BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Rabu, 18 Februari 2026

Musrenbang Benua Lima 2027 Tampung 120 Usulan Rp64,67 Miliar, Prioritaskan Infrastruktur dan SDM

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kecamatan Banua Lima menampung 120 usulan prioritas senilai Rp64,67 miliar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027, Rabu (18/2/2026).

Forum yang digelar di wilayah selatan Kabupaten Barito Timur ini menjadi ruang penyelarasan aspirasi desa guna mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan dibuka Kepala Bapplitbangda Barito Timur, Ir. Franz Sila Utama, M.AP., mewakili Bupati Barito Timur. 

Hadir Camat Benua Lima, Mahadani, S.AP., MM., anggota DPRD Daerah Pemilihan I, unsur Forkopimca, kepala organisasi perangkat daerah, serta kepala desa dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Banua Lima.

Camat Benua Lima, Mahadani, melaporkan ratusan usulan tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari seluruh desa. 

"Total estimasi anggaran mencapai Rp64,67 miliar, dengan dominasi pada pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Franz Sila Utama, menegaskan mulai 2026–2027 seluruh usulan wajib diinput melalui sistem SIPD-RI. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap tercatat sebagai prioritas, meski belum seluruhnya dapat diakomodasi dalam satu tahun anggaran.

Ia menambahkan, tema pembangunan 2027 difokuskan pada peningkatan dan pemerataan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Sementara itu, Anggota DPRD Dapil I, Trikorianto, menyatakan komitmennya mengawal aspirasi masyarakat hingga pembahasan di tingkat kabupaten. 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tata batas wilayah dengan daerah tetangga untuk mencegah potensi persoalan sosial maupun sengketa lahan.

Musrenbang kecamatan ini diharapkan menjadi dasar penetapan skala prioritas pembangunan Banua Lima dalam RKPD 2027, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. (zi/jp). 

Bupati Barito Utara Groundbreaking Pelebaran Jalan Kota Muara Teweh

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pelebaran ruas jalan dalam Kota Muara Teweh, Rabu (18/2/2026). Kegiatan dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati sebagai titik awal penataan infrastruktur perkotaan.

Groundbreaking ini menandai dimulainya proyek strategis Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk mengurai kepadatan lalu lintas serta meningkatkan kualitas dan estetika kawasan ibu kota kabupaten.

Dalam sambutannya Bupati H Shalahuddin, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas daerah karena berperan sebagai penopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat. 

Berdasarkan perhitungan teknis Lintas Harian Rata-rata (LHR), volume kendaraan di Muara Teweh dinilai sudah memerlukan peningkatan kapasitas jalan.

"Pelebaran jalan ini diawali dari kawasan Rumah Jabatan Bupati sebagai simbol dimulainya penataan kota. Selanjutnya akan dilanjutkan ke sejumlah ruas strategis, antara lain Jalan Yetro Sinseng, Jalan Tumenggung Surapati, Jalan Pramuka, hingga Jalan Imam Bonjol,” ujar H Shalahuddin.

Ditempat yang sama, Sekda Barito Utara, Muhlis, menjelaskan bahwa proyek ini melibatkan sinergi lintas perangkat daerah. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) bertindak sebagai pelaksana teknis, sementara Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) memastikan pengelolaan aset dan administrasi berjalan akuntabel.

"Pelaksanaan pekerjaan ditargetkan selesai sesuai jadwal, memenuhi spesifikasi teknis, serta mengedepankan keselamatan kerja. Harapannya, hasil pembangunan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Muhlis.

Pemerintah daerah memproyeksikan pelebaran jalan tersebut akan mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Muara Teweh dan sekitarnya. (dsk/emca/jp).

Gagalkan Penyelundupan 35,1 Kg Sabu dan 15 Ribu Pil Inex, Polres Lamandau Tangkap Dua Kurir Jaringan Lintas Provinsi

LAMANDAU- Jajaran Polres Lamandau, Polda Kalimantan Tengah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan lintas provinsi dengan barang bukti 35,1 kilogram sabu dan 15.016 butir pil inex yang diduga akan diedarkan di wilayah Kalimantan Tengah.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial ME (28) dan HR (37), warga Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Keduanya diduga berperan sebagai pengambil sekaligus kurir narkotika dari Pontianak menuju Palangka Raya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan pengiriman narkotika dari Kalimantan Barat ke Kalimantan Tengah. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satuan Reserse Narkoba melakukan patroli mobile pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Lintas Trans Kalimantan, Desa Kudangan, Kecamatan Delang.

Petugas mencurigai satu unit mobil Toyota Raize merah yang melintas di lokasi. Saat hendak diberhentikan, pengemudi justru tancap gas hingga terjadi aksi kejar-kejaran. Dalam upaya melarikan diri, kedua pelaku melompat dari kendaraan yang masih melaju dan kabur ke arah hutan. Mobil yang ditinggalkan keluar jalur dan menabrak tebing.

Petugas gabungan bersama personel Polsek Delang dan warga setempat melakukan penyisiran selama kurang lebih 12 jam hingga akhirnya berhasil menangkap kedua tersangka.

Dari hasil penggeledahan kendaraan dan badan tersangka yang disaksikan aparat desa dan tokoh masyarakat, polisi menemukan 33 bungkus plastik besar berisi sabu dengan berat kotor sekitar 35,1 kilogram serta 15.016 butir pil inex. Selain itu, turut diamankan uang tunai Rp4,4 juta, dua unit telepon genggam, dan satu unit mobil yang digunakan pelaku.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan pengungkapan tersebut merupakan respons cepat aparat atas laporan masyarakat.

"Ini merupakan komitmen kami dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya saat konferensi pers yang turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersama unsur Forkopimda, Rabu (18/2/2026).

Menurut Kapolda, barang haram tersebut diambil dari sebuah mobil yang terparkir di basement Mega Mall Pontianak dan rencananya akan dikirim ke Palangka Raya. Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan serta bandar besar yang terlibat.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi guna mencegah peredaran narkotika dan melindungi generasi muda di Bumi Tambun Bungai. (zi/jp). 

TPP Rutan Kelas IIB T. Layang Matangkan SOP dan Pengawasan Tadarus Ramadan bagi 11 WBP

TAMIANG LAYANG- Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menggelar sidang pembahasan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mekanisme pengawasan kegiatan Tadarus Al-Qur’an selama Ramadan, Rabu (18/2/2026), di aula klinik rutan setempat.

Sidang dipimpin Kepala Subsie Pelayanan Tahanan, Junaidi, didampingi Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan, Dhimas Calandra Anggita, serta diikuti seluruh anggota TPP. Agenda utama membahas teknis pelaksanaan Tadarus yang diusulkan diikuti 11 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam.

Dalam rapat tersebut, tim memfokuskan pembahasan pada pengaturan jadwal, penentuan lokasi, serta pola pengawasan dan pengawalan selama kegiatan berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan pembinaan keagamaan berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain aspek teknis, TPP juga melakukan evaluasi terhadap rekam jejak perilaku dan tingkat risiko masing-masing WBP. Penilaian tersebut menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan kelayakan keikutsertaan peserta Tadarus.

Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan merupakan bagian integral dari program pembinaan di dalam rutan. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengedepankan prinsip keamanan.

"Kegiatan Tadarus merupakan hak sekaligus sarana pembinaan spiritual bagi WBP. Pelaksanaannya harus terukur, terpantau, dan sesuai SOP agar keamanan tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui sidang TPP ini, pihak rutan berharap pelaksanaan Tadarus selama Ramadan dapat berlangsung aman dan kondusif serta memberikan dampak positif terhadap pembinaan mental dan spiritual WBP. (zi/jp). 

Pemkab Bartim dan PT BPD Kalteng Cabang Tamiang Layang Teken Adendum PKS, Optimalkan Penerimaan Pajak Daerah

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur resmi menandatangani adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah Cabang Tamiang Layang, Rabu (18/2/2026). Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Selain penandatanganan adendum PKS, pada kesempatan yang sama juga dilakukan kerja sama pemasangan mesin Electronic Data Capture (EDC) dari Bank Kalteng pada sejumlah wajib pajak Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya sektor perhotelan serta jasa makanan dan minuman.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah yang terus didorong Pemkab Barito Timur. Melalui pemanfaatan EDC, transaksi pembayaran pajak diharapkan lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

Bupati Barito Timur, M. Yamin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, dukungan perbankan berperan krusial dalam mewujudkan sistem pengelolaan pajak yang modern dan terintegrasi.

Ia berharap, Bank Kalteng Cabang Tamiang Layang terus berperan aktif mendukung optimalisasi penerimaan daerah melalui inovasi layanan pembayaran berbasis digital.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar lebih cermat dan proaktif dalam menggali potensi PAD. 

Ia menekankan perlunya terobosan untuk memperluas basis pendapatan, tidak hanya bertumpu pada sumber-sumber konvensional.

Melalui kerja sama ini, pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Barito Timur diharapkan semakin efektif dan modern, serta mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD secara berkelanjutan. (zi/jp). 

Bupati Barut Tegaskan ASN Harus Proaktif Implementasikan Visi-Misi Pembangunan

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam mengimplementasikan visi dan misi pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan H Shalahuddin saat memimpin apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Rabu (18/2/2026).

Shalahuddin meminta seluruh ASN untuk bekerja secara kolaboratif dan tidak bersikap pasif dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

"ASN harus bergandeng tangan, bukan berpangku tangan. Kita dituntut untuk bekerja nyata dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa integritas ASN tidak hanya diukur dari kedisiplinan, tetapi juga dari sejauh mana program pembangunan yang tertuang dalam visi dan misi kepala daerah dapat diwujudkan secara konkret di lapangan.

Menurutnya, setiap program kerja harus selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah demi mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Barito Utara.

"Setiap kerja keras dan pengabdian yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari upaya membangun Barito Utara yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat komitmen sebagai pelayan publik yang berintegritas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Apel gabungan tersebut diikuti ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. (dsk/emca/jp). 

22 Hari Hilang, Remaja Asal Desa Jango Barito Timur Belum Ditemukan

TAMIANG LAYANG- Seorang remaja perempuan bernama Safitri (20), warga Desa Jango, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah hingga Kamis (18/2/2026) belum ditemukan setelah dilaporkan hilang sejak Rabu (28/1/2026).

Memasuki hari ke-22 sejak dinyatakan hilang, belum ada informasi terbaru mengenai keberadaan korban.

Salah seorang warga Desa Jango yang dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (18/2/2026), mengatakan bahwa Safitri masih belum ditemukan.

"Belum ditemukan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, upaya pencarian telah dilakukan sejak hari pertama korban dilaporkan hilang. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat melakukan pencarian selama tujuh hari berturut-turut. Namun hingga hari ketujuh, belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan Safitri.

Memasuki hari kedelapan, pencarian dihentikan sementara selama tiga hari, terhitung sejak Rabu (4/2/2026) hingga Jumat (6/2/2026).

"Pencarian dihentikan selama tiga hari. Setelah itu, keluarga kembali melakukan pencarian, tetapi Safitri belum ditemukan,” jelasnya.

Safitri sebelumnya dilaporkan hilang pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini, tidak diketahui keberadaan Safitri. Pihak keluarga berharap informasi dari masyarakat untuk dapat membantu mengungkap keberadaan korban. (zi/jp). 

Musdesus Sepakati Pembentukan PT Desa Belandean Batola Satu, Perkuat Kemandirian Ekonomi Desa

MARABAHAN- Pemerintah Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka pembentukan PT Desa Belandean Batola Satu, Rabu (18/2/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Belandean itu dihadiri Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, pendamping desa, Ketua BUMDesa, serta perwakilan pemuda desa.

Kepala Desa Belandean, Elly Rahmah, menyampaikan bahwa pembentukan perseroan terbatas (PT) tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi desa.

"Melalui PT Desa Belandean Batola Satu, potensi desa diharapkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua BPD Belandean, Ahmad Syarifuddin, menegaskan bahwa pelaksanaan Musdesus telah sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berdasarkan hasil kajian potensi dan kebutuhan desa.

Sementara itu, Pendamping Kecamatan Alalak, Kabul Isnu, menjelaskan bahwa pembentukan PT berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). 

Ia menekankan, bahwa desa sebagai entitas pemerintahan tidak diperkenankan mengambil keuntungan komersial secara langsung.

"Yang dapat melakukan kegiatan usaha untuk mencari keuntungan adalah BUMDesa sebagai badan usaha, bukan pemerintah desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana pembentukan PT ini sebelumnya sempat diajukan namun belum mendapat persetujuan. Pada 2026, pembentukan kembali dilakukan dengan mengacu pada perubahan regulasi, yakni Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah menjadi Undang-u dang Nomor 3 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2021.
Dalam forum musyawarah, peserta aktif memberikan masukan terkait struktur organisasi perusahaan, mekanisme penyertaan modal desa, hingga sistem pengawasan dan pelaporan keuangan. Setelah melalui pembahasan, forum secara mufakat menyetujui pembentukan PT Desa Belandean Batola Satu dengan Mahliandi sebagai direktur dan Muhamad Nasrudin sebagai komisaris.

Musdesus ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua BUMDesa, serta perwakilan peserta sebagai bentuk komitmen bersama.

Dengan terbentuknya PT Desa Belandean Batola Satu, diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan asli desa, serta memperkuat daya saing ekonomi di tingkat lokal maupun regional. (lim/jp). 

Selasa, 17 Februari 2026

Tiga dari 17 Kecamatan Rampungkan Musdes Pembentukan PT Desa, Pemkab Batola Targetkan Seluruhnya Tuntas Maret 2026

MARABAHAN- tiga dari 17 kecamatan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, telah rampung melaksanakan musyawarah desa (musdes) untuk pembentukan Perseroan Terbatas (PT) Desa. Pemerintah kabupaten menargetkan seluruh kecamatan menyelesaikan musdes paling lambat Maret 2026 agar PT Desa dapat mulai beroperasi pada April mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Barito Kuala, Mujiburahman, mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal pelaksanaan musdes dari kecamatan lainnya.

"Target kami bulan Maret semua kecamatan sudah melaksanakan musdes, sehingga April PT Desa sudah bisa berusaha,” ujar Mujiburahman usai menghadiri silaturahmi bersama Ketua Satgas MBG Batola, Joko Sumitro, Anggota DPRD Batola Hj Arfah, serta para kepala desa penerima titik dapur MBG 3T di Hotel LEX Kayutangi, Banjarmasin, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, tahapan pembentukan PT Desa diawali dengan musdes, dilanjutkan pendaftaran ke notaris, pengurusan perizinan berusaha hingga terbit Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Setelah seluruh administrasi lengkap, pemerintah daerah akan mentransfer penyertaan modal yang telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Barito Kuala Tahun Anggaran 2026,” katanya.

Mujiburahman menegaskan, pembentukan PT Desa tidak akan tumpang tindih dengan KDMP yang dikelola Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopperindag).

Menurut dia, KDMP memiliki tujuh gerai dan berada di bawah penanganan Diskopperindag. 

"Sementara untuk PT Desa akan lebih menonjolkan pengembangan potensi desa, seperti sektor perikanan, peternakan, sayur-mayur dalam program ketahanan pangan, hingga usaha ekonomi skala kecil seperti penyediaan makan dan minum, makanan ringan, serta agen pembayaran yang bekerja sama dengan salah satu bank di Batola," tutur Mujiburahman. 
Selain mengembangkan potensi ekonomi desa, ujar Mujiburahman, PT Desa juga direncanakan berfungsi sebagai agen pembayaran penghasilan kepala desa dan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPM, hingga ketua RT.

"Nantinya pengambilan penghasilan aparatur desa dilakukan melalui PT Desa sebagai agen pembayaran,” ujarnya.

Dalam mekanisme tersebut, akan dikenakan biaya administrasi yang dibagi antara PT Desa dan bank mitra. Keuntungan PT Desa selanjutnya dialokasikan untuk tiga pos, yakni Pendapatan Asli Desa (PAD), penambahan modal usaha, serta operasional dan pengurus PT Desa.

Ia menambahkan, pembentukan PT Desa merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat PAD desa. (ali/jp).

Polsek Pematang Karau Tanam Jagung Kuartal I, Wujud Nyata Dukung Swasembada Pangan 2026

TAMIANG LAYANG- Dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026, jajaran Polsek Pematang Karau, Polres Barito Timur melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Kuartal I pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, bersama BPP Kecamatan Pematang Karau, Kepala Desa Bambulung, Pemerintah Desa Bambulung, Karang Taruna, warga serta para petani setempat.

Penanaman jagung dilaksanakan di lahan milik warga binaan Polri, Sdra. Suparman, dengan luas kurang lebih 2 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, Polri turut memberikan bantuan berupa bibit jagung sebanyak 10 bungkus (100 kilogram); pupuk dolomit sebanyak 4 karung, dan pupuk kandang sebanyak 20 karung.

Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

"Penanaman jagung Kuartal I ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” ujarnya.

Diharapkan melalui sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, program swasembada pangan tahun 2026 dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Polsek Dusun Tengah Tanam Jagung di Desa Sibung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

TAMIANG LAYANG- Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung di lahan masyarakat Desa Sibung, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh personel Polsek Dusun Tengah, yaitu BRIPDA Afrizal Wahyudi dan BRIPDA M. Aditya Ramadan, serta pihak Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Raren Batuah dan para petani jagung pakan Desa Sibung.

Penanaman dilaksanakan di lahan milik Sdr. Sahruldi seluas sekitar 3 hektare dengan jumlah bibit jagung pakan yang ditanam sebanyak 45 kilogram. Selain itu, Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Suprayitno, turut menyerahkan pupuk urea sebanyak 2 karung untuk mendukung kesuburan lahan dan hasil panen yang optimal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam mendukung program ketahanan pangan Presiden Republik Indonesia. 

Polsek Dusun Tengah bersinergi dengan instansi terkait, terutama BPP Kecamatan Raren Batuah, untuk memastikan program ini berjalan lancar dan strategis dalam menghadapi tantangan global di sektor pangan.

"Penanaman jagung di lahan masyarakat Desa Sibung ini menunjukkan kehadiran Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi dengan petani dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Suprayitno. 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung pakan di wilayah Desa Sibung sekaligus menjadi contoh nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah yang pro-rakyat dan mensejahterakan masyarakat. (zi/jp). 

Sambut Ramadan 1447 H, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Gelar Kerja Bakti di Masjid Jabal Nur

TAMIANG LAYANG- Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tamiang Layang melaksanakan kerja bakti (korve) di Masjid Jabal Nur, Selasa (17/2/2026). 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang pelaksanaan kebersihan/kerja bakti bagi insan pemasyarakatan menjelang Ramadhan.

Kerja bakti diikuti seluruh pejabat struktural dan pegawai rutan. Sejak pagi, peserta bergotong royong membersihkan area dalam dan luar masjid guna menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, rapi, dan nyaman.

Pembersihan meliputi halaman, teras, tempat wudhu, hingga ruang utama salat. Seluruh sudut masjid ditata dan dirapikan sebagai persiapan pelaksanaan ibadah selama Ramadhan.

Kegiatan ini turut melibatkan dua warga binaan yang berada dalam pengawasan ketat petugas sesuai prosedur keamanan yang berlaku.

Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, mengatakan kerja bakti tersebut tidak sekadar rutinitas, tetapi bentuk komitmen dalam menindaklanjuti arahan pimpinan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

"Kerja bakti ini menjadi wujud kesiapan kami menyambut Ramadhan dengan lingkungan yang bersih dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersihan lingkungan turut mendukung kekhusyukan dalam beribadah serta menjaga kesehatan bersama. (zi/jp). 

Jafarudin Resmi Pimpin SMSI DIY Masa Bakti 2026–2030, Buku Ambang Sandyakala Jurnalisme Dibedah

YOGYAKARTA- Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (SMSI DIY) resmi memiliki ketua umum baru.

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi beritajogja.com, Jafarudin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua SMSI DIY masa bakti 2026–2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) SMSI DIY yang berlangsung pada Selasa, 17 Februari, di Warung Inyong, Sleman.

Jafarudin menggantikan Ketua SMSI DIY periode 2022–2026, Sihono HT yang dalam susunan pengurus baru ini, menjabat Ketua Dewan Pembina SMSI DIY.

Secara simbolik, Sihono menyerahkan Pataka SMSI DIY kepada Jafarudin sebagai tanda serah terima jabatan.

Dalam sambutannya Jafarudin, menyatakan siap mengemban tugas yang diamanahkan.

"Program prioritas saya adalah bagaimana menguatkan peran organisasi dan ekosistem media siber sebagaimana tujuan SMSI, yaitu mewujudkan ekosistem industri media siber yang sehat, mandiri, dan bermartabat serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, cerdas, tertib, adil, makmur, dan sejahtera,” kata wartawan yang akrab disapa Fafa ini.

Acara penutupan Musprov SMSI DIY dirangkai dengan bedah buku karya Fafa, yang berjudul Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers. Bertindak sebagai pembedah buku dua wartawan senior, yakni Sihono HT dan Hudono yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY.

Fafa menjelaskan, buku yang telah dilaunching pada momentum Hari Pers Nasional, 9 Februari  2026 ini membahas problematika pers digital sekaligus tawaran solusi. 

Menurutnya, di era digital ini tantangan pers semakin kompleks. Algoritma platform global, dominasi influencer dan buzzer politik, disinformasi berbasis kecerdasan buatan (AI), ketergantungan anggaran pemerintah, hingga kebijakan Dewan Pers dinilainya turut berkontribusi menyempitkan ruang gerak pers profesional.

Ia menyoroti kebijakan verifikasi oleh Dewan Pers yang dinilai memberatkan media-media startup atau UMKM. Padahal media startup banyak didirikan oleh wartawan profesional, di antaranya korban PHK perusahaan pers besar.

Media mereka juga banyak yang telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam UU Pers, yakni berbadan hukum pers. 

"Konsepnya profit sharing atau equity sharing, bukan gaji. Ini adalah model bisnis modern yang sudah bertumbuh sejak ledakan industri teknologi digital. Anggota SMSI DIY rata-rata adalah media startup, namun tetap setia dengan jurnalisme berkualitas, professional dan menjaga etika,” ungkapnya.

Fafa meyakini pers profesional, termasuk yang dilaksanakan media-media lokal, tetap menjadi satu-satunya institusi sosial yang memiliki mekanisme verifikasi, koreksi, dan akuntabilitas di tengah gempuran disrupsi informasi.

*Jika negara abai akan hal ini, maka sesungguhnya yang dipertaruhkan bukan masa depan Pers, melainkan demokrasi itu sendiri. Tidak selalu regulator, dalam hal ini Dewan Pers, merupakan pemegang kebenaran absolut. Jika kita selalu taat kepada pemegang otoritas tanpa mengkritisi, maka tidak ada kontrol publik. Maka rusaklah demokrasi,” ucapnya.

Fafa menegaskan, tidak bermaksud melawan Dewan Pers, justru ingin mengembalikan marwah Dewan Pers kepada mandatnya sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, di mana tugasnya hanya mendata, bukan memverifikasi. Perlindungan pers bersifat konstitusional, bukan administratif.

"Solusi yang saya tawarkan dalam buku saya di antaranya adalah agar Dewan Pers justru memberikan mandat kepada organisasi perusahaan pers yang menjadi konstituennya, seperti SMSI, untuk memverifikasi perusahaan pers, lalu Dewan Pers mendata, bukan sebaliknya. Tentu verifikasi mengacu pada ketentuan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegasnya.

Fafa menegaskan, meski diberi judul Ambang Sandyakala Jurnalisme, bukunya tidak dimaksudkan untuk menebar pesimisme terhadap masa depan pers Indonesia. Sandyakala dimaknai sebagai transisi menuju fajar yang lebih cerah. Ia meyakini melalui integritas, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan publik, pers akan tetap hidup.

Sementara itu, selaku pembedah buku, Sihono menilai buku ini lahir dari kegelisahan seorang praktisi media yang merasakan bagaimana kebebasan pers yang diperjuangkan dengan pengorbanan besar pasca-Reformasi 1998 perlahan bergeser, bukan oleh larangan terang-terangan, melainkan oleh mekanisme administratif, tafsir regulatif yang melebar, serta kuasa ekonomi-politik yang kian halus namun efektif.

"Buku ini menegaskan verifikasi idealnya memperkuat ekosistem, bukan menyisihkan. Ketika syarat administratif dan finansial diseragamkan tanpa empati pada realitas media kecil dan daerah, yang tereduksi bukan hanya jumlah perusahaan pers, tetapi juga keberagaman suara publik. Jurnalisme tumbuh dari kedekatan dengan warga, dari kerja tekun di lapangan, bukan semata dari neraca keuangan yang tebal,” jelas Sihono.

Hal senada diungkapkan Hudono. Menurutnya, verifikasi yang terlalu menekankan struktur perusahaan pers dikhawatirkan justru mengabaikan inti jurnalisme, sementara fungsi yang diamanatkan dalam UU Pers hanyalah mendata perusahaan pers, bukan memverifikasi.

"Dalam konteks itulah saya mengapresiasi terbitnya buku Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers yang ditulis sahabat saya Mas Fafa. Dalam bukunya ini, beliau mencoba menyampaikan kegelisahannya ketika Dewan Pers berperan bak ‘wasit’ yang menentukan hidup matinya media. Kalau dulu, zaman Orde Baru, media bisa hidup berbekal Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Kini, setelah rezim perizinan terbit dihapus, giliran dicekam kekhawatiran keberlanjutan hidupnya terhenti, terutama media level UMKM, lantaran belum mengantongi label verifikasi Dewan Pers,” pungkasnya. (rls/ali/jp). 

Butik Baru Perkuat PAD Kota Banjarmasin

BANJARMASIN- Pemerintah Kota Banjarmasin menilai beroperasinya Butik HIKMAT Banjarmasin mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pertumbuhan transaksi ritel menjelang Ramadan dan Idul Fitri. 

Hal itu ditandai dengan kegiatan grand opening butik yang dilaksanakan di Duta Mall Banjarmasin, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan peresmian dihadiri Ketua TP PKK Banjarmasin, Hj Neli Listriani. Ia menyatakan, kehadiran gerai baru memperluas pilihan belanja masyarakat di dalam kota sehingga menahan arus pengeluaran ke luar daerah. 

"Perputaran ekonomi yang terjadi di Banjarmasin memberi kontribusi langsung terhadap penerimaan daerah,” ujarnya.

Pemerintah kota memandang investasi ritel tersebut sebagai indikator kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim ekonomi daerah sekaligus langkah strategis memperkuat basis perdagangan lokal. Peningkatan aktivitas usaha dinilai memperluas basis pajak daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Butik milik Mr Hikmat menargetkan kebutuhan busana muslim pada musim belanja hari besar keagamaan, segmen yang dinilai memiliki potensi pasar kuat di Banjarmasin. 

Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong kolaborasi pelaku ritel dengan UMKM lokal agar dampak ekonomi dari pertumbuhan perdagangan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (prkm/jp). 

Pengurus PGI Kalsel 2026–2030 Dikukuhkan, HM. Yamin HR Nahkodai Pembinaan dan Prestasi Golf

BANJARMASIN- Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Kalimantan Selatan periode 2026–2030 resmi dikukuhkan, Selasa (17/2/2026) di Hotel TreePark, Banjarmasin.

Dalam kepengurusan baru tersebut, HM. Yamin HR dipercaya menjabat sebagai Ketua PGI Kalimantan Selatan untuk empat tahun ke depan.

Usai pengukuhan, HM. Yamin, menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan olahraga golf di Kalimantan Selatan agar semakin berkembang dan mampu meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Menurutnya, fokus utama kepengurusan ke depan adalah memperkuat sistem pembinaan atlet secara berjenjang, meningkatkan kualitas dan frekuensi kompetisi, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi fondasi utama untuk mencetak atlet berprestasi. Selain itu, kami juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, klub, dan sponsor guna meningkatkan daya saing golf Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan dukungan seluruh pihak, PGI Kalimantan Selatan dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kejuaraan. (prkm/jp). 

Perkuat SOP dan Kesiapsiagaan, Pengamanan Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Siap Sambut Ramadan 2026

TAMIANG LAYANG- Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menggelar rapat kesiapan dan kesiagaan menjelang Bulan Ramadan 1447 H/2026 M, Selasa (17/2/2026), di aula rutan setempat. 

Rapat ini difokuskan pada penguatan koordinasi dan penyelarasan standar operasional prosedur (SOP) guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama bulan suci.

Kegiatan dipimpin jajaran pejabat struktural dan diikuti para komandan regu serta seluruh anggota regu pengamanan. Forum tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus konsolidasi strategi untuk mengantisipasi potensi dinamika keamanan yang kerap meningkat menjelang dan selama Ramadhan.

Dalam arahannya, pejabat struktural menekankan pentingnya keseragaman pelaksanaan SOP, mulai dari pola penjagaan, mekanisme kontrol blok hunian, hingga pengawasan layanan kunjungan dan aktivitas warga binaan. Penyelarasan juga mencakup optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Setiap regu diberi kesempatan menyampaikan kendala teknis di lapangan serta usulan langkah antisipatif. Penekanan diberikan pada peningkatan kedisiplinan, ketelitian administrasi, serta kewaspadaan petugas tanpa mengabaikan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Selain aspek pengamanan, rapat turut membahas penguatan sinergi antar subseksi agar seluruh layanan pembinaan dan administrasi tetap berjalan optimal selama Ramadhan. Koordinasi yang solid dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan antara keamanan, pembinaan, dan pelayanan publik.

Rapat berlangsung kondusif dan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan responsif demi terciptanya situasi rutan yang aman dan tertib sepanjang Ramadan 2026. (zi/jp). 

Ketua Satgas MBG Batola : Dari 32 Titik MBG 3T, Baru Satu Beroperasi

MARABAHAN- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Joko Sumitro, mengungkapkan hingga saat ini baru satu titik MBG 3T yang beroperasi, yakni di Desa Sekata, Kecamatan Tamban.

Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara terdapat 21 titik MBG 3T. Namun, sesuai Surat Keputusan (SK) terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah titik yang telah ditetapkan bertambah menjadi 32 lokasi.

"Dari 32 titik tersebut, baru satu yang beroperasi. Beberapa lainnya sudah menunjukkan progres, tetapi ada juga yang belum ada perkembangan,” ujar Joko Sumitro kepada wartawan ini usai kegiatan silaturahmi antara Satgas MBG Batola, bersama Kadis PMD, Anggota DPRD Batola, Hj Arfah dengan kades yang dapat Titik dapur MBG 3T di Hotel LEX Kayutangi, Selasa (17/2/2026).

Joko mengatakan, pihaknya masih menunggu batas waktu 60 hari sesuai SK dari Badan Gizi Nasional untuk proses pembangunan. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada perkembangan, Satgas akan mengusulkan peninjauan kembali SK penetapan.

Ia menegaskan, tugas dan fungsi Satgas adalah membantu percepatan realisasi MBG 3T di daerah. Namun hingga kini, belum ada investor yang melapor langsung ke Satgas terkait perkembangan pembangunan di 32 titik tersebut.

"Dari hasil rapat, ternyata ada beberapa investor yang sudah melapor ke kepala desa dan camat, tetapi belum ke Satgas,” katanya.
Terkait hal itu, Joko menegaskan pihaknya tidak dapat memberikan sanksi apabila tidak ada laporan kepada Satgas. Meski demikian, jika ke depan tidak ada perkembangan, pihaknya akan mengusulkan kembali penetapan lokasi tersebut.

Sementara itu, terkait operasional dapur MBG 3T, Joko menyebut, bahwa hal tersebut menjadi kewenangan BGN karena seluruh persyaratan dan proses verifikasi berada di instansi tersebut.

"Satgas hanya memastikan program itu berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia berharap, dapur MBG 3T yang telah ditetapkan dapat segera beroperasi serta aktif melaporkan kegiatan kepada kepala desa dan camat guna mengantisipasi pertanyaan dari masyarakat.

Selain 32 titik MBG 3T, tambah Joko, terdapat 21 titik dapur MBG reguler, dan tujuh diantaranya telah berjalan, sementara sisanya masih dalam tahap proses. (ali/jp). 

Manasik Haji Tingkat Kabupaten dan Kecamatan Selesai, Kepala Kemenhaj Bartim Tekankan Kedisiplinan dan Kekompakan Jemaah

TAMIANG LAYANG- Manasik haji tingkat kabupaten dan kecamatan resmi berakhir dengan lancar dan antusiasme diikuti 101 jemaah calon haji Barito Timur, Selasa (17/2/2026). 

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Timur selama lima hari dan dipusatkan di Aula PLHUT setempat ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama menjalankan ibadah haji. 

Ia mengingatkan, bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan tinggi.

"Manasik ini bukan sekadar seremoni. Apa yang telah dipelajari, mulai dari tata cara tawaf, sa’i, wukuf, hingga lempar jumrah, harus benar-benar dipahami dan dipraktikkan sesuai tuntunan,” ujar H Ahmad Fauzi kepada wartawan ini. 

Selama pelaksanaan manasik di tingkat kecamatan hingga kabupaten tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi terkait rukun dan wajib haji, praktik ibadah, kesehatan, hingga teknis perjalanan dan aturan selama berada di Arab Saudi. Para pembimbing juga memberikan simulasi langsung agar jemaah lebih siap menghadapi situasi di lapangan.

H Ahmad Fauzi juga mengingatkan pentingnya mematuhi arahan petugas, menjaga ketertiban, serta saling membantu antarjemaah.

"Jaga kebersamaan. Jangan berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi. Ikuti arahan ketua kloter dan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan lancar,” pesannya.

Dengan berakhirnya manasik haji di tingkat kabupaten dan kecamatan ini, H Ahmad Fauzi berhapara jemaah calon haji semakin siap, baik secara ilmu, mental, maupun fisik. 

Selain kesiapan mental dan pengetahuan, H Ahmad Fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. 

Ia mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta rutin memeriksakan kesehatan.

"Kami berharap berangkat 101 orang, pulang pun tetap 101 orang dalam keadaan sehat. Semoga seluruh jemaah dapat meraih haji yang mabrur dan mabrurah,” tegasnya.

Diketahui, sebanyak 101 jemaah calon haji asal Barito Timur dijadwalkan berangkat pada musim haji tahun 1447 H/2026 M ini. Pemerintah daerah dan Kementerian Haji dan Umrah setempat terus melakukan pendampingan guna memastikan kesiapan administrasi, kesehatan, serta pemahaman manasik seluruh jemaah. (zi/jp).

101 JCH Bartim Ikuti Manasik Haji Tingkat Kecamatan Hari Terakhir, Bekali Pemahaman Tawaf hingga Sa’i

TAMIANG LAYANG- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Barito Timur menutup pelaksanaan manasik haji tingkat kecamatan pada hari keempat atau terakhir, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula PLHUT Tamiang Layang tersebut diikuti 101 jemaah calon haji (JCH) 1447 Hijriah/2026 Masehi asal Kabupaten Barito Timur.

Pada sesi penutup, panitia menghadirkan narasumber H Aspahani yang menyampaikan materi teknis seputar pelaksanaan tawaf dan sa’i, termasuk tata cara tawaf ifadah. 

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahalul tsani, penggabungan tawaf ifadah dengan tawaf wada, serta ketentuan barang bawaan selama berada di Tanah Suci.

H Aspahani memaparkan materi secara rinci, mulai dari niat, tata urutan pelaksanaan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan jemaah agar ibadah berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Secara terpisah, Kepala Kemenhaj Kabupaten Barito Timur, H Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa manasik haji bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada jemaah terkait rukun, wajib, dan sunah haji.

"Melalui manasik ini, kami berharap seluruh JCH memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan benar, sehingga dapat menjalankannya secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, manasik tingkat kecamatan merupakan bagian dari rangkaian pembinaan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. 

"Selain pendalaman materi, kegiatan ini juga menjadi sarana konsolidasi serta penguatan kesiapan fisik dan mental jemaah," demikian H Ahmad Fauzi.  (zi/jp). 

Senin, 16 Februari 2026

Bupati Kapuas Pimpin Rapat Lintas Instansi Matangkan Persiapan Ramadan 1447 H

KUALA KAPUAS- Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno, memimpin rapat koordinasi persiapan menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kapuas. Rapat digelar di Warung Makan Al Maida, Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas, Senin (16/2/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, H Hamdhan, Kepala Dinas Pendidikan H Suwarno Muriyat, Kepala Dinas Kesehatan dr. Agus Waluyo, pengurus Masjid Agung Al Mukarram, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kapuas Robby Cahyadi.

Dalam arahannya, Bupati HM. Wiyatno, menekankan pentingnya sinergi lintas instansi guna memastikan pelaksanaan ibadah Ramadhan berjalan tertib, aman, dan khusyuk. 

Koordinasi tersebut mencakup dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pengaturan aktivitas masyarakat, hingga langkah-langkah menjaga ketertiban umum selama bulan suci.

"Kita ingin seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Karena itu, perlu kolaborasi semua pihak agar persiapan Ramadhan benar-benar matang,” ujar Wiyatno.

Selain itu, dibahas pula penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, serta dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai agenda Ramadan di Kabupaten Kapuas.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Kapuas berharap seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat selama Ramadan 1447 H dapat berlangsung lancar serta semakin mempererat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. (fah/hru/jp). 

Bhabinkamtibmas Polsek Dusun Tengah Fasilitasi Mediasi Sengketa Tanah di Desa Turan Amis

TAMIANG LAYANG- Personel Bhabinkamtibmas Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, melaksanakan kegiatan mediasi terkait sengketa sertifikat tanah hak milik di Desa Turan Amis, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin, 16 Februari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Turan Amis dengan tujuan menyelesaikan permasalahan sertifikat tanah atas nama SUBAIRI yang menjadi objek sengketa antara Sdri. Engkan Kartika dan Sdra. Eko Purwanto di RT 03 Desa Turan Amis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Turan Amis, Ketua BPD, Ketua RT. 03, pihak yang bersengketa, saksi bertambitan, serta Litmas, sebagai bagian dari upaya transparansi dan penyelesaian yang adil.

Mediasi yang difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Turan Amis, AIPDA M. Nisfi, berhasil memperoleh kesepakatan bersama antara kedua pihak terkait hak kepemilikan tanah. Kesepakatan ini diharapkan mampu mencegah timbulnya konflik lanjutan dan menjaga situasi tetap aman di lingkungan Desa Turan Amis.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Suprayitno, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi fasilitator dalam penyelesaian masalah masyarakat secara damai.

"Melalui mediasi yang dipandu Bhabinkamtibmas, masyarakat dapat menyelesaikan sengketa secara kekeluargaan dan kondusif," ujarnya. 

"Kehadiran polisi di tengah masyarakat selain memberikan rasa aman juga menjadi jembatan komunikasi untuk penyelesaian masalah secara damai,” tandasnya. (zi/jp). 

Satresnarkoba Polres Barito Kuala Tangkap Pengedar 5,02 Gram Sabu di Alalak

MARABAHAN- Satuan Reserse Narkoba Polres Barito Kuala menangkap seorang perempuan berinisial NH (31) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Tersangka diamankan di pinggir Jalan Mawar Raya, Kelurahan Handil Bakti, setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di kawasan tersebut.

Kapolres Barito Kuala AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Marum, Senin (16/2/2026), membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebutkan, operasi penindakan dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Joko Sunarwan.

“Petugas melakukan observasi berdasarkan laporan masyarakat. Tim kemudian mencurigai seorang perempuan yang melintas menggunakan sepeda motor Honda Genio warna hitam sesuai ciri-ciri yang diperoleh,” ujar AKP Marum.

Saat tersangka berhenti di tepi jalan yang diduga untuk menunggu pembeli, petugas segera melakukan pemeriksaan dan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu paket sabu seberat bruto 5,02 gram yang disimpan dalam plastik hitam dan dimasukkan ke bekas kotak pulpen, lalu diletakkan di dashboard kiri sepeda motor.

NH yang diketahui beralamat di Jalan Sutoyo S, Kota Banjarmasin, diduga hendak mengantarkan sabu kepada pemesan. Kepada petugas, tersangka mengakui barang tersebut rencananya akan diserahkan kepada pembeli.

Selain sabu, polisi turut menyita satu unit telepon genggam Infinix Hot 30i, satu bekas kotak pulpen, satu lembar plastik hitam, serta satu unit sepeda motor Honda Genio warna hitam yang digunakan tersangka.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Barito Kuala untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, NH dijerat Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana berat sesuai ketentuan yang berlaku. (hru/jp). 

Wali Kota Tinjau Aksi Bersih Sungai Lumbah di Banjarmasin Timur

BANJARMASIN- Wali Kota Banjarmasin, HM. Yamin HR meninjau langsung kegiatan aksi bersih-bersih di Sungai Lumbah, tepatnya di Jalan Mahatkasan, Komplek Permata Hijau Ujung, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Senin (16/2/2026) pagi.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Camat Banjarmasin Timur, pihak kelurahan terkait, warga sekitar, hingga sejumlah instansi seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam peninjauannya, Wali Kota HM. Yamin, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari upaya mencegah banjir dan menjaga kelestarian lingkungan. Sungai Lumbah yang terletak di Kelurahan Kuripan diketahui terhubung dengan Kelurahan Sungai Lulut dan Kelurahan Pengambangan, sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama lintas wilayah.

"Kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan. Sungai adalah urat nadi kota kita, sehingga perlu dijaga agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih tersebut difokuskan pada pengangkatan sampah, pembersihan sedimentasi ringan, serta penataan bantaran sungai. Petugas gabungan bersama warga tampak bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Camat Banjarmasin Timur, Roenissa, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. 

Ia berharap, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat, terutama karena Sungai Lumbah menjadi jalur penghubung antarwilayah yang cukup vital.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai, sekaligus mengantisipasi potensi genangan dan banjir di kawasan Banjarmasin Timur. (prkm/ali/jp). 

101 JCH Bartim Ikuti Manasik Hari Ketiga, Bahas Tata Cara Lempar Jumrah dan Pengelolaan Dam

TAMIANG LAYANG- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Barito Timur melaksanakan manasik haji tingkat kecamatan memasuki hari ketiga, Senin (16/2/2026). 

Kegiatan berlangsung di Aula PLHUT Tamiang Layang dan diikuti 101 jemaah calon haji (JCH) 1447 Hijriah/2026 Masehi asal Kabupaten Barito Timur.

Pada sesi kali ini, panitia menghadirkan narasumber H Aspahani yang menyampaikan materi seputar rangkaian kegiatan jemaah haji di Mina. 

Materi tersebut meliputi ketentuan melontar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, tahapan tahallul atau cukur rambut, hingga ketentuan melontar jumrah bagi jemaah yang uzur.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai Tanazul Mina, Nafar Awal dan Nafar Tsani, serta tata cara dan pengelolaan dam sesuai ketentuan syariat.

Secara terpisah, Kepala Kemenhaj Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan manasik ini bertujuan membekali jemaah calon haji agar memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara benar, tertib, dan sesuai aturan, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan mandiri. (zi/jp). 

Manasik Haji 1447 H, 113 Jemaah Barito Utara Ikuti Pembekalan Sebelum ke Tanah Suci

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan pentingnya manasik haji sebagai tahapan krusial dalam mempersiapkan jemaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembekalan menyeluruh agar jemaah memahami tata cara ibadah sesuai tuntunan pembimbing.

Hal itu disampaikan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Barito Utara, H Moch. Ikhsan saat membuka Manasik Haji Kabupaten Barito Utara 1447 Hijriah/2026 Masehi di Aula Bappedarida Muara Teweh, Senin (16/2/2026).

H Moch. Ikhsan menyebut, bahwa manasik haji sebagai “gladi resik” sebelum pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, persiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun pengetahuan, menjadi kunci kelancaran ibadah haji.

"Selain sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, ibadah haji juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat persatuan dan persaudaraan sesama jemaah Indonesia, khususnya dari Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.

Ia mengingatkan jemaah agar mempersiapkan diri secara teratur sebelum berangkat ke Mekkah Al-Mukarramah. Dengan persiapan yang baik, diharapkan jemaah dapat meraih haji yang mabrur dan maqbul.

Ia juga menekankan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan jemaah, antara lain menjaga kesehatan, mengatur pola makan, memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, serta mematuhi ketentuan barang bawaan dan tidak membawa barang terlarang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Utara, Alpiansah, menyampaikan bahwa pada musim haji 1447 H/2026 M, Kabupaten Barito Utara akan memberangkatkan 113 jemaah, terdiri atas 57 laki-laki dan 56 perempuan.

"Jumlah tersebut berkurang sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar antara 123 hingga 125 jemaah,” ujarnya.

Ia menerangkan, penyesuaian kuota merupakan dampak kebijakan percepatan masa tunggu yang diterapkan secara nasional, sehingga setiap daerah menyesuaikan dengan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dari sisi usia, jemaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Alpiansah menegaskan, keberangkatan jemaah usia muda bukan karena perlakuan khusus, melainkan hasil pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau mengalami sakit permanen sesuai regulasi yang berlaku. (dsk/emca/jp). 

Warga Tamiang Layang Minta Peningkatan dan Perawatan Jalan Permukiman Sepanjang 2 Km

TAMIANG LAYANG- Warga RT. 022, Jalan Komplek Perumahan DPR tembus Bangi Wao Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur meminta pemerintah setempat segera melakukan peningkatan dan perawatan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Salah satu warga, M. Haris, menyampaikan bahwa kondisi jalan di lingkungan mereka memerlukan perhatian serius. 

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer itu dinilai membutuhkan perkerasan serta pembenahan agar lebih layak dilalui, terutama saat musim hujan.

Menurutnya, selain perbaikan fisik jalan, warga juga berharap adanya pengembangan kawasan permukiman secara menyeluruh. Hal ini dinilai penting untuk menunjang kenyamanan, keselamatan, serta aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Kami berharap ada peningkatan jalan, perawatan rutin, dan pengembangan kawasan permukiman agar akses warga lebih baik,” ujar M. Haris kepada wartawan ini, Senin (16/2/2026). 

Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera menindaklanjuti aspirasi tersebut guna mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Tamiang Layang. (zi/jp). 

Bupati Barito Timur Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H

TAMIANG LAYANG- Kabupaten Barito Timur resmi mengatur penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pengaturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Barito Timur Nomor 000.8.3/82/ORG/2026 tentang Jam Kerja pada Bulan Ramadan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur.

Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara, serta mempertimbangkan kelancaran pelaksanaan ibadah puasa tanpa mengganggu pelayanan publik.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa jumlah jam kerja ASN selama Ramadhan ditetapkan sebanyak 32 jam 30 menit per minggu, tidak termasuk waktu istirahat.

Adapun rincian jam kerja. Yakni Unit kerja dengan 5 hari kerja; Senin–Kamis: pukul 08.00–15.00 WIB; Istirahat: pukul 12.00–12.30 WIB; Jumat: pukul 08.00–15.30 WIB; dan Istirahat: pukul 11.30–12.30 WIB

Unit kerja dengan 6 hari kerja; Senin–Kamis dan Sabtu: pukul 08.00–14.00 WIB; Istirahat: pukul 12.00–12.30 WIB; Jumat: pukul 08.00–14.30 WIB; dan Istirahat: pukul 11.30–12.30 WIB.

Bupati M. Ya min menegaskan, khusus bagi unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas, pemadam kebakaran, serta unsur keamanan dan ketertiban, agar mengatur jadwal penugasan pegawai secara proporsional. Penyesuaian jam kerja diminta tidak mengganggu kualitas pelayanan publik selama Ramadhan.

Selain itu, kegiatan upacara dan olahraga untuk sementara ditiadakan dan akan kembali dilaksanakan seperti biasa setelah bulan Ramadhan berakhir.

ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga diimbau untuk tetap menjaga suasana kerja yang kondusif serta saling menghormati, khususnya terhadap pegawai yang menjalankan ibadah puasa. (zi/jp). 

Minggu, 15 Februari 2026

Wali Kota Banjarmasin Pantau Kerja Bakti Bersihkan Sungai Benawa

BANJARMASIN- Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, memantau kerja bakti atau gotong royong membersihkan Sungai Benawa di kawasan Kampung Gadang Banjarmasin Tengah, Minggu (15/2/2026). 

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Banjarmasin meninjau langsung kondisi sungai dan bangunan di sekitarnya, serta memantau sampah dan gaya hidup warga setempat.

Wali Kota Banjarmasin berencana membuat 3R (Reduce, Reuse, Recycle) agar lebih aktif lagi dan membangun semacam rumah pengelolaan sampah tersendiri di ujung Kampung Gadang. 

"Kami ingin warga dapat mengelola sampah sendiri dan mendapatkan manfaat dari hasil penjualan sampah tersebut," ujarnya.

Gotong royong ini dibantu oleh Pasukan Turbo Dinas PUPR Kota Banjarmasin, yang terdiri dari 6 tim dengan kekuatan 42 orang. Mereka akan terus membersihkan Sungai Benawa yang sudah dipantau oleh Wali Kota Banjarmasin.

Untuk menarik perhatian masyarakat, Lurah Gadang Anisa  memberikan doorprize pada kegiatan bersih-bersih ini. 

"Kami ingin masyarakat aktif dalam gotong royong dan peduli dengan kebersihan lingkungan," katanya.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Wali Kota Banjarmasin dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelersihan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup warga Banjarmasin. (prkm/ali/jp). 

Puncak HUT ke-53, PAM Bandarmasih Tegaskan Komitmen Tingkatkan Distribusi Air hingga Ujung Jaringan

BANJARMASIN- Memperingati puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, PAM Bandarmasih menggelar kegiatan family gathering di halaman kantor setempat, Minggu (15/2/2026) pagi.

Momentum ini dimanfaatkan manajemen untuk menegaskan komitmen peningkatan pelayanan distribusi air bersih hingga ke wilayah ujung jaringan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, HM. Yamin HR, Dewan Komisaris, jajaran direksi, serta seluruh karyawan. Dalam acara itu, manajemen juga membagikan sejumlah hadiah kepada karyawan, mulai dari voucher belanja hingga dua unit sepeda motor sebagai hadiah utama.

Wali Kota Banjarmasin, HM. Yamin HR, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-53 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat baru bagi seluruh jajaran perusahaan daerah tersebut.

"Sesuai tema ‘Back To The Future’, pengalaman yang telah dilalui harus menjadi pembelajaran untuk memperbaiki sistem pelayanan ke depan, khususnya dalam penyaluran air bersih hingga ke ujung jaringan,” ujarnya.

Menurut Yamin, seiring perkembangan zaman, perusahaan dituntut menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas layanan. Ia menyoroti masih adanya laporan masyarakat terkait distribusi air bersih, kebocoran pipa, hingga pencurian meter air.

"Permasalahan tersebut harus menjadi fokus pembenahan agar pelayanan semakin optimal dan merata,” tegasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama, Edy Wibowo, menyebutkan bahwa kegiatan kebersamaan seperti family gathering penting untuk memperkuat soliditas internal perusahaan.

"Perusahaan tidak akan maju jika berjalan sendiri. Seluruh karyawan, dari tingkat bawah hingga pimpinan, harus bersatu dan saling mendukung,” katanya.

Plh Direktur Utama, Zulbadi, menambahkan bahwa pada 2026 pihaknya akan memprioritaskan tujuh program strategis yang difokuskan pada pemerataan distribusi air bersih.

"Salah satu program yang akan dijalankan adalah peningkatan pelayanan di wilayah Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat agar distribusi air lebih merata hingga ke ujung pelayanan,” jelasnya.

Ia menekankan, pelaksanaan program strategis tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. 

"Peningkatan pelayanan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (hru/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes