BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Rabu, 28 Oktober 2026

BKPSDM Barito Timur Perkuat Integritas ASN, Kasubbag Diingatkan Cegah Gratifikasi dan Korupsi

TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan, gratifikasi, dan antikorupsi bagi seluruh Kepala Subbagian (Kasubbag) Umum dan Kepegawaian di lingkungan Pemkab Barito Timur, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Barito Timur tersebut bertujuan memperkuat integritas aparatur sipil negara (ASN), meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Kepala BKPSDM Kabupaten Barito Timur, Jhon Wahyudi, AP, M.Si., membuka kegiatan tersebut mewakili Sekretaris Daerah Barito Timur, Misnohartaku. Hadir sebagai narasumber, Inspektur Kabupaten Barito Timur, Josmar Lambok Banjar Nahor, MT, M.Ak., CFrA, CGCAE, QRMP, yang menyampaikan materi mengenai gratifikasi dan antikorupsi.

Dalam sambutan Sekda yang dibacakan Jhon Wahyudi, ditegaskan bahwa Kasubbag Umum dan Kepegawaian memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran administrasi dan tata kelola pemerintahan di setiap perangkat daerah.

Selain memastikan tertib administrasi, para Kasubbag juga dituntut memahami dan menerapkan ketentuan perundang-undangan, menjaga integritas, serta mendukung pelaksanaan manajemen ASN secara profesional.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Inspektur Kabupaten Barito Timur, Kepala BKPSDM, serta Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda BKPSDM, Idung, S.Sos., MM., dan Salvinnia, S.Sos., MM.

Pembahasan mencakup sejumlah aspek penting dalam pengelolaan birokrasi, mulai dari pencegahan gratifikasi dan korupsi, pengembangan kompetensi ASN, penegakan disiplin pegawai, hingga pengelolaan data kepegawaian.

Dalam upaya mencegah gratifikasi dan korupsi, para Kasubbag didorong menjadi teladan dalam penerapan integritas serta memastikan pelayanan administrasi kepegawaian berjalan sesuai ketentuan. Penguatan budaya antikorupsi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

Pada aspek pengembangan kompetensi, pengelola kepegawaian diharapkan lebih proaktif mengidentifikasi kebutuhan pelatihan ASN agar sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing serta mendukung peningkatan kinerja organisasi.

Sementara itu, penegakan disiplin ASN menjadi perhatian melalui pemantauan kehadiran, kepatuhan terhadap jam kerja, dan evaluasi kinerja. Pelaksanaannya perlu dilakukan secara konsisten dan objektif sesuai peraturan yang berlaku.

Sosialisasi juga menyoroti pentingnya pemutakhiran dokumen melalui Document Management System (DMS) serta peningkatan kualitas data ASN melalui Indeks Kualitas Data (IKADA). Akurasi dan kelengkapan data kepegawaian diperlukan untuk mendukung kelancaran layanan administrasi, termasuk proses kenaikan pangkat, pensiun, dan pelaporan kinerja instansi.

Melalui kegiatan ini, BKPSDM bersama Inspektorat Kabupaten Barito Timur mendorong para pengelola kepegawaian meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, memperkuat integritas, dan menjaga kualitas administrasi di lingkungan perangkat daerah.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Kemenag Barito Timur Targetkan 47 Sertifikat Rumah Ibadah dan Tanah Wakaf pada 2026

TAMIANG LAYANG- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Timur bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat pengurusan sertifikat rumah ibadah dan tanah wakaf di wilayah setempat. Pada 2026, sebanyak 47 sertifikat ditargetkan dapat diterbitkan melalui program tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Barito Timur, H Khairani, melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), H Ahmad Janawi, menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPN tersebut merupakan upaya untuk membantu proses pensertifikatan tanah rumah ibadah dan tanah wakaf agar memiliki kepastian hukum.

"Hingga 16 Juli 2026, sebanyak 31 berkas sertifikat telah dikonfirmasi oleh BPN. Jumlah tersebut terdiri atas 20 berkas melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan 11 berkas penegasan tanah wakaf," ujar H Ahmad Janawi kepada wartawan ini, Rabu (28/10/2026).

Adapun objek tanah yang diusulkan untuk pensertifikatan meliputi tanah musala, masjid, dan kuburan yang berstatus wakaf. Proses pensertifikatan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan status kepemilikan serta mencegah potensi permasalahan pertanahan di kemudian hari.

H Ahmad Janawi terus mendorong koordinasi dengan BPN agar proses pengurusan sertifikat dapat berjalan sesuai ketentuan. Dengan adanya kerja sama tersebut, target 47 sertifikat pada 2026 diharapkan dapat tercapai sehingga semakin banyak tanah rumah ibadah dan tanah wakaf yang memiliki dokumen legal.

H Ahmad Janawi juga mengimbau masyarakat di Kabupaten Barito Timur, khususnya pengelola rumah ibadah dan pihak yang mengelola tanah wakaf, agar segera mengajukan pensertifikatan tanahnya. 

"Langkah ini penting untuk memberikan kepastian hukum dan menjaga keberlangsungan pemanfaatan tanah wakaf bagi kepentingan umat dan masyarakat," jelas H Ahmad Janawi. (zi/jp).

HUT ke-27 IPJI, Hartany Soekarno Terima Penghargaan Tokoh Jurnalis Kalteng

PALANGKA RAYA- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kalimantan Tengah memberikan penghargaan kepada Hartany Soekarno sebagai Tokoh Jurnalis Kalimantan Tengah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 IPJI, Rabu (28/10/2026).

Penghargaan berupa plakat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Hartany Soekarno dalam dunia jurnalistik, terutama dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada para jurnalis di Kalimantan Tengah.

Ketua DPW IPJI Kalteng, Pickrol Hidayad, mengatakan Hartany merupakan jurnalis senior yang dinilai memiliki kepedulian terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

"Beliau adalah sosok yang sangat murah hati dalam berbagi ilmu sebagai jurnalis. Seorang senior yang menginginkan jurnalis maju dan hebat,” ujar Pickrol.

Menurut Pickrol, kemauan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman merupakan salah satu nilai penting dalam membangun profesionalisme insan pers. Upaya tersebut dinilai dapat mendorong jurnalis untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Pemberian penghargaan ini juga menjadi bentuk pengakuan atas peran jurnalis senior dalam mendukung perkembangan pers di daerah. Pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan kepada generasi penerus diharapkan dapat menjadi bekal bagi jurnalis muda dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui momentum HUT ke-27 IPJI, DPW IPJI Kalteng berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi insan pers, khususnya jurnalis muda, untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peringatan HUT ke-27 IPJI sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarjurnalis dan mendorong peningkatan kualitas pers di Kalimantan Tengah. (emca/jp). 

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Patangkep Tutui Tanam Jagung Pakan di Lahan Dua Hektare

TAMIANG LAYANG- Polsek Patangkep Tutui, Polres Barito Timur, melaksanakan penanaman jagung pakan di lahan seluas dua hektare milik warga bernama Sukiman di RT 02, Desa Kambitin, Kecamatan Patangkep Tutui, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional.

Penanaman tersebut dipimpin Kapolsek Patangkep Tutui, IPDA Bambang Wahyudi, S.H., dengan melibatkan personel Polsek Patangkep Tutui, Bhabinkamtibmas Desa Kambitin, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Patangkep Tutui, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Bentot, serta para petani.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Patangkep Tutui, IPDA Bambang Wahyudi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung pakan tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Melalui kegiatan penanaman jagung pakan ini, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara produktif sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujar IPDA Bambang.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan pertanian diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung pakan yang mendukung kebutuhan pakan ternak.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Polda Kalimantan Tengah sebagaimana tercantum dalam Surat Telegram Nomor ST/792/XI/KEP.11./2024 tanggal 14 November 2024, terkait petunjuk pelaksanaan program personel penggerak desa dan kegiatan ketahanan pangan.

Melalui kegiatan tersebut, IPDA Bambang berharap kerja sama antara kepolisian, petugas pertanian, dan petani dapat terus terjalin guna mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Satlantas Polres Seruyan Gencarkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di Kuala Pembuang

KUALA PEMBUANG- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seruyan menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat melalui sosialisasi di sejumlah lokasi di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Patuh Telabang 2026 untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Sosialisasi menyasar masyarakat yang beraktivitas di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan gerai Indomaret. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memberikan imbauan secara langsung mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta berkendara dengan hati-hati.

Kasat Lantas Polres Seruyan, IPTU Subronto, S.H., M.A.P., mengatakan edukasi secara langsung kepada masyarakat menjadi salah satu upaya membangun budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar IPTU Subronto.

Melalui Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Polres Seruyan terus mendorong masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan serta mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah Kuala Pembuang. (gan/jp). 

Kolaborasi Tim Gabungan, Terduga Penggelap Pickup di Seruyan Dibekuk di Losmen Sampit

KUALA PEMBUANG- Jajaran Polsek Danau Sembuluh bersama Unit Resmob Polres Seruyan dan Resmob Polres Kotawaringin Timur mengungkap dugaan penggelapan satu unit mobil pickup Mitsubishi L300 milik warga Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan. Terduga pelaku berinisial F.N.B.A. (31) diamankan di sebuah losmen di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan kendaraan yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti.

Kasus ini bermula pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, saat terduga pelaku bersama rekan kerjanya, M.H. (39), mengantarkan buah kelapa sawit ke pabrik PT Permata Timur Lestari (PTL) menggunakan mobil pickup Mitsubishi L300 warna hitam bernomor polisi KH 88XX FC milik S. (37).

Saat menunggu antrean penjualan sawit, F.N.B.A. meminta izin meninggalkan lokasi sementara waktu dengan alasan hendak memperbaiki telepon genggam. Namun, setelah nomor antrean mereka dipanggil, yang bersangkutan tidak kunjung kembali.

Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, terduga pelaku beserta mobil pickup tersebut belum kembali ke lokasi. Rekan kerjanya kemudian melaporkan kejadian itu kepada pemilik sawit sekaligus pemilik kendaraan.

Merasa dirugikan, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Danau Sembuluh. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Unit Resmob Polres Seruyan untuk melacak keberadaan terduga pelaku beserta kendaraan yang dibawanya.

Hasil penyelidikan mengarah ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Tim kemudian berkoordinasi dengan Resmob Polres Kotawaringin Timur untuk melakukan pencarian bersama.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Terduga pelaku ditemukan menginap di Losmen Mutiara, Sampit, dan diamankan petugas untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Ia juga menyampaikan bahwa mobil pickup tersebut belum sempat dijual. Kendaraan itu ditemukan terparkir di halaman Masjid Muhajirin, Sampit, kemudian diamankan petugas sebagai barang bukti.

Kasi Humas Polres Seruyan, AIPDA Ronny membenarkan pengungkapan dugaan penggelapan tersebut. Menurut dia, keberhasilan itu merupakan hasil koordinasi dan kerja sama antara jajaran kepolisian dari dua kabupaten.

"Benar, Polsek Danau Sembuluh bersama Unit Resmob Polres Seruyan dan Resmob Polres Kotawaringin Timur telah mengungkap dugaan penggelapan mobil pickup tersebut. Terduga pelaku berhasil diamankan di Sampit, sementara kendaraan yang dilaporkan telah ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Ronny, Rabu (28/10/2026). 

AIPDA Ronny menyebutkan, bahwa saat ini terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit mobil pickup Mitsubishi L300 warna hitam bernomor polisi KH 88XX FC telah diamankan di Mapolsek Danau Sembuluh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (gan/jp). 

DPRD Batola Apresiasi Banpres Rp10 Miliar untuk Penanganan Karhutla

MARABAHAN- DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengapresiasi alokasi Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp10 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar serta berdekatan dengan permukiman dan lahan pertanian warga.

Ketua DPRD Batola, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, mengatakan bantuan tersebut perlu dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas, memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pemadaman, serta mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran.

Menurut Ayu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat dari dampak asap juga harus menjadi perhatian utama.

“Penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada upaya pemadaman api saja. Kita juga harus mengutamakan keselamatan masyarakat dari dampak buruk asap, perlindungan ekosistem lingkungan, serta langkah proaktif untuk mencegah munculnya titik api baru di wilayah rawan,” ujar Ayu, Rabu (28/10/2026). 

Ia menegaskan, DPRD Batola mendukung langkah pemerintah daerah bersama instansi terkait dalam menangani karhutla. DPRD juga akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan penggunaan bantuan tersebut sesuai peruntukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

Ayu berharap dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat upaya pengendalian karhutla di Batola, sekaligus menekan risiko kebakaran yang berpotensi mengancam permukiman, lahan pertanian, dan kualitas lingkungan. (hru/jp). 

Kapolres Bartim Terima Kunjungan Danyon TP 924/UMS, Perkuat Sinergi TNI-Polri

TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., menerima kunjungan Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan (Danyon TP) 924/UMS, Letkol Inf. Wahyu Hariatmoko, S.S.T. Han., di Aula Lobi Polres Barito Timur, Rabu (28/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan koordinasi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji menerima kunjungan tersebut didampingi para pejabat utama (PJU) dan seluruh perwira Polres Barito Timur. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan fokus pada penguatan komunikasi dan kerja sama antarlembaga di wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Sinergi TNI-Polri dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan meningkatkan koordinasi antara TNI dan Polri. Menurutnya, komunikasi yang berkesinambungan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, Polres Barito Timur bersama jajaran TNI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Satresnarkoba Polres Barito Timur Perkuat Pemberantasan Narkoba, Penindakan dan Rehabilitasi Berjalan Bersamaan

TAMIANG LAYANG- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, memperkuat upaya pemberantasan narkotika melalui pemeriksaan urine, rehabilitasi pengguna, dan penindakan terhadap dugaan peredaran sabu. 

Dalam rangkaian kegiatan sejak 9 Oktober 2026, sebanyak tujuh pengemudi truk batu bara dinyatakan positif metamfetamina, sementara seorang perempuan berusia 34 tahun diamankan dalam kasus dugaan peredaran sabu.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji melalui Kasat Resnarkoba IPTU Ismail Lubis, mengatakan penanganan narkotika dilakukan melalui pendekatan terpadu, mulai dari pencegahan dan penindakan hingga pemulihan bagi pengguna.

"Pengguna harus dipulihkan, sementara mata rantai bandar dan peredaran narkoba harus terus diberantas. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk memutus peredaran narkotika,” kata IPTU Ismail kepada wartawan, Rabu (28/10/2026). 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan urine di sejumlah tempat hiburan malam dan lokasi yang dinilai rawan penyalahgunaan narkotika.

Pemeriksaan antara lain dilaksanakan di warung karaoke kawasan Housing Road PT Adaro Km 42, Pasar Panas, Kecamatan Benua Lima. Seluruh orang yang menjalani tes urine di lokasi tersebut dinyatakan negatif.

Hasil serupa ditemukan dalam pemeriksaan di Karaoke Aquees dan Karaoke Queen di Kecamatan Dusun Timur. Seluruh peserta tes urine di kedua lokasi tersebut juga dinyatakan negatif.

Pemeriksaan kemudian menyasar pengemudi truk batu bara di Jalan Hauling Road Batu Bara Eks Pertamina, Desa Jaweten, Kecamatan Dusun Timur. Dari pemeriksaan itu, tujuh pengemudi dinyatakan positif metamfetamina.

Ketujuh pengemudi tersebut selanjutnya diserahkan kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Kabupaten Barito Timur, yakni Rumah Sakit Tamiang Layang, untuk menjalani rehabilitasi medis.

Menurut Ismail, pendekatan rehabilitasi merupakan bagian dari upaya pemulihan bagi pengguna agar dapat kembali menjalani kehidupan secara sehat dan produktif.

"Pendekatan kami bukan hanya penindakan. Bagi pengguna, langkah pemulihan melalui rehabilitasi juga menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara sehat dan produktif,” ujarnya.

Selain melakukan pencegahan dan rehabilitasi, Satresnarkoba Polres Barito Timur juga menangani kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu.

Seorang perempuan berinisial A (34) diamankan pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan A. Yani Km 04, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita tiga paket sabu dengan berat bruto 1,11 gram. Petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor dan satu unit telepon seluler yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, A diduga terlibat dalam sejumlah perbuatan terkait narkotika jenis sabu, termasuk menguasai dan memperjualbelikannya.

Tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Barito Timur untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, A disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman pidana sebagaimana disebutkan dalam keterangan kepolisian mencapai maksimal 20 tahun penjara.

IPTU Ismail menegaskan, informasi dari masyarakat berperan penting dalam membantu kepolisian mengungkap dugaan tindak pidana narkotika.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkotika. Informasi dari masyarakat sangat membantu kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” katanya.

Polres Barito Timur menyatakan upaya pemberantasan narkotika akan terus dilakukan melalui pencegahan, penindakan, edukasi, pelibatan masyarakat, dan rehabilitasi bagi pengguna.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan penyalahgunaan narkotika sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Barito Timur. (zi/jp). 

Satreskrim Polres Tabalong Tangkap Terduga Pelaku Curanmor di Palangka Raya

TANJUNG- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabalong mengamankan seorang pria berinisial AK (55), warga Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Terduga pelaku diamankan di Jalan A. Yani, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (27/10/2026) siang.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Tabalong, AKP Danang Eko Prasetyo., dengan dukungan personel Polsek Pahandut dan Polda Kalimantan Tengah.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada Kamis (25/12/2025) siang di halaman rumah korban berinisial SAH (50), di Desa Seradang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat dirinya pulang bekerja, mandi, kemudian memeriksa tangki bahan bakar sepeda motor yang terparkir di teras rumah. Korban berencana mengisi bahan bakar untuk persiapan bekerja pada sif berikutnya.

Saat korban masuk ke dalam rumah untuk berganti pakaian, ia mendengar suara mesin sepeda motornya menyala. Ketika keluar untuk memeriksa, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat parkir.

Korban kemudian meminta bantuan keponakannya, WA, yang tinggal di seberang rumahnya, untuk mengejar pelaku. Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan kendaraan yang hilang.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan satu unit sepeda motor berwarna hitam-merah dengan taksiran kerugian sebesar Rp4,1 juta.

Dalam penanganan perkara ini, polisi turut menyita kendaraan tersebut sebagai barang bukti. Terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 476 KUHP Nasional tentang pencurian. Berdasarkan keterangan kepolisian, AK diketahui pernah terlibat dalam perkara pidana sebelumnya atau merupakan residivis.

Polres Tabalong mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memarkir kendaraan di tempat yang aman.

Masyarakat yang mengalami atau mengetahui tindak pidana dapat melapor melalui layanan Polisi 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat agar laporan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum. (fah/jp). 

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Desa Bagok Ingatkan Warga Ancaman Pidana Pembakaran Lahan

TAMIANG LAYANG- Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Benua Lima, Polres Barito Timur. Melalui kegiatan sambang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Desa Bagok, AIPDA Mujiono mengingatkan warga tentang larangan membakar hutan dan lahan serta konsekuensi hukum bagi pelanggarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Aipda Mujiono selaku Bhabinkamtibmas Desa Bagok di RT. 01, Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Rabu (28/10/2026). 

Dalam kegiatan sambang dan Door to Door System (DDS) itu, AIPDA Mujiono menyampaikan Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah tentang larangan membuka hutan dan lahan dengan cara membakar. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan.

Selain pencegahan karhutla, warga juga diimbau untuk menggunakan media sosial secara bijak. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarluaskan kabar yang belum jelas kebenarannya guna mencegah penyebaran informasi keliru di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, AIPDA Mujiono menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polres Barito Timur sebagai sarana bagi masyarakat untuk menghubungi kepolisian ketika membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi darurat.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Benua Lima, IPDA Ichvan Herianto, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan sambang kamtibmas merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat komunikasi dengan warga, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, IPDA Ichvan masyarakat Desa Bagok diharapkan memahami risiko hukum pembakaran hutan dan lahan, semakin cermat dalam menerima informasi di media sosial, serta mengetahui akses layanan kepolisian melalui Call Center 110.

"Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pencegahan karhutla serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Benua Lima," ujarnya. (zi/jp).

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati HSS Dorong Pemuda Berprestasi dan Mandiri

KANDANGAN- Bupati Hulu Sungai Selatan, H Syafrudin Noor, mengajak generasi muda berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui karya, prestasi, kewirausahaan, dan kepedulian sosial. 

Ajakan tersebut disampaikan H Syafrudin Noor saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten HSS, Rabu (28/10/2026).

Dalam upacara tersebut, Bupati membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia, pembentukan karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari upaya memajukan bangsa. Generasi muda diharapkan memiliki semangat patriotisme, kegigihan, dan empati agar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kewirausahaan kepada lima pemuda serta pemberian apresiasi kepada pemuda berprestasi. Bantuan Wirausaha Muda diberikan kepada Muhammad Asrafi dari Kecamatan Sungai Raya; Abdul Kadir Jailani dan Riska Maulida dari Kecamatan Kandangan; Mahrita dari Kecamatan Daha Selatan; serta Siti Normilahayani dari Kecamatan Padang Batung.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi penerima sekaligus menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan pemuda.

Pada kesempatan yang sama, Saiful Ahyar menerima apresiasi atas prestasinya meraih Juara I Duta PepeLINGASIH tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas capaian pemuda yang mengharumkan nama Kabupaten HSS.

Dukungan sosial dan keagamaan turut disalurkan melalui Bank Kalsel kepada 34 kaum masjid, tiga rumah tahfidz, yakni Raudhatul Amin, Ghafurur Rahim, dan Miftahul Rahmah, serta dua panti yatim/piatu, yaitu Tarbiyatul Furqan dan Babussalam.

Sementara itu, Bank Kalsel Syariah memberikan bantuan air bersih bagi desa-desa terdampak melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten HSS.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi momentum untuk mendorong generasi muda HSS mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, dan membangun kemandirian. Semangat persatuan diharapkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kemajuan daerah dan bangsa. (ari/jp). 

Kapolres Bartim Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Patriotisme dan Empati

TAMIANG LAYANG- Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Markas Komando (Mako) Polres Barito Timur, Rabu (28/10/2026).

Upacara tersebut diikuti para pejabat utama (PJU), perwira, dan personel Polres Barito Timur. Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.

Amanat tersebut menekankan pentingnya menanamkan tiga nilai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati. Ketiganya dinilai menjadi landasan bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Patriotisme diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa. Kegigihan tercermin dalam sikap pantang menyerah menghadapi kesulitan, sedangkan empati diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Amanat itu juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, teknologi, dan materi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian sosial.

Semangat Sumpah Pemuda, yang berakar pada ikrar persatuan pada 28 Oktober 1928, diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai persatuan tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, kerja keras, dan tanggung jawab bersama untuk membangun Indonesia.

Bagi jajaran Polres Barito Timur, pesan tersebut menjadi pengingat pentingnya mengedepankan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian dalam menjalankan tugas. Pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga mencakup pelayanan yang humanis serta kehadiran anggota Polri dalam membantu masyarakat.

Dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut, generasi muda juga diajak untuk berani bermimpi, bekerja keras, mengambil peran kepemimpinan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

"Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, tetapi sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Kapolres.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Polres Barito Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pengabdian, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Geger! Lansia 72 Tahun Ditemukan Tewas dengan Tubuh Terbakar di Kebun Karet Barito Timur

TAMIANG LAYANG- Warga Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia bernama Me’ut (72) dalam kondisi tubuh terbakar di sebuah pondok kebun karet, Selasa (27/10/2026) malam. Korban ditemukan setelah keluarga bersama warga melakukan pencarian selama beberapa jam karena keberadaannya tidak diketahui sejak siang hari.

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga setempat. Pasalnya, perempuan berusia 72 tahun itu sebelumnya dicari keluarga, tetapi justru ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di kawasan kebun karet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencarian bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika Yusuf mendatangi pondok kebun karet di RT 005, Desa Bentot, untuk mencari korban. Namun, korban tidak ditemukan di lokasi tersebut.

Yusuf kemudian kembali ke rumah untuk memastikan apakah korban telah pulang. Setelah korban juga tidak ditemukan di rumah, ia mengajak warga setempat melakukan pencarian sekitar pukul 15.00 WIB.

Pencarian berlanjut hingga malam hari. Sekitar pukul 19.30 WIB, seorang warga bernama Risno akhirnya menemukan korban dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh terbakar di kawasan pondok kebun karet tersebut.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Patangkep Tutui, Polres Barito Timur, menindaklanjuti laporan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan beberapa barang bukti.

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi satu bilah parang beserta sarungnya, satu buah sandal berwarna merah, dan satu potong arang kayu. Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai keterkaitan barang-barang tersebut dengan peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolres Barito Timur, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Patangkep Tutui IPDA Bambang Wahyudi, S.H., mengatakan bahwa penanganan kasus penemuan jenazah tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan terkait temuan mayat tersebut,” ujar IPDA Bambang Wahyudi, S.H., kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian berencana menggelar perkara dan melanjutkan penyelidikan guna mengungkap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

"Penyebab kematian korban masih belum diketahui. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik penemuan jasad perempuan lanjut usia tersebut," demikian IPDA Bambang Wahyudi. (zi/jp). 

Selasa, 27 Oktober 2026

Di Majelis Al Mubarak, Kades Belandean Sampaikan Program Bantuan 13 Unit RTLH

MARABAHAN- Kepala Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Elly Rahmah, memaparkan perkembangan pembangunan desa, termasuk program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang menyasar sekitar 13 unit rumah pada 2026. Hal itu disampaikan Elly Rahmah dalam kegiatan Majelis Bulanan Al Mubarak di Desa Belandean, Selasa (27/10/2026) malam. 

Majelis bulanan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan. Tausiyah pada kesempatan itu disampaikan Habib Muhammad Hafidz bin Husein Bahasyim.

Dalam ceramahnya, Habib Muhammad Hafidz membahas keutamaan membaca empat surah sebagaimana dijelaskan dalam kitab Izzatul Muttaqin. Materi tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman jamaah serta mendorong mereka untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Elly Rahmah mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya majelis tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat silaturahmi, menjaga kebersamaan, dan menumbuhkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat.
Selain membahas kegiatan keagamaan, Elly juga menyampaikan informasi mengenai program bantuan rumah tidak layak huni dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalimantan Selatan. Pada 2026, sekitar 13 unit rumah disebut dapat difasilitasi melalui program tersebut untuk warga Desa Belandean.

Bantuan itu diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga. Namun, jumlah penerima dan status realisasi bantuan tersebut masih perlu dipastikan berdasarkan data resmi program.

Dalam kesempatan yang sama, Elly berharap hujan segera turun di wilayah Belandean agar kondisi cuaca membaik dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat segera berakhir.
Ia berharap situasi lingkungan kembali aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Melalui kegiatan keagamaan dan pelaksanaan program pembangunan, Pemerintah Desa Belandean berharap kebersamaan masyarakat tetap terjaga, kehidupan religius semakin berkembang, serta kesejahteraan warga terus meningkat. (lim/jp).

Pemberhentian Firdaus Disorot, Voucke Lontaan Pertanyakan Proses dan Proporsionalitas Sanksi DK PWI Pusat

JAKARTA- Keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat memberhentikan penuh Firdaus sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menuai kritik dari Penasehat PWI Sulawesi Utara sekaligus mantan Ketua PWI Sulawesi Utara dua periode, Voucke Lontaan.

Voucke mempertanyakan proses pemeriksaan, dasar penerapan aturan organisasi, hingga proporsionalitas sanksi yang dijatuhkan kepada Firdaus. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya terlebih dahulu diselesaikan melalui tabayun dan dialog sebelum berujung pada sanksi terberat.

Ia menilai pernyataan Firdaus yang dipersoalkan perlu ditempatkan sesuai konteks penyampaiannya, yakni dalam forum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), saat Firdaus menjabat Ketua Umum SMSI.

"Yang saya sayangkan dan prihatin, pernyataan Firdaus itu disampaikan dalam forum SMSI sebagai Ketua Umum SMSI. Itu sebuah usulan, bukan keputusan PWI,” kata Voucke, Selasa (27/10/2026).

Polemik ini bermula ketika Firdaus mengusulkan agar SMSI ditunjuk sebagai penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dalam sebuah forum SMSI di Hall Dewan Pers, Jakarta. Pernyataan tersebut kemudian dinilai DK PWI Pusat bertentangan dengan ketentuan organisasi.

Melalui Surat Keputusan Nomor 98/X/DK/PWI-P/SK-SR/2026 tertanggal 14 Oktober 2026, DK PWI Pusat menjatuhkan sanksi pemberhentian penuh kepada Firdaus. Surat keputusan itu ditandatangani Ketua DK PWI Pusat Atal S. Depari, Wakil Ketua Herbet Timbo P. Siahaan, Sekretaris Nurcholis M.A. Basyari, serta anggota Helmi Burman, Muhammad Sahrir, dan Zaky Anthony.

Voucke mempertanyakan dasar penjatuhan sanksi tersebut, terutama jika keputusan itu didasarkan pada Peraturan Organisasi (PO) tentang HPN.

Menurut dia, Firdaus telah menyampaikan usulan terkait HPN 2027 kepada Ketua Dewan Pers dalam acara penyerahan Anugerah SMSI pada 18 Juni 2026. Sementara itu, menurut Voucke, PWI baru menetapkan PO tentang HPN pada Juli 2026.

Perbedaan waktu tersebut, kata dia, menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan aturan terhadap pernyataan yang disampaikan sebelum aturan itu ditetapkan.

"Apakah PO tersebut dapat diberlakukan surut? Atau ada pertimbangan lain di balik penerapannya terhadap Firdaus? Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Voucke menegaskan, persoalan tersebut perlu dijernihkan agar dasar pemberian sanksi tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di lingkungan organisasi.

Ia juga mempertanyakan mengapa Ketua Umum PWI tidak terlebih dahulu membuka ruang klarifikasi dengan Firdaus sebelum proses berujung pada pemberhentian penuh.

"Kenapa Ketua Umum PWI tidak terlebih dahulu melakukan tabayun dengan Firdaus?” katanya.

Menurut Voucke, sebelumnya terdapat anjuran dari seorang wartawan senior PWI DKI Jakarta yang juga disebutnya sebagai ketua tim pemenangan Munir agar Firdaus diundang untuk duduk bersama. Firdaus, menurut Voucke, juga disebut bersedia menghadiri pertemuan tersebut.

Bagi Voucke, kesediaan itu seharusnya dapat menjadi pintu masuk untuk menjernihkan persoalan dan mempertemukan pandangan para pihak sebelum sanksi terberat dijatuhkan.

Selain dasar sanksi, Voucke menyoroti mekanisme pemeriksaan sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) PWI.

Ia merujuk Pasal 23 ART PWI yang, menurut penjelasannya, mengatur kewenangan Dewan Kehormatan Provinsi untuk menerima atau menolak pengaduan, memproses dugaan pelanggaran AD/ART, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) melalui pemeriksaan para pihak, serta memutuskan ada atau tidaknya pelanggaran.

Putusan Dewan Kehormatan Provinsi kemudian disampaikan kepada Dewan Kehormatan PWI Pusat sebagai laporan. Sementara itu, keberatan terhadap putusan tersebut dapat diajukan kepada DK PWI Pusat.

Voucke juga merujuk Pasal 20 ART PWI yang, menurutnya, mengatur pembahasan kasus dugaan pelanggaran KEJ dan KPW dalam rapat Dewan Kehormatan dengan menghadirkan wartawan yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Apabila klarifikasi langsung tidak dapat dilakukan, tersedia mekanisme klarifikasi tertulis.

“Kalau mengikuti ART, harus jelas bagaimana mekanisme pemeriksaannya. Apakah perkara ini memang langsung menjadi kewenangan DK PWI Pusat, atau seharusnya terlebih dahulu diperiksa DK PWI Provinsi?” kata Voucke.

Ia menilai kejelasan mengenai kewenangan dan tahapan pemeriksaan penting untuk memastikan proses penegakan aturan berjalan sesuai ketentuan organisasi.

Menurutnya, penjelasan terbuka mengenai prosedur tersebut juga diperlukan agar tidak berkembang persepsi bahwa mekanisme internal organisasi telah diabaikan.

Voucke selanjutnya meminta agar posisi Firdaus sebagai Ketua Umum SMSI dibedakan dari kedudukannya sebagai anggota PWI.

Menurut dia, pernyataan mengenai HPN 2027 disampaikan dalam forum SMSI ketika Firdaus menjalankan kapasitasnya sebagai ketua umum organisasi tersebut. Karena itu, konteks, tujuan, dan substansi pernyataan perlu diperiksa secara utuh sebelum ditetapkan sebagai pelanggaran organisasi.

"Menyampaikan usulan dalam forum SMSI harus dilihat dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum SMSI. Apakah otomatis menjadi pelanggaran sebagai anggota PWI? Ini yang perlu dijelaskan,” ujarnya.

Voucke mengatakan dirinya tidak mempersoalkan kewenangan PWI untuk menegakkan aturan organisasi. Namun, ia mengingatkan bahwa ketegasan harus berjalan seiring dengan prinsip keadilan, transparansi, dan proporsionalitas.

Ia juga menyoroti adanya beberapa tingkatan sanksi dalam ART PWI, mulai dari teguran tertulis, peringatan keras, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian penuh.

Karena itu, menurutnya, alasan pemilihan sanksi terberat terhadap Firdaus perlu dijelaskan secara terbuka, termasuk pertimbangan yang mendasari keputusan tersebut.

“Kalau memang ada pelanggaran, aturan harus ditegakkan. Tetapi apakah harus berujung pemberhentian penuh, itu juga harus dilihat secara proporsional,” katanya.

Voucke turut mempertanyakan konsistensi penerapan aturan terhadap persoalan lain yang menurutnya perlu mendapat penjelasan. Ia menyinggung posisi Munir yang, menurut Voucke, juga perlu diklarifikasi terkait pilihannya antara jabatan Ketua Umum PWI dan jabatan Ketua Dewan Komisaris di BUMN Antara.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Voucke yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Voucke berharap polemik pemberhentian Firdaus tidak menjadi catatan buruk dalam penegakan hak asasi manusia (HAM) dan demokratisasi di lingkungan organisasi wartawan.

Menurutnya, marwah organisasi profesi pers tidak hanya ditentukan oleh ketegasan dalam menjatuhkan sanksi, tetapi juga oleh kesediaan mendengarkan penjelasan pihak yang diperiksa dan memastikan setiap keputusan diambil melalui proses yang adil.

Ia menilai persoalan Firdaus perlu dijelaskan kepada anggota PWI dan publik, terutama menyangkut dasar sanksi, kewenangan DK PWI Pusat dan DK PWI Provinsi, mekanisme klarifikasi, serta pertimbangan yang melandasi pemberhentian penuh.

"Jika Firdaus bersedia duduk bersama, kenapa tidak dilakukan? Duduk bersama bukan berarti mengabaikan aturan. Justru dari dialog bisa ditemukan duduk persoalan yang sebenarnya,” jelas Voucke.

Menurutnya, penegakan aturan organisasi harus tetap berjalan, tetapi prosesnya perlu menjunjung prinsip keadilan, keterbukaan, dan proporsionalitas agar kepercayaan anggota terhadap organisasi tetap terjaga. (ali/jp). 

Pemprov Kalsel Uji Campuran 1.000 Liter Surfaktan untuk Pendinginan Lahan Karhutla

BANJAR- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menguji penggunaan campuran 1.000 liter surfaktan dalam operasi water bombing untuk mengoptimalkan pemadaman dan pendinginan lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Uji coba dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan di Embung Syarkawi, Kabupaten Banjar, Selasa (27/10/2026) sore.

Uji coba lanjutan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, terutama di lahan gambut yang masih menyimpan panas meskipun api di permukaan telah padam.

Gubernur Kalsel, H Muhidin menjelaskan, pada uji coba sebelumnya digunakan campuran 800 liter. Namun, hasil pendinginan dinilai masih perlu ditingkatkan sehingga volume campuran pada pengujian kali ini ditambah menjadi 1.000 liter.

"Alhamdulillah, hari ini kita kembali melakukan uji coba dengan campuran 1.000 liter. Kemarin kita mencoba 800 liter, tetapi kedalamannya masih kurang. Sekarang sudah diperdalam dan kita coba kembali. Kalau nanti masih kurang efektif, akan kita tambah lagi,” ujar H Muhidin.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah titik api dilaporkan sudah tidak terlihat. Meski demikian, beberapa lokasi masih menyimpan titik panas sehingga pembasahan dan pendinginan perlu terus dilakukan untuk mengurangi risiko api kembali menyala.

Salah satu lokasi yang masih terpantau panas berada di kawasan Jalan Kurnia. Untuk penanganan di wilayah tersebut, pemerintah daerah bersama unsur terkait berencana mengoptimalkan operasi water bombing menggunakan helikopter dengan memanfaatkan sumber air dari Embung Syarkawi.

Menurut H Muhidin, embung tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan air sekaligus mendukung pemadaman dari udara, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain operasi pemadaman dan pendinginan lahan, Pemprov Kalsel juga mengupayakan modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak karhutla.

H Muhidin mengatakan, operasi menggunakan pesawat masih dilakukan untuk mendukung pembentukan awan hujan. Ia berharap upaya tersebut dapat membantu mendatangkan hujan di Kalimantan Selatan.

"Kita berharap mudah-mudahan hari ini atau malam nanti hujan bisa turun. Kita berdoa agar hujan segera turun di daerah kita, bahkan sebelum memasuki musim hujan,” katanya.
Ia menyebut, bahwa musim hujan diperkirakan mulai pada pertengahan November, meskipun di sejumlah wilayah dapat mundur hingga awal Desember.

H Muhidin menambahkan, dukungan peralatan penanganan karhutla juga telah ditambah melalui koordinasi dengan Kapolda Kalsel. Penambahan peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang upaya pemadaman dan pendinginan di lapangan.

Pemerintah Provinsi Kalsel bersama unsur terkait akan terus memantau kondisi lapangan dan melakukan penanganan di lokasi yang masih menunjukkan peningkatan suhu. Upaya tersebut tidak hanya menyasar api yang terlihat, tetapi juga panas yang tersimpan di dalam lahan gambut dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Kami akan terus berupaya memadamkan api. Di mana pun ditemukan lokasi yang masih panas dan membutuhkan penanganan, kami akan berusaha bergerak ke sana. Kami berharap masyarakat memahami kondisi cuaca dan situasi karhutla yang sedang kita hadapi,” ujar H Muhidin.

Terkait posko penanganan karhutla, H Muhidin menyatakan bahwa untuk sementara posko masih berada di kawasan Gunung Damar. Kondisi di wilayah tersebut dinilai mulai membaik setelah pembasahan dilakukan melalui embung dan kanal, ditambah hujan yang turun sebelumnya.

Peningkatan ketersediaan air diharapkan dapat menekan risiko munculnya kembali titik api di kawasan tersebut.

Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel, TNI, BPBD, dan instansi terkait akan terus berkoordinasi serta mengevaluasi metode penanganan karhutla guna menekan dampak kebakaran dan asap terhadap masyarakat. (mr/ali/jp). 

Disporbudpar Barito Kuala Bidik Kenaikan PAD 50 Persen pada 2027

MARABAHAN- Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, memperketat pengelolaan aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah mengklaim adanya peningkatan penerimaan yang melampaui target, dinas tersebut membidik kenaikan PAD dari sektor pengelolaan aset sekitar 50 persen pada 2027.

Kepala Disporbudpar Barito Kuala, Dr. H Sirpan, S.Pd., S.H., M.Pd., mengatakan optimalisasi dilakukan melalui pembenahan tata kelola aset, penguatan koordinasi dengan pengelola, serta penertiban pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah.

Menurut Sirpan, langkah tersebut diperlukan agar aset daerah dapat dikelola secara tertib dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah. Pengelolaan itu, ujarnya, mengacu pada regulasi daerah terkait PAD, termasuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2006.

Sejumlah aset yang menjadi sasaran optimalisasi meliputi kawasan wisata Ecopark, Jembatan Barito, pusat kuliner, Lapangan 5 Desember, Gedung I Jela, Gedung Setara, serta kawasan lapangan bulu tangkis dan kantin di sekitarnya.

"Pengelolaan aset harus dilakukan secara tertib dan terarah agar potensi yang dimiliki daerah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” ujar Sirpan kepada wartawan ini, Selasa (27/10/2026). 

Untuk mendukung peningkatan PAD, Disporbudpar Batola melakukan konsolidasi internal dan berkoordinasi dengan pihak ketiga yang terlibat dalam pengelolaan aset. Koordinasi tersebut mencakup jajaran dinas, pengelola aset, pedagang, serta pemangku kepentingan lainnya.

Langkah ini diarahkan untuk menyamakan pemahaman mengenai ketentuan pengelolaan aset sekaligus memperjelas tanggung jawab setiap pihak. Dinas juga mendorong penyusunan dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) agar hak dan kewajiban para pihak memiliki dasar yang jelas.

Selain pembenahan administrasi dan kerja sama, Disporbudpar melakukan sosialisasi melalui pemasangan baliho dan papan informasi di sejumlah lokasi strategis, termasuk kawasan Lapangan 5 Desember.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai ketentuan pemanfaatan fasilitas dan aset daerah. Penataan juga menyasar pengelolaan parkir di sejumlah kawasan publik, dengan mendorong agar pengelolaannya dilakukan oleh petugas resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Disporbudpar berharap penertiban tersebut tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas olahraga, mengunjungi kawasan wisata, maupun beraktivitas di pusat keramaian.

Sirpan mengatakan optimalisasi aset daerah menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas fiskal pemerintah kabupaten, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Berdasarkan perkembangan yang dinilai positif oleh dinas, Disporbudpar Batola menargetkan peningkatan PAD dari sektor tersebut sekitar 50 persen pada 2027.

Untuk mengejar target itu, dinas berencana melanjutkan koordinasi dengan para pengelola, memperluas sosialisasi, serta membenahi tata kelola dan pengawasan pemanfaatan aset daerah.

Meski demikian, capaian peningkatan pendapatan dan target yang ditetapkan perlu ditopang data realisasi penerimaan, target PAD sebelumnya, serta rincian kontribusi setiap aset. Data tersebut penting untuk mengukur efektivitas optimalisasi sekaligus memastikan peningkatan pendapatan berlangsung secara berkelanjutan.

Disporbudpar Batola berharap pengelolaan aset dan pengembangan potensi pariwisata dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD, mendukung pembangunan daerah, dan memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Barito Kuala. (lim/jp). 

Kankemenhaj Bartim Tata Ulang Pembagian Tugas ASN, Optimalkan Kinerja Pegawai

TAMIANG LAYANG- Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Barito Timur menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi untuk menata pembagian tugas aparatur sipil negara (ASN) serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia (SDM), Selasa (27/10/2026).

Dalam arahannya, Kepala Kankemenhaj Barito Timur, H Ahmad Fauzi, meminta setiap pegawai menyampaikan rincian tugas sesuai jabatan masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memetakan beban kerja, mengidentifikasi kebutuhan organisasi, serta mendistribusikan pekerjaan secara proporsional sesuai ketersediaan SDM.

"Setiap pegawai agar menyampaikan rincian tugas sesuai jabatan masing-masing, sehingga kita dapat memetakan dan membagi pekerjaan secara proporsional berdasarkan kebutuhan serta ketersediaan SDM yang ada,” ujar H Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan, hasil pemetaan tugas tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terkait penataan dan pembagian pekerjaan di lingkungan kantor. Upaya ini juga dilakukan menyusul penambahan dua ASN yang dinyatakan lulus seleksi Mutasi Masuk PNS Batch II melalui platform ASN Karier dan dijadwalkan mulai aktif pada awal November 2026.

Menurut H Ahmad Fauzi, penambahan personel perlu diikuti dengan penyesuaian pembagian tugas agar seluruh pegawai dapat menjalankan tanggung jawab sesuai kebutuhan organisasi.

"Dengan adanya penambahan dua ASN, kita perlu menata kembali pembagian tugas berdasarkan kebutuhan organisasi Kankemenhaj Tipe C Kabupaten Barito Timur, agar seluruh pegawai dapat bekerja secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat serta jemaah haji semakin baik,” katanya.

Melalui rapat tersebut, Kankemenhaj Barito Timur menargetkan pembagian tugas yang lebih efektif, peningkatan produktivitas pegawai, serta penguatan integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Penataan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan jemaah haji, sejalan dengan kebutuhan organisasi dan ketersediaan personel. (zi/jp). 

Bapemperda DPRD Kalsel Bahas Raperda Prioritas untuk Propemperda 2027

BANJARMASIN- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2027 yang berkualitas, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Daerah tentang Pembahasan Ranperda Prioritas dalam Forum Inventarisasi Propemperda Tahun 2027 yang digelar di Banjarmasin, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang merupakan kerja sama DPD RI Provinsi Kalsel dan Sekretariat DPRD Kalsel tersebut dihadiri Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, yang memimpin jalannya dialog.

H Gusti Iskandar menegaskan, penyusunan Propemperda 2027 perlu mengutamakan kualitas regulasi dan manfaatnya bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar jumlah rancangan peraturan daerah (Raperda).

"Sebagai Ketua Bapemperda, saya memastikan bahwa penyusunan Propemperda 2027 tidak lagi berfokus pada kuantitas, melainkan pada kualitas dan ketepatan sasaran. Kita menyaring secara ketat setiap usulan agar Ranperda prioritas yang ditetapkan benar-benar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan dan kepastian hukum masyarakat Kalsel,” tegasnya.

Selain kualitas regulasi, H Gusti Iskandar menekankan pentingnya harmonisasi antara peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan di tingkat pusat. Menurutnya, sinkronisasi sejak tahap inventarisasi diperlukan untuk mencegah tumpang tindih aturan dan memastikan setiap Ranperda memiliki landasan hukum yang kuat.

"Saya menekankan pentingnya harmonisasi sejak tahap inventarisasi ini. Sinergi ketat antara Bapemperda DPRD, Pemerintah Daerah, dan DPD RI adalah langkah preventif yang kami ambil untuk menjamin bahwa seluruh Ranperda Prioritas 2027 memiliki landasan hukum yang kokoh dan selaras dengan perundang-undangan nasional,” jelasnya.

Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan regulasi agar materi Ranperda yang dirancang dapat mengakomodasi kebutuhan dan aspirasi publik.

Kepala Kantor DPD RI Provinsi Kalsel, Andrian Teguh Budi Utomo, yang hadir mewakili anggota DPD RI daerah pemilihan Kalsel, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung penyelarasan rancangan regulasi daerah dengan kebijakan di tingkat nasional.

"DPD RI siap mendampingi langkah Bapemperda DPRD Kalsel untuk menjembatani dan menyelaraskan Ranperda Prioritas 2027 ke tingkat nasional demi percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Dialog tersebut juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Tenaga Ahli DPRD Kalsel, Dr. Ahmad Fikri Hadin, S.H., LL.M., perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalsel, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Para peserta turut menyampaikan pandangan dan aspirasi sebagai bahan masukan dalam pembahasan usulan Ranperda prioritas. Melalui forum ini, inventarisasi Propemperda 2027 diharapkan menghasilkan rancangan regulasi yang harmonis, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mendukung pembangunan Kalimantan Selatan. (sar/ali/jp). 

Bupati Bartim Tinjau Sekolah Rakyat di Tanah Bumbu, Siapkan Pembangunan di Bangi Wao

TAMIANG LAYANG- Bupati Barito Timur, M. Yamin, meninjau Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (27/10/2026), untuk mempelajari fasilitas dan sistem pendidikan berasrama sebagai referensi pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Bangi Wao, Kabupaten Barito Timur.

Dalam kunjungan tersebut, M. Yamin didampingi Azhar Hanafi, guru yang mewakili kepala sekolah yang sedang bertugas di luar daerah, serta sejumlah tenaga pengajar. Ia juga berinteraksi dengan peserta didik dan tenaga kependidikan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Sekolah Rakyat yang dikunjungi menampung 270 siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Setiap jenjang memiliki 90 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar, masing-masing berisi 30 siswa.

Selain meninjau kegiatan pendidikan, Bupati Bartim melihat berbagai fasilitas penunjang sistem pendidikan berasrama. Fasilitas tersebut meliputi asrama siswa putra dan putri yang terpisah, asrama guru, tempat ibadah, ruang makan, serta wisma tamu yang dapat dimanfaatkan orang tua atau keluarga saat berkunjung.

Peninjauan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk mempelajari kebutuhan fasilitas pendidikan berasrama secara menyeluruh. Selain ruang belajar, ketersediaan hunian, sarana ibadah, ruang makan, dan fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam perencanaan lingkungan pendidikan yang menunjang aktivitas peserta didik.

Hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat terpadu di kawasan Bangi Wao. Di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare, sekolah tersebut direncanakan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan yang dilengkapi fasilitas pembelajaran dan asrama.

Persiapan pembangunan juga mencakup kajian kebutuhan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, serta sistem pengelolaan dan pelayanan peserta didik. Pemerintah Kabupaten Barito Timur akan menyelaraskan rencana tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait.

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bangi Wao, Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengakses pendidikan yang layak, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045. (zi/jp). 

Sekda Kapuas Paparkan Strategi Keterbukaan Informasi Publik pada Monev 2026

PALANGKA RAYA- Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, memaparkan strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik pada tahapan presentasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, Usis didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kapuas, Hartoni U. Sawang. Presentasi berlangsung di Aula Kanderang Tingang, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Kabupaten Kapuas mendapat giliran presentasi pada sesi pertama bersama Kabupaten Lamandau dan Kota Palangka Raya, sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.

Dalam paparannya, Usis menyampaikan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat keterbukaan informasi sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas pengelolaan informasi serta pelayanan kepada masyarakat agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat diakses dengan mudah, cepat, dan tepat.

Tahapan presentasi ini merupakan bagian dari proses penilaian terhadap badan publik dalam pelaksanaan keterbukaan informasi. Pada tahap tersebut, setiap badan publik memaparkan strategi, program, dan inovasi yang diterapkan untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi.

Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain kualitas dan jenis informasi, sarana dan prasarana, komitmen organisasi, digitalisasi, serta keterbukaan informasi dalam pengadaan barang dan jasa.

Penguatan keterbukaan informasi juga membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah, terutama dalam memastikan informasi yang disediakan akurat, mutakhir, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keikutsertaan Kabupaten Kapuas dalam tahapan presentasi Monev 2026 menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintah daerah. Melalui proses tersebut, Pemkab Kapuas diharapkan dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pemenuhan hak masyarakat atas informasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. (fah/hru/jp). 

Wabup Kapuas Dodo Melayat ke Rumah Duka Asisten I Romulus

KUALA KAPUAS- Wakil Bupati Kapuas, Dodo bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas, Hertitati Dodo, melayat ke rumah duka Romulus, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Selasa (27/10/2026). Romulus meninggal dunia pada Senin (26/10/2026) malam. 

Kunjungan ke rumah duka yang berlokasi di Rumah Jabatan Asisten tersebut merupakan bentuk belasungkawa dan penghormatan atas kepergian pejabat Pemerintah Kabupaten Kapuas yang telah mengabdi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam kesempatan itu, Dodo menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menyebut kepergian Romulus sebagai kehilangan bagi jajaran Pemkab Kapuas, khususnya rekan kerja yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kapuas, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Bapak Romulus. Kita semua tentu merasa kehilangan. Semoga segala pengabdian, dedikasi, dan kebaikan yang telah beliau berikan selama menjalankan tugas menjadi amal kebaikan yang senantiasa dikenang,” ujar Dodo.

Menurut Dodo, pengabdian Romulus selama bertugas di lingkungan Pemkab Kapuas merupakan bagian dari kontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kepergian Romulus meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, dan rekan kerja di lingkungan Pemkab Kapuas. Dedikasi serta tanggung jawab yang telah dijalankannya selama menjadi aparatur pemerintah menjadi bagian dari pengabdian yang dikenang oleh lingkungan kerjanya.

Kunjungan tersebut menjadi ungkapan simpati pemerintah daerah kepada keluarga almarhum sekaligus penghormatan atas pengabdian Romulus selama menjalankan tugas di Kabupaten Kapuas. (fah/hru/jp). 
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes