. Mahasiswa juga meminta kehadiran Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Selatan untuk berdialog langsung.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, menegaskan pihaknya hanya memiliki kewenangan pada level daerah, namun tetap berkewajiban menyalurkan aspirasi masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi.

"Ini bukan ranah perda atau pergub, melainkan kebijakan di tingkat undang-undang. Tugas kami adalah menerima dan menyampaikan aspirasi ini ke pihak terkait di pusat,” ujar H Supian HK.

Ia menambahkan, DPRD Kalsel juga akan berupaya mengundang Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan agar dapat berdialog langsung dengan mahasiswa dan mendengarkan aspirasi secara terbuka.

DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi representasi, yakni menampung, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga. (sar/ali/jp). 

Polsek Dusun Timur Fasilitasi Perdamaian, Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Sarapat Diselesaikan Kekeluargaan

TAMIANG LAYANG- Perselisihan antarwarga yang melibatkan dugaan penganiayaan di Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, diselesaikan secara damai melalui mekanisme problem solving yang difasilitasi Polsek Dusun Timur, Selasa (16/6/2026).

Proses mediasi digelar di Mapolsek Dusun Timur dan dipimpin AIPTU Wahyudi bersama Bhabinkamtibmas Desa Sarapat, BRIPDA Darma Andika, dan Bhabinkamtibmas Desa Murutuwu, BRIPTU Firhan Rizky Ramadhan. Mediasi ini menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang diajukan Tri Handayano (36), warga Desa Sarapat.

Dalam perkara tersebut, terlapor adalah Supriadi K. (48), warga Desa Murutuwu, dan Uhing (51), warga Desa Liang Buah, Kabupaten Barito Utara. Peristiwa yang dipersoalkan diduga dipicu kesalahpahaman hingga berujung penganiayaan.

Melalui proses mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Pihak terlapor menyampaikan permintaan maaf yang diterima oleh pelapor.

Selain itu, disepakati pula penggantian biaya pengobatan sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut. Pelapor kemudian menyatakan kesediaannya mencabut laporan polisi dan tidak melanjutkan proses hukum di kemudian hari.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, perkara dinyatakan selesai melalui pendekatan restorative justice di tingkat kepolisian sektor.

Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi menyambut baik penyelesaian damai tersebut. Ia menegaskan, bahwa pendekatan musyawarah dan kekeluargaan menjadi salah satu upaya menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat. (zi/jp). 

Ketua DPRD Kalsel Buka Mukerda I MUI Kalsel, Tekankan Sinergi Ulama Umara Jaga Kebangsaan

BANJARBARU- Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (15/6/2026), di Hotel Grand Qinn Q Mall Banjarbaru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, pengurus MUI se-Kalimantan Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Dalam sambutannya H Supian HK, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di Kalimantan Selatan. Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan daerah yang religius, toleran, dan harmonis.

"Ulama dan umara harus berjalan beriringan. Melalui Mukerda dan dialog kebangsaan ini, kita satukan langkah untuk menjaga Kalimantan Selatan yang aman, toleran, dan maju,” ujarnya.

Mukerda I dan Dialog Kebangsaan ini menjadi forum strategis bagi MUI Kalsel dalam merumuskan program kerja ke depan, sekaligus memperkuat peran ulama dalam merespons isu-isu kebangsaan. 

DPRD Kalsel berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta memperkokoh kerukunan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Dialog Kebangsaan Mukerda I MUI Kalsel. (sar/ali/jp). 

Polsek Benua Lima Gencarkan Sosialisasi Zona Integritas, Ajak Warga Tolak Korupsi dan Laporkan Pungli

TAMIANG LAYANG- Polsek Benua Lima, Polres Barito Timur, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan BRIPKA Wahyu tersebut menyasar masyarakat di seluruh kelurahan dan desa di Kecamatan Benua Lima. Dalam sosialisasi itu, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendukung pelayanan publik yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

BRIPKA Wahyu menegaskan bahwa seluruh layanan kepolisian yang diberikan Polres Barito Timur maupun Polsek Benua Lima dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pungutan biaya maupun imbalan dalam bentuk apa pun.

"Masyarakat diimbau tidak memberikan uang, hadiah, atau bentuk gratifikasi lainnya kepada petugas dalam proses pelayanan,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan kampanye antikorupsi melalui aksi foto bersama sambil membentangkan pesan “Stop Korupsi” sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas di lingkungan Polres Barito Timur.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak berperan aktif mengawasi jalannya pelayanan publik. Warga diminta segera melapor apabila menemukan adanya pungutan liar (pungli), penyimpangan, atau tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip pelayanan yang profesional dan berintegritas.

Kapolsek Benua Lima, IPDA Ichvan Herianto, mengatakan pembangunan Zona Integritas merupakan komitmen nyata Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

"Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh pelayanan kepolisian diberikan sesuai aturan dan tidak dipungut biaya di luar ketentuan yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya penyimpangan dalam pelayanan,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan Zona Integritas menuju WBK. Partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Dari hasil kegiatan tersebut, masyarakat memahami pentingnya pembangunan Zona Integritas serta mengetahui bahwa layanan kepolisian di Polres Barito Timur dan Polsek Benua Lima tidak dikenakan biaya di luar ketentuan yang berlaku. Warga juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah nyata Polsek Benua Lima dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (zi/jp). 

Sambut 1 Muharram 1448 H, Ribuan Warga Meriahkan Pawai Ta’aruf di Kuala Pembuang

KUALA PEMBUANG- Suasana religius dan penuh semangat mewarnai Kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, saat ribuan warga mengikuti Pawai Ta’aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026) malam.

Kegiatan itu secara resmi dilepas oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda dari depan Stadion Gagah Lurus, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir.

Sebanyak 28 kelompok peserta ambil bagian dalam pawai tersebut. Mereka terdiri atas pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), remaja masjid, santri, pelajar, hingga masyarakat umum. Dengan membawa atribut bernuansa Islami, para peserta berjalan menyusuri sejumlah ruas jalan utama Kota Kuala Pembuang.

Rute pawai dimulai dari Lapangan Gagah Lurus, kemudian melintasi Jalan MT Haryono, Jalan Ais Nasution, Jalan Adam Malik, dan kembali finis di Lapangan Gagah Lurus. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang berlangsung tertib dan meriah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi bersama unsur Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran jajaran Polres Seruyan menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus memastikan pelaksanaannya berlangsung aman dan lancar.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polres Seruyan menerjunkan personel di sepanjang rute pawai guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Pengamanan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Seruyan.

AKBP Beddy Suwendi mengatakan, Pawai Ta’aruf merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang memiliki makna penting dalam mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
"Pawai Ta’aruf ini bukan hanya tradisi menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh peserta dan masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Terima kasih kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru bagi masyarakat Kabupaten Seruyan,” katanya.

Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah tersebut menjadi salah satu agenda syiar Islam yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kuala Pembuang, sekaligus menandai datangnya Tahun Baru Islam dengan penuh khidmat dan kebersamaan. (gan/jp). 

Peringati 1 Muharram 1448 H, Kapolres Bartim Ajak Personel Tingkatkan Iman dan Profesionalisme

TAMIANG LAYANG- Polres Barito Timur (Bartim) menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Al-Harist Polres Bartim, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh personel Polres Bartim yang beragama Islam sebagai upaya memperkuat keimanan, ketakwaan, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan Tahun Baru Islam tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Tahun Baru Islam 1448 H Tahun 2026 Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa serta Kinerja Guna Mewujudkan Polri untuk Masyarakat".

Dalam sambutannya Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, mengatakan momentum pergantian tahun Hijriah harus menjadi sarana introspeksi dan evaluasi bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Menurutnya, nilai hijrah mengandung makna perubahan ke arah yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas kedinasan. Karena itu, profesionalisme, integritas, dan pelayanan humanis kepada masyarakat harus terus ditingkatkan seiring perkembangan tantangan tugas kepolisian.

"Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, saya berharap seluruh personel Polres Barito Timur semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjadikannya sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas. Mari bersama-sama membangun Polri yang semakin profesional, dekat, dan dicintai masyarakat,” ujar AKBP Eddy.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dipandu Ustaz Hilmi. Seluruh peserta mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an dengan khusyuk di Masjid Al-Harist.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun 1448 Hijriah. Doa dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas pada tahun yang baru.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam tersebut, Polres Bartim berharap dapat memperkuat mental dan spiritual personel sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan humanis kepada masyarakat. (zi/jp). 

Senin, 15 Juni 2026

Wamenko Pangan RI Tinjau Sentra Cabai Desa Tawia, HSS Siap Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

KANDANGAN- Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau sentra budidaya cabai di Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (15/6/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari identifikasi awal Program Prioritas Nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

Dalam kunjungan tersebut, Hanif Faisol Nurofiq didampingi Bupati Hulu Sungai Selatan, H Syafrudin Noor dan Wakil Bupati H Suriani. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung potensi pertanian daerah serta kesiapan Kabupaten HSS dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, H Syamsir Rahman, Wakil Ketua I DPRD HSS H Husnan, Sekretaris Daerah HSS H Muhammad Noor, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Di Desa Tawia, rombongan melakukan panen cabai bersama sekaligus berdialog dengan para petani. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi petani dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan daerah, sekaligus meninjau perkembangan budidaya cabai yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat.

Desa Tawia merupakan lokasi kedua yang dikunjungi Wamenko Pangan selama berada di Kabupaten HSS. Sebelumnya, rombongan meninjau kawasan pertanian di Kecamatan Sungai Raya dan mengikuti panen padi bersama sebagai bagian dari pemetaan potensi wilayah yang mendukung pengembangan KSPEAN.

Kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat mendapat sambutan antusias dari para petani. Kunjungan tersebut dinilai menjadi dorongan bagi pelaku sektor pertanian untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Bupati HSS, H Syafrudin Noor, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki potensi pertanian yang besar dan siap mendukung program nasional. Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pengembangan komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” ujar H Syafrudin Noor.

Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian melalui program-program strategis nasional diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (ari/jp). 

Wabup HSS Hadiri Peluncuran Buku "Turut Berduka Cita", Dorong Semangat Literasi Daerah

KANDANGAN- Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Suriani, menghadiri peluncuran buku "Turut Berduka Cita" karya Komunitas Penulis Hulu Sungai Selatan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten HSS, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan budaya literasi sekaligus apresiasi terhadap kreativitas penulis lokal.

Dalam sambutannya Wabup H Suriani, menyampaikan bahwa lahirnya buku karya putra daerah merupakan kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah literasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Menurutnya, karya tulis tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga media untuk menyampaikan gagasan, nilai-nilai kehidupan, serta refleksi sosial kepada masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan memberikan apresiasi kepada seluruh penulis yang terlibat dalam penyusunan buku ini. Karya yang dihasilkan menjadi bukti bahwa semangat literasi di daerah terus tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Ia menegaskan, buku memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan berbudaya. Karena itu, buku yang diluncurkan diharapkan tidak hanya menjadi koleksi perpustakaan, tetapi juga dibaca, didiskusikan, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.

Wakil Bupati juga berharap kehadiran buku "Turut Berduka Cita" dapat mendorong generasi muda untuk lebih aktif menulis dan berkarya. Menurutnya, literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif, kritis, dan berdaya saing.

"Kepada seluruh penulis yang terlibat, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Teruslah berkarya dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Hulu Sungai Selatan," katanya.

Peluncuran buku berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSS, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS, anggota Komunitas Penulis HSS, para guru, pegiat seni dan literasi, mahasiswa, pelajar, serta sejumlah tamu undangan.

Melalui peluncuran buku ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berharap ekosistem literasi daerah semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak karya berkualitas yang memberi manfaat bagi masyarakat. (ari/jp). 

SMPN 2 Alalak Buka SPMB 2025/2026, Sediakan Kuota 160 Siswa Baru

MARABAHAN- SMPN 2 Alalak, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menyediakan kuota sebanyak 160 siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Penerimaan dilakukan melalui empat jalur seleksi, yakni prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi.

Kepala SMPN 2 Alalak, Muhammad Yusuf, S.Ag., mengatakan tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah calon peserta didik yang telah mengambil formulir pendaftaran, bahkan melebihi kuota yang tersedia.

"Total kuota yang kami sediakan sebanyak 160 siswa. Pendaftaran dibuka melalui empat jalur, yaitu prestasi, afirmasi, domisili, dan mutasi," ujar Muhammad Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, sekolah tetap memberikan kesempatan kepada calon siswa yang tidak lolos pada jalur pilihan pertama untuk mendaftar ke sekolah lain yang berada di wilayah terdekat.

Ia menjelaskan, jalur domisili menjadi prioritas bagi calon peserta didik yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Sementara itu, siswa yang memiliki prestasi namun tidak lolos pada jalur prestasi masih berpeluang diterima melalui jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk jalur domisili, kami mengutamakan siswa yang berdomisili di wilayah sekitar sekolah. Jika tidak lolos pada jalur prestasi, mereka masih memiliki kesempatan melalui jalur domisili," jelasnya.

Muhammad Yusuf juga mengungkapkan adanya perubahan sistem penerimaan peserta didik. Jika sebelumnya menggunakan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kini pemerintah menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Selain perubahan nomenklatur, mekanisme pengumuman hasil seleksi juga dilakukan berdasarkan masing-masing jalur penerimaan, tidak lagi diumumkan secara serentak seperti pada sistem sebelumnya.

Untuk memastikan masyarakat memahami prosedur pendaftaran, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media, mulai dari penyebaran brosur, media sosial, hingga layanan pendaftaran secara daring.

Ke depan, SMPN 2 Alalak menargetkan peningkatan kualitas pendidikan melalui pembenahan sarana dan prasarana serta penguatan proses pembelajaran di sekolah.

"Target kami adalah terus melakukan pembenahan, baik dalam proses belajar mengajar maupun fasilitas sekolah, sehingga kualitas pendidikan di SMPN 2 Alalak semakin meningkat," pungkasnya. (lim/jp). 

Kepala Desa Kali Napu Ajak Warga Dukung dan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

TAMIANG LAYANG- Kepala Desa Kali Napu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Hairollah, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang akurat kepada petugas sensus yang bertugas di lapangan.

Ajakan tersebut disampaikan Hairollah kepada warga Desa Kali Napu sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperoleh data ekonomi yang lengkap dan terpercaya. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menyukseskan kegiatan sensus.

"Kami mengajak seluruh warga untuk memberikan data yang sebenarnya saat petugas sensus datang ke rumah," ujar Hairollah, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan melalui sensus akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Hairollah berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan keterangan yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kejujuran dalam penyampaian data dinilai akan membantu menghasilkan informasi yang akurat dan bermanfaat.

Pemerintah desa, lanjutnya, siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah Desa Kali Napu agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi kepentingan pembangunan daerah maupun nasional. (zi/jp). 

Wakil Ketua DPRD Kalsel Dorong Petani Milenial Jadikan Pancasila Fondasi Ketahanan Pangan

TAPIN- Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengajak petani milenial menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan pembangunan daerah. 

Ajakan tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) bersama Forum Komunikasi Petani Milenial Kabupaten Tapin, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi mengenai pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin dinamis.

Menurut Desy, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun sikap gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pertanian.

"Petani milenial memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi pegangan agar kita mampu bekerja sama, saling mendukung, dan menghadapi berbagai tantangan dengan cara yang positif,” ujarnya.

Desy menilai generasi muda, termasuk petani milenial, perlu memiliki fondasi nilai yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan semangat kebangsaan.

Menurutnya, aktualisasi nilai-nilai Pancasila dapat mendorong petani untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

Ia menegaskan, bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Pancasila, mulai dari budaya gotong royong, musyawarah dalam kelompok tani, hingga upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

"Ketika petani maju, mandiri, dan mampu berkolaborasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tani, tetapi juga masyarakat luas melalui terjaganya ketersediaan pangan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Desy berharap para petani milenial dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas organisasi, usaha pertanian, maupun kehidupan bermasyarakat. 

Menurutnya, penguatan karakter yang berlandaskan Pancasila menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Tapin. (sar/ali/jp).

Wakil Ketua DPRD Kalsel : Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan, Bukan Sekadar Hafalan

HSS- Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H Kartoyo, mengajak masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas menghafal lima sila. 

Ajakan tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Desa Pakan Dalam, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (15/6/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri masyarakat setempat tersebut, H Kartoyo, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman dalam bersikap dan berinteraksi di tengah kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.

"Yang terpenting bukan hanya memahami atau menghafal Pancasila, tetapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurut H Kartoyo, implementasi nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, mengedepankan musyawarah, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Desa Pakan Dalam yang aktif mengikuti sosialisasi dan terlibat dalam diskusi mengenai penerapan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masyarakat.

"Partisipasi masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan kesadaran untuk menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai-nilai kebangsaan masih kuat di tengah masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, H Kartoyo turut mengapresiasi kontribusi tokoh masyarakat setempat, Guru Samsudin, yang menyampaikan materi mengenai keterkaitan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran Islam.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting untuk menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan ajaran agama dan dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berakhlak.

"Nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama. Justru menjadi pedoman yang memperkuat persatuan, kehidupan sosial, serta pembentukan karakter bangsa yang berlandaskan moral dan akhlak,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Koramil Daha Utara, Praka Normansyah, menilai sosialisasi wawasan kebangsaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air.

"Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, menjaga persatuan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap wawasan kebangsaan,” katanya.

Melalui kegiatan Sosrev tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat persatuan, toleransi, dan keharmonisan sosial. (sar/ali/jp). 

Firman Yusi Tanam Pohon di SMKN 1 Muara Uya, Tekankan Pengamalan Nilai Pancasila Lewat Pelestarian Lingkungan

TABALONG- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Firman Yusi, menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila di SMKN 1 Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan itu, Firman bersama siswa dan guru menanam sejumlah pohon buah sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Firman menegaskan, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

"Menanam pohon adalah salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila. Pohon yang kita tanam hari ini tidak hanya bermanfaat bagi kita, tetapi juga bagi generasi yang akan datang. Ini mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap sesama,” ujar Firman Yusi.

Politisi Fraksi PKS itu juga mengajak pihak sekolah dan peserta didik untuk menjadikan kegiatan menanam serta merawat pohon sebagai kebiasaan berkelanjutan. Menurutnya, selain berdampak pada pelestarian lingkungan, pohon buah yang ditanam juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi lingkungan sekolah di masa mendatang.

Ia menambahkan, tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan ruang hijau, hingga persoalan sampah. Karena itu, generasi muda dinilai perlu dilibatkan secara aktif dalam upaya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

"Nilai-nilai Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati kehidupan dan menjaga keseimbangan alam. Ketika kita menjaga lingkungan, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan bangsa,” katanya.

Pihak SMKN 1 Muara Uya menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai kombinasi sosialisasi dan aksi nyata penanaman pohon dapat memperkuat pemahaman siswa tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran di kalangan pelajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pembentukan karakter warga negara yang berlandaskan Pancasila serta berorientasi pada keberlanjutan kehidupan. (sar/ali/jp). 

Jelang MTQ Korpri dan Sinode GKE, Pemkab Murung Raya Percepat Persiapan dan Penataan Kota

PURUK CAHU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri VII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dan Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Murung Raya, Heriyus, melalui Asisten I Setda Murung Raya, Rahmat K. Tambunan, saat memimpin apel gabungan rutin di halaman Kantor Bupati Murung Raya, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Rahmat menyampaikan pesan Bupati terkait pentingnya kesiapan sarana pendukung, termasuk fasilitas penginapan bagi para peserta dan tamu yang akan menghadiri MTQ Korpri VII maupun Sinode Umum XXV GKE yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Menurutnya, kesiapan penyelenggaraan kedua agenda berskala besar tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat Murung Raya akan menjadi tuan rumah sekaligus wajah daerah di hadapan para tamu dari berbagai wilayah.

Selain memastikan kesiapan fasilitas pendukung, Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kegiatan kerja bakti dan mempercepat penataan kawasan perkotaan guna menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.

"Seluruh organisasi perangkat daerah diminta meningkatkan kebersihan lingkungan kantor, melakukan penataan kawasan kota, pemangkasan pohon, serta pengangkutan sampah di sejumlah titik strategis di Puruk Cahu,” ujar Rahmat.

Adapun lokasi yang menjadi fokus penataan antara lain kawasan Simpang Pemda, Bundaran Batu Bara, Bundaran Emas, Alun-Alun Jorih Jerah, Kompleks Masjid Agung, area depan Rumah Jabatan Wakil Bupati, Kristian Center, hingga kawasan Bukit Jantur.

Rahmat menambahkan, upaya pembenahan tersebut juga merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi Kabupaten Murung Raya, sehingga wajah ibu kota kabupaten dapat tampil lebih tertata dan representatif.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan secara cermat dan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga program pembangunan yang direncanakan memiliki arah dan dasar perencanaan yang jelas.

Menutup arahannya, Rahmat mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

"Keberhasilan penyelenggaraan berbagai agenda daerah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas pelayanan dan sinergi seluruh aparatur pemerintah,” tegasnya. (dsk/maya/jp). 

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes