BREAKING NEWS

Pemprov Kalsel

Wakil Rakyat

Pemkab Batola

Selasa, 21 Juli 2026

Seruyan Tetapkan Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan hingga Oktober 2026, Bupati : Jangan Tunggu Api Muncul

KUALA PEMBUANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan selama empat bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda wilayah tersebut.

Penetapan status siaga darurat ditegaskan Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda saat memimpin Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Seruyan, Selasa (21/7/2026).

Keputusan tersebut didasarkan pada analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Seruyan, akan mengalami musim kemarau lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal.

Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi itu dinilai berpotensi meningkatkan jumlah titik panas (hotspot), memicu kebakaran hutan dan lahan, serta menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah.

"Penetapan status ini bukan karena kita menunggu bencana terjadi, melainkan sebagai langkah antisipatif agar seluruh sumber daya dapat digerakkan lebih cepat, lebih terarah, dan terpadu," ujar Ahmad Selanorwanda.

Ia menegaskan, keberhasilan penanganan Karhutla tidak diukur dari banyaknya kebakaran yang berhasil dipadamkan, melainkan dari kemampuan seluruh pihak dalam mencegah kebakaran sejak dini.

"Jangan menunggu api muncul, jangan menunggu asap terlihat. Keberhasilan kita diukur dari sedikitnya kejadian kebakaran dan kemampuan mencegah api itu muncul," tegasnya.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Bupati menginstruksikan seluruh perusahaan perkebunan dan kehutanan mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla internal secara nyata, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi. Perusahaan juga diminta memastikan kesiapan sarana pendukung seperti embung, sekat kanal, menara pantau, serta meningkatkan patroli di wilayah konsesi.

Selain itu, Ahmad Selanorwanda menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, penanggulangan bencana tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.

Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama aparat desa diminta meningkatkan patroli di tingkat lapangan serta melakukan pemadaman dini dengan tetap mengutamakan keselamatan. Pemerintah kecamatan dan desa juga diinstruksikan mendata seluruh sumber air serta peralatan pemadam yang tersedia.
Sementara itu, BPBD Seruyan diminta mengaktifkan Posko Induk selama 24 jam untuk memantau perkembangan titik panas serta mengoordinasikan personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), dan relawan.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia mengingatkan dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat melalui kabut asap, meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian.

"Mari kita buktikan bahwa Kabupaten Seruyan mampu menjadi daerah yang tangguh melalui semangat kolaborasi, disiplin, dan gotong royong. Cegah api sebelum menjadi bencana," pungkasnya.

Apel Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, pimpinan perusahaan, TNI-Polri, Manggala Agni, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, serta ratusan relawan dan anggota Masyarakat Peduli Api se-Kabupaten Seruyan. (gan/jp). 

Gali Potensi Kreativitas Anak Muda, TP PKK Barito Utara Gelar Lomba Desain Batik Digital Khas Daerah

MUARA TEWEH- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara mendorong lahirnya kreativitas generasi muda melalui Lomba Desain Batik Digital Khas Barito Utara, Selasa (21/7/2026). 

Kegiatan ini digelar sebagai upaya menggali ide kreatif, inovasi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal melalui media digital.

Lomba tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menuangkan gagasan dalam menciptakan motif batik yang memiliki ciri khas Barito Utara. Melalui pendekatan digital, karya-karya yang dihasilkan diharapkan mampu memperluas pengenalan batik daerah serta memperkuat identitas budaya lokal.

Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK dalam mendukung pengembangan kreativitas generasi muda dan pelestarian budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan motif batik khas Barito Utara agar semakin dikenal dan dapat menjadi bagian dari identitas serta kebanggaan daerah,” kata Hj Maya Savitri Shalahuddin.

Ia menambahkan, keberadaan batik khas daerah tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk kreatif yang bernilai ekonomi dan mampu membawa nama Barito Utara lebih luas.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya lokal, mendukung kreativitas anak muda, serta bangga menggunakan karya khas daerah sebagai wujud kecintaan terhadap budaya sendiri. (emca/jp). 

Wakil Ketua DPRD Kalsel Dorong Perempuan Tapin Aktualisasikan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Keluarga

TAPIN- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, mengajak kaum perempuan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membangun keluarga dan kehidupan bermasyarakat. 

Ajakan tersebut disampaikan Desy saat Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Desa Lumbu Raya, Kabupaten Tapin, Selasa (21/7/2026).

Menurut Desy, perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini karena keluarga merupakan tempat pertama pembentukan karakter anak.

"Ibu-ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Kalau nilai saling menghormati, gotong royong, dan kejujuran tumbuh di rumah, dampaknya akan terasa sampai ke lingkungan sekitar. Itulah Pancasila yang paling nyata, bukan hanya dihafal, tetapi dipraktikkan setiap hari," ujarnya.

Ia mengatakan, nilai-nilai Pancasila relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, seperti pengasuhan anak, pencegahan stunting, penguatan ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan perempuan.

Desa Lumbu Raya, lanjutnya, memiliki modal sosial yang kuat melalui budaya gotong royong, berkembangnya pelaku UMKM, serta tingginya keterlibatan perempuan dalam kehidupan keluarga maupun kegiatan kemasyarakatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tingkat akar rumput.

Desy menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada tersedianya infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas karakter masyarakat.

Karena itu, ia berharap sosialisasi tersebut mampu memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang harmonis, menciptakan lingkungan yang rukun, sekaligus menyiapkan generasi muda yang berkarakter Pancasila dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (sar/ali/jp). 

PSC 119 Dinkes Kapuas Siaga Kawal Kesehatan Peserta Seleksi JPT Pratama

KUALA KAPUAS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas menyiagakan Tim Public Safety Center (PSC) 119 untuk memberikan layanan pendampingan kesehatan selama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Teknis Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Tim PSC 119 hadir di lokasi seleksi yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Kapuas guna memastikan peserta maupun panitia memperoleh akses layanan medis secara cepat apabila mengalami kendala kesehatan selama proses seleksi berlangsung.

Seleksi tersebut diikuti sejumlah peserta yang menjalani tahapan uji kompetensi untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Kehadiran tenaga kesehatan dari PSC 119 menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Kapuas melalui Tim PSC 119 menyampaikan bahwa kesiapsiagaan layanan kesehatan merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan masyarakat. Sebelumnya, tim ini juga rutin memberikan pelayanan kesehatan pada kegiatan berskala besar, seperti peringatan Hari Santri dan berbagai ajang olahraga.

Dengan personel tenaga kesehatan terlatih dan perlengkapan pendukung kegawatdaruratan, PSC 119 memastikan kesiapan respons cepat apabila terjadi kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera di lokasi kegiatan.

Pendampingan kesehatan dalam seleksi JPT Pratama ini sekaligus mencerminkan sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung proses pengisian jabatan publik yang profesional. Upaya tersebut sejalan dengan penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN), yakni pengelolaan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara objektif.

Melalui dukungan layanan kesehatan yang optimal, seluruh tahapan seleksi diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi peserta maupun penyelenggara. (fah/hru/jp). 

Peringati HAN 2026, Bunda PAUD Barito Utara Dorong Anak Hidup Sehat dan Tumbuh Tanpa Kekerasan

MUARA TEWEH- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin mengajak anak-anak menerapkan pola hidup sehat melalui kegiatan Senam Bersama Bunda PAUD yang digelar di Halaman Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari 32 satuan pendidikan PAUD, Raudhatul Athfal (RA), dan Sekolah Khusus di wilayah Kecamatan Teweh Tengah. Senam bersama ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HAN 2026 dengan mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” serta subtema “Lindungi Teman: Berbeda Itu Biasa, Berteman Itu Luar Biasa, Setara Tanpa Kekerasan”.

Selain mengajak anak-anak bergerak aktif melalui senam bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kampanye Anak Indonesia Hebat dan Wajib Belajar 13 Tahun. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan pentingnya kebiasaan hidup sehat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Bunda PAUD Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, menyampaikan bahwa anak-anak merupakan aset penting dan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian, perlindungan, serta dukungan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan, pendidikan, dan ruang yang cukup bagi anak-anak untuk tumbuh, bermain, belajar, dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan, peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, maupun masyarakat, untuk terus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.

Melalui kegiatan Senam Bersama Bunda PAUD ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya kesehatan fisik, karakter positif, serta pemenuhan hak anak sebagai bagian dari upaya membangun generasi Barito Utara yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. (emca/jp). 

Bhabinkamtibmas Desa Bagok Perkuat Sinergi dengan Aparat Desa, Dorong Pencegahan Karhutla dan Tangkal Hoaks

TAMIANG LAYANG- Bhabinkamtibmas Desa Bagok, Polsek Benua Lima, Polres Barito Timur, Aipda Mujiono memperkuat sinergi dengan pemerintah desa melalui kegiatan sambang dan pembinaan kepada Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta perangkat Desa Bagok di Kantor Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat koordinasi antara Polri dan pemerintah desa dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Benua Lima, IPDA Ichvan Herianto, mengatakan bahwa dalam kegiatan itu Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas, terutama terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran serta menimbulkan dampak lingkungan dan hukum.

Selain itu, warga juga diberikan edukasi agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas.

Dalam kesempatan yang sama, Bhabinkamtibmas turut menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polres Barito Timur sebagai sarana bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan kepolisian secara cepat saat menghadapi keadaan darurat maupun membutuhkan pelayanan kepolisian.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, mencegah karhutla, serta bijak dalam menggunakan media sosial agar situasi kamtibmas tetap kondusif," ujar IPDA Ichvan Herianto.

Ia menegaskan, kegiatan sambang merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam membangun kemitraan dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang intensif dan edukasi secara langsung, diharapkan kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat serta tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kecamatan Benua Lima. (zi/jp). 

Bawa 16 Paket Sabu, Pria di Kuala Pembuang Dibekuk Satresnarkoba Polres Seruyan

KUALA PEMBUANG- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Seruyan kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kuala Pembuang. Dalam operasi yang digelar pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, seorang pria berinisial G.M. (25) berhasil diamankan bersama barang bukti yang diduga sabu.

Penangkapan dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Seruyan, AKP Adhy Heriyanto. Petugas sebelumnya mencurigai sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 warna hitam tanpa nomor polisi yang melintas di Jalan Ir. Soekarno, Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, tepatnya di depan Kantor BPBD Kuala Pembuang.

Setelah kendaraan dihentikan, petugas melakukan pemeriksaan sesuai prosedur dengan disaksikan warga. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan sebuah kotak rokok yang berisi 16 paket plastik klip diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu.

Kapolres Seruyan, AKBP Beddy Suwendi melalui Kasat Resnarkoba AKP Adhy Heriyanto, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Seruyan.

"Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika. Setiap tindakan yang meresahkan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar AKP Adhy di Kuala Pembuang, Selasa (21/7/2026).

AKP Adhy menyebut, bahwa saat ini, G.M. beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Seruyan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

"Kami masih mendalami asal-usul barang haram tersebut serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredarannya," tandasnya. (gan/jp). 

Cegah Karhutla, Kapolsek Dusun Tengah Imbau Masyarakat Tidak Bakar Hutan dan Lahan

TAMIANG LAYANG- Kepolisian Sektor (Polsek) Dusun Tengah, Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah, mengeluarkannya imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mengantisipasi dan menekan potensi bencana kebakaran di wilayah hukum setempat.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, menyampaikan bahwa tindakan pembakaran hutan secara sengaja dapat menimbulkan dampak buruk yang luas. 

"Selain merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati, bencana kabut asap yang dihasilkan juga mengancam kesehatan serta aktivitas perekonomian masyarakat," ujarnya, Selasa (21/7/2026). 

IPTU Stefanus menegaskan, bahwa aparat kepolisian tidak akan segan-segan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan. Penegakan hukum akan diberlakukan secara objektif demi memberikan efek jera serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Pihak kepolisian menggarisbawahi bahwa setiap pelaku yang terbukti sengaja membakar hutan akan dijerat dengan sanksi pidana berat sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Aturan hukum tersebut menjadi acuan dasar kepolisian dalam menindak para pelanggar.

Berdasarkan ketentuan Pasal 78 Ayat 3 UU RI Nomor 41 Tahun 1999, barang siapa yang dengan sengaja membakar hutan diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain sanksi kurungan fisik, para pelaku juga terancam denda maksimal hingga Rp5 miliar.

Melalui imbauan ini, IPTU Stefanus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla. 

"Kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, hijau, serta bebas dari bencana asap," tandasnya. (zi/jp).

Polres Bartim Gelar Apel Aman Nusa II, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

TAMIANG LAYANG- Polres Barito Timur melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat pada puncak musim kemarau. Apel dilaksanakan di halaman Mapolres Barito Timur, Selasa (21/7/2026).

Apel dipimpin Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso dan diikuti personel Polres Barito Timur. Hadir pula Wakapolres, para pejabat utama (PJU), serta para kapolsek jajaran.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan yang dibacakan Kapolres, ditegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena potensi karhutla diperkirakan meningkat selama Juli hingga Agustus 2026.

"Apel gelar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen, kesiapan, dan tanggung jawab dalam menghadapi ancaman karhutla. Personel, sarana prasarana, serta sistem koordinasi antarinstansi harus siap digerakkan setiap saat," kata Eddy.

Ia menyebut Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi. Dominasi kawasan hutan dan lahan gambut, cuaca panas, minimnya curah hujan, serta masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi faktor utama meningkatnya risiko kebakaran.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga pelayanan publik akibat kabut asap.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026, sehingga potensi munculnya titik api di berbagai wilayah diprediksi meningkat.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat hingga 19 Juli 2026 telah terjadi 563 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 852,58 hektare. Dari jumlah tersebut, 229 kejadian atau sekitar 41 persen terjadi sepanjang Juli dengan luas lahan terbakar 378,72 hektare atau sekitar 44 persen dari total luasan kebakaran.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Kalimantan Tengah menggelar Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 selama 14 hari. Operasi ini mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla.

Operasi dipusatkan di enam satuan kewilayahan, yakni Polda Kalimantan Tengah, Polresta Palangka Raya, Polres Pulang Pisau, Polres Kapuas, Polres Kotawaringin Timur, dan Polres Kotawaringin Barat dengan kekuatan 650 personel. Sementara itu, polres lainnya melaksanakan kegiatan imbangan sesuai tingkat kerawanan di wilayah masing-masing.

Kapolres juga menginstruksikan enam langkah strategis kepada seluruh personel, yakni memastikan kesiapan personel dan peralatan, memperkuat koordinasi lintas instansi, mengoptimalkan patroli terpadu dan deteksi dini titik panas, menegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, memanfaatkan teknologi pemantauan hotspot, serta mengutamakan keselamatan personel selama bertugas.

"Keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari keberhasilan mencegah munculnya titik api melalui edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kita harus bekerja bersama, bergerak cepat, bertindak tepat, dan terus memperkuat sinergi demi mewujudkan Kalimantan Tengah bebas dari ancaman karhutla," tegasnya. (zi/jp). 

Senin, 20 Juli 2026

Pemkab Kapuas Lepas AKBP Gede Eka, Sambut Kapolres Baru AKBP Rina Perwitasari

KUALA KAPUAS- Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar malam ramah tamah dan kenal pamit Kapolres Kapuas sebagai bentuk apresiasi kepada AKBP Gede Eka Yudharma sekaligus menyambut pejabat baru, AKBP Rina Perwitasari. Kegiatan berlangsung di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Senin (20/7/2026) malam, dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Acara dihadiri Wakil Bupati Kapuas, Dodo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Hj Siti Saniah Wiyatno, Ketua GOW Hertitati Dodo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Silvya Veronita Usis I. Sangkai, pimpinan BUMN/BUMD, perbankan, kepala perangkat daerah, jajaran Polres Kapuas, para kapolsek, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dalam sambutan perpisahannya, AKBP Gede Eka Yudharma menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kapuas, Forkopimda, dan masyarakat selama menjalankan tugas sebagai Kapolres Kapuas selama satu tahun enam bulan. Ia juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat kekurangan, sekaligus memohon doa restu untuk mengemban amanah baru sebagai Wadir Intelkam Polda Bali.

"Terima kasih atas kerja sama dan sinergitas yang luar biasa dari Pemkab Kapuas, Forkopimda, serta seluruh masyarakat. Kami beserta keluarga memohon maaf apabila ada tutur kata maupun perbuatan yang kurang berkenan, dan kami berharap tali silaturahmi tetap terus terjalin," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kapuas yang baru, AKBP Rina Perwitasari, menyatakan komitmennya melanjutkan program-program positif yang telah dibangun pendahulunya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kapuas.

"Izinkan kami beserta keluarga bergabung dan diterima menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Kapuas. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang terbuka bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat, kita siap bekerja bersama mewujudkan Kapuas yang aman dan amanah," katanya.

Sementara itu, Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno, melalui Wakil Bupati Dodo, menyampaikan penghargaan atas dedikasi AKBP Gede Eka Yudharma dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Kapuas. Ia juga menyambut kehadiran AKBP Rina Perwitasari dan berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, serta Forkopimda semakin kuat.

"Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak AKBP Gede Eka Yudharma. Kepada Ibu AKBP Rina Perwitasari, selamat datang di Kabupaten Kapuas. Kami meyakini sinergi antara Polri, Pemkab Kapuas, dan Forkopimda akan semakin solid dalam mewujudkan Kapuas yang Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman, dan Religius (BERSINAR)," tuturnya.

Malam kenal pamit tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dan Polres Kapuas dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (fah/hru/jp). 

Pemkab Barito Utara Gelar Salat Hajat dan Doa Bersama di HUT ke-55 Bupati H Shalahuddin

MUARA TEWEH- Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar salat hajat dan doa bersama di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, Senin (20/7/2026) malam. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian salat hajat dan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas nikmat kesehatan, usia, serta amanah yang diberikan Allah SWT. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin mengajak seluruh yang hadir untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur, memohon ampunan, dan berdoa agar setiap langkah yang dijalankan mendapat petunjuk serta keberkahan dari Allah SWT.

"Semoga selalu diberikan kebahagiaan, keselamatan dan kemuliaan di dunia maupun di akhirat. Ujung doa kita, kiranya nanti pada saat kita menutup usia, menutup mata kita dalam keadaan husnul khatimah, Aamiin,” ujar Bupati H Shalahuddin.

Dalam doa bersama itu, Bupati juga memohon agar senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang yang penuh keberkahan, rezeki yang berlimpah, serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Ia turut mendoakan agar seluruh ikhtiar Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam membangun daerah diberikan kelancaran dan mendapat ridha Allah SWT.

Selain itu, Bupati berharap generasi penerus Kabupaten Barito Utara dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, sukses, serta memiliki nilai-nilai keimanan yang kuat.

Ia menilai kegiatan keagamaan seperti salat hajat dan doa bersama memiliki makna penting sebagai sarana memperkuat kebersamaan, mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan beserta istri, Sekretaris Daerah Barito Utara Muhlis beserta istri, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tamu undangan lainnya. (emca/jp). 

WTP 11 Kali Jadi Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Baik, Bupati Shalahuddin Arahkan APBD 2025 untuk Kesejahteraan Warga Barito Utara

MUARA TEWEH- Kabupaten Barito Utara kembali mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Barito Utara berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk ke-11 kalinya atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III Tahun 2026 DPRD Kabupaten Barito Utara dengan agenda penyampaian Jawaban Bupati terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (20/7/2026).

Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Barito Utara itu dihadiri Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), kepala perangkat daerah, serta undangan terkait lainnya.

Dalam jawabannya, Bupati H Shalahuddin menyampaikan apresiasi terhadap pandangan, masukan, dan saran dari seluruh fraksi DPRD. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kebijakan pembangunan dan penyempurnaan pengelolaan APBD ke depan.

"Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi, saran, masukan, serta dukungannya," kata H Shalahuddin.

Menanggapi dorongan DPRD agar pemerintah daerah lebih fokus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui strategi yang tepat sasaran.

Ia mengatakan, peningkatan pendapatan daerah akan diarahkan untuk mendukung program-program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur di kecamatan dan desa, serta peningkatan kualitas layanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan.

"Kami menyambut baik saran dimaksud dan pada saat pembahasan nanti kami siap bersinergi," ujarnya.

Bupati H Shalahuddin menegaskan, arah kebijakan APBD Tahun Anggaran 2025 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang berkualitas dan berkeadilan dengan memperkuat kemandirian fiskal, meningkatkan PAD, memperkuat ketahanan pangan, serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau dan distribusi yang merata.

Selain itu, Bupati juga berkomitmen mempercepat penyelesaian revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat saat ini.

"Harapannya, pembangunan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemandirian daerah, serta memastikan pelayanan publik berjalan lebih optimal," jelas Bupati.

Terkait raihan WTP ke-11, Bupati H Shalahuddin menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang semakin transparan dan akuntabel.

"Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan predikat tertinggi yang diberikan oleh BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah. Capaian WTP yang kita raih untuk ke-11 kalinya, termasuk Tahun Anggaran 2025, menunjukkan semakin baiknya kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah," tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Bupati juha menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan memastikan setiap kebijakan anggaran memberikan dampak nyata bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. (emca/jp). 

Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran, Bupati Barito Utara Tinjau Langsung Progres RSUD Muara Teweh

MUARA TEWEH- Bupati Barito Utara, H Shalahuddin memastikan pembangunan dan peningkatan fasilitas RSUD Muara Teweh berjalan sesuai target. 

Hal itu saat Bupati H Shalahuddin melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wakil Bupati Felix Soenadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Muhlis, Senin (20/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung perkembangan pembangunan infrastruktur rumah sakit sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal selama proses pekerjaan berlangsung.

Didampingi Direktur RSUD Muara Teweh, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah area pembangunan, di antaranya gedung pelayanan, ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Bupati H Shalahuddin menegaskan, pembangunan RSUD Muara Teweh menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Barito Utara.

"Tujuan kita sidak hari ini adalah memastikan pembangunan RSUD berjalan sesuai target, mutu tetap terjaga, dan selesai tepat waktu. Semua ini untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan terbaik bagi pasien serta masyarakat Barito Utara,” kata H Shalahuddin.

Ia meminta pihak pelaksana pembangunan dan manajemen RSUD terus memperkuat koordinasi serta mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas dan standar yang telah ditetapkan.

"RSUD ini adalah wajah pelayanan kesehatan kita. Pekerjaan harus dipacu, tetapi tetap dilakukan secara rapi, berkualitas, dan sesuai standar. Jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih baik,” tegasnya.

Wakil Bupati Felix Soenadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Muhlis turut menekankan pentingnya pengawasan secara intensif terhadap seluruh tahapan pembangunan. Pengendalian pekerjaan dinilai perlu dilakukan agar pelaksanaan tetap berada pada jalur perencanaan, baik dari sisi waktu, mutu, maupun hasil akhir.

Pihaknya berkomitmen menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan daerah dalam mewujudkan visi “Barito Utara Maju, Masyarakat Sejahtera”.

Dengan peningkatan sarana dan prasarana RSUD Muara Teweh, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin cepat, nyaman, dan berkualitas. (emca/jp). 

Hotman Paris Minta Maaf Usai Bentak Wartawan, Akui Terpancing Emosi Saat Konferensi Pers Kasus Febrie Adriansyah

JAKARTA- Pengacara Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan organisasi profesi pers setelah pernyataannya dalam konferensi pers kasus dugaan korupsi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menuai kritik.

Permintaan maaf itu disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin (20/7/2026). Ia mengakui ucapannya kepada seorang wartawan saat konferensi pers merupakan bentuk luapan emosi.

"Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan, 'Lo punya otak enggak sih?'," ujar Hotman.

Hotman menjelaskan, pernyataan tersebut muncul setelah dirinya mendapat sejumlah pertanyaan berturut-turut dari wartawan mengenai dugaan adanya hidden agenda atau agenda tersembunyi dalam perkara tersebut.

Menurut dia, saat itu dirinya telah menjawab tidak mengetahui dan tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan hal tersebut. Namun, pertanyaan lanjutan yang disampaikan wartawan membuat dirinya kehilangan kendali emosi.

"Saya sudah bolak-balik mengatakan saya tidak tahu. Akhirnya saya jawab, 'Kamu punya otak enggak sih?'. Maksudnya, saya sudah menjawab tadi saya tidak tahu karena saya tidak mungkin bertanya apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum," katanya.

Meski mengakui terpancing emosi, Hotman menegaskan tidak bermaksud menghina atau merendahkan profesi wartawan.

"Terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama-sama emosional, tetap saya menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan tersebut dan kepada seluruh organisasi wartawan di Indonesia karena selama ini saya juga sangat dekat dengan semua wartawan," ujarnya.

Hotman juga menyatakan hubungannya dengan insan pers selama ini berjalan baik dan tidak pernah memiliki niat merendahkan tugas jurnalistik.

Ucapan Hotman tersebut terjadi saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jum'at (17/7/2026), ketika ia memberikan keterangan sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah yang telah berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi.

Dalam konferensi pers itu, Hotman melontarkan sejumlah pernyataan yang dinilai sejumlah pihak tidak pantas terhadap wartawan, mulai dari mempertanyakan kemampuan berpikir wartawan, meminta wartawan berhenti berbicara (shut up), hingga menyebut wartawan pengecut apabila tidak berani mengajukan pertanyaan kepada Mabes Polri.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari sejumlah organisasi profesi wartawan, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum), Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Organisasi profesi tersebut menilai pernyataan Hotman tidak mencerminkan sikap profesional dan berpotensi merendahkan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan wartawan memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan sebagai bagian dari fungsi jurnalistik dalam memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi.

"Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," ujar Akhmad Munir di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Munir, seorang narasumber, termasuk advokat, tetap memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan. Namun, sikap tersebut harus disampaikan dengan cara yang menghormati etika komunikasi dan profesi jurnalistik.

Ia menegaskan, PWI tidak mempermasalahkan langkah hukum maupun pembelaan yang dilakukan Hotman sebagai kuasa hukum karena hal tersebut merupakan hak setiap advokat.

"PWI Pusat tidak sedang memasuki substansi perkara hukum yang sedang menjadi perhatian publik. Sikap kami murni untuk menjaga marwah profesi wartawan dan memastikan insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik secara bebas, profesional, dan bermartabat," tegasnya.

Munir menambahkan, advokat dan wartawan sama-sama memiliki peran penting dalam negara hukum dan demokrasi. Advokat menjalankan fungsi pembelaan hukum, sementara wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Karena itu, kedua profesi tersebut diharapkan dapat menjaga etika dan saling menghormati dalam setiap interaksi di ruang publik. (zi/jp). 

Bupati HSS Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Pelestari Lingkungan Melalui Ajang Pepelingasih

KANDANGAN- Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syafrudin Noor, mendorong generasi muda untuk menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui ajang Pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih).

Hal itu disampaikan H Syafrudin Noor saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Pepelingasih yang berlangsung di Gedung Pramuka Kandangan, Senin (20/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HSS, Hj Mustaidah Syafrudin Noor.

Turut hadir Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten HSS, Hj Misnawati Suriani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten HSS, Staf Ahli TP PKK Kabupaten HSS, para kepala organisasi perangkat daerah terkait, dewan juri, jajaran TP PKK, GOW, Dharma Wanita Persatuan, orang tua peserta, siswa-siswi, serta tamu undangan lainnya.

Bupati H Syafrudin Noor juga mengapresiasi pelaksanaan ajang Pepelingasih sebagai wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, para finalis yang berhasil mencapai tahap grand final telah menunjukkan kemampuan, kepedulian, dan komitmen dalam mendukung upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Keberhasilan para finalis hingga tahap ini merupakan hasil dari proses yang panjang. Hal tersebut menunjukkan adanya kemampuan, kepedulian, dan komitmen untuk menjadi bagian dari generasi muda yang membawa perubahan positif bagi masyarakat," ujar Bupati H Syafrudin Noor. 

Ia menegaskan, predikat sebagai Duta Pepelingasih bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga amanah untuk terus mengedukasi dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan serta mencintai lingkungan.

"Saya percaya, anak-anak muda memiliki semangat, kreativitas, dan kemampuan untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan," katanya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh finalis agar semangat kepedulian lingkungan yang ditunjukkan selama mengikuti kompetisi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Teruslah berkarya, teruslah mengajak masyarakat, dan jangan pernah lelah menjadi contoh yang baik," pesannya.

Kepada peserta yang nantinya terpilih mewakili Kabupaten HSS pada ajang selanjutnya, Bupati berharap mampu membawa nama baik daerah dengan menunjukkan karakter pemuda HSS yang cerdas, peduli lingkungan, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen menjaga kelestarian alam.

Bupati mengajak masyarakat untuk melakukan langkah nyata dalam menjaga lingkungan, salah satunya dengan membiasakan menanam pohon, terutama pohon yang menghasilkan buah dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Melalui ajang Pepelingasih, Pemerintah Kabupaten HSS berharap semakin banyak generasi muda yang tampil sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang asri, bersih, dan berkelanjutan. (ari/jp). 

Wakili Bupati Barito Timur, Asisten I Hadiri Puncak Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan

KASONGAN- Bupati Barito Timur, M. Yamin diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Katingan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DR Kasongan, Senin (20/7/2026). Kehadiran tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam memperkuat hubungan antardaerah di Kalimantan Tengah.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Edy Pratowo, Bupati dan Wakil Bupati Katingan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Katingan, para kepala daerah, Sekda Katingan, para asisten setda, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta ratusan masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Semangat Penyang Hinje Simpei Huang Betang Huma Itah", yang mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong sebagai landasan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ari Panan Putut Lelu menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-24 Kabupaten Katingan. Ia berharap, momentum tersebut menjadi pemacu semangat bagi Pemerintah Kabupaten Katingan untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ari juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan kolaborasi antarpemerintah daerah di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kerja sama yang harmonis akan memperkuat upaya percepatan pembangunan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong kemajuan daerah secara bersama-sama.

Melalui momentum tersebut, diharapkan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (zi/jp). 

Ketua DK PWI Kalteng Respons Permintaan Maaf Hotman Paris, Kemerdekaan Pers Harus Dijaga dengan Komunikasi yang Bermartabat

PALANGKA RAYA- Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalteng, Ririen Binti, menyampaikan apresiasi atas permintaan maaf terbuka yang telah disampaikan Hotman kepada insan pers dan organisasi wartawan di Indonesia. Meski demikian, Ririen menilai insiden itu perlu menjadi pembelajaran bersama agar tidak kembali terulang.

Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers, Hotman Paris melontarkan ucapan kepada seorang wartawan, "Lu punya otak nggak? Jawab dulu," yang kemudian menuai kritik dari berbagai kalangan karena dinilai merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Dalam tanggapan tertulisnya, Ririen, menyatakan bahwa permintaan maaf merupakan sikap yang patut diapresiasi. Namun, menurutnya, hubungan antara narasumber dan wartawan harus tetap dibangun di atas prinsip saling menghormati serta menghargai fungsi masing-masing dalam kehidupan demokrasi.

Ia mengingatkan, bahwa berdasarkan Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers nasional memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan maupun informasi. Karena itu, pertanyaan yang diajukan wartawan dalam konferensi pers merupakan bagian dari pelaksanaan tugas jurnalistik untuk memenuhi hak publik memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta.

Selain itu, Ririen, menegaskan bahwa Pasal 8 Undang-Undang Pers memberikan perlindungan hukum kepada wartawan dalam menjalankan profesinya. Menurutnya, penggunaan kata-kata yang merendahkan atau intimidasi verbal terhadap wartawan di ruang publik berpotensi mencederai kemerdekaan pers yang dijamin undang-undang.

Ia juga mengutip Kode Etik Jurnalistik yang mewajibkan wartawan bersikap independen, menguji informasi, serta menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan tanpa itikad buruk. Oleh karena itu, upaya wartawan meminta konfirmasi kepada narasumber merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan bukan bentuk serangan pribadi.

Ririen juga menyampaikan tiga harapan kepada Hotman Paris. Pertama, sebagai advokat senior, Hotman diharapkan lebih mengedepankan argumentasi hukum yang berbasis data dan bersifat edukatif saat menjawab pertanyaan media. Kedua, membangun komunikasi yang santun dan profesional dalam setiap wawancara maupun konferensi pers, termasuk menyampaikan penolakan secara rasional apabila terdapat pertanyaan yang tidak dapat dijawab. Ketiga, memperkuat hubungan saling menghormati antara profesi advokat dan pers sebagai dua elemen penting dalam menjaga penegakan hukum dan demokrasi.

Menutup pernyataannya, Ririen kembali menyampaikan apresiasi atas klarifikasi dan permintaan maaf yang telah disampaikan Hotman Paris. Ia berharap momentum tersebut menjadi awal terbangunnya komunikasi yang lebih profesional, saling menghormati, dan bermartabat antara narasumber dengan insan pers demi menjaga kemerdekaan pers dan kepentingan publik atas informasi. (zi/jp). 

Bhabinkamtibmas Polsek Dusun Tengah Tanamkan Disiplin dan Keselamatan Berlalu Lintas kepada Pelajar SMAN 1 Raren Batuah

TAMIANG LAYANG- Bhabinkamtibmas Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur, menjadi pembina upacara bendera di SMAN 1 Raren Batuah, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun karakter pelajar yang disiplin, taat hukum, dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.

Upacara tersebut dipimpin Bhabinkamtibmas Bripda I Wayan Janardana dan diikuti kepala sekolah, dewan guru, staf, serta seluruh siswa.

Dalam amanatnya, Bripda I Wayan Janardana menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam meraih prestasi dan membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab. Ia mengajak para pelajar untuk menerapkan sikap disiplin, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Selain itu, para siswa mendapat edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Mereka diingatkan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara, serta tidak mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, Bripda I Wayan Janardana juga mengingatkan siswa agar menjauhi perundungan (bullying), kenakalan remaja, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, sikap saling menghormati, menjaga pergaulan yang sehat, dan tidak mudah terpengaruh informasi provokatif maupun hoaks merupakan bagian dari karakter pelajar yang baik.

Usai upacara, Bhabinkamtibmas melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan dewan guru terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah diharapkan terus diperkuat melalui pembinaan disiplin, keselamatan berlalu lintas, serta pencegahan kenakalan remaja.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kegiatan pembinaan di sekolah merupakan bentuk sinergi Polri dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter.

"Melalui kegiatan pembina upacara ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta meningkatkan kesadaran para pelajar akan pentingnya tertib berlalu lintas, menjauhi bullying, dan menghindari kenakalan remaja. Kami berharap para siswa menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta menjadi pelopor keselamatan dan keamanan di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar IPTU Stefanus Rantealo.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah sebagai wujud sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam membangun karakter, moral, serta kesadaran hukum di kalangan pelajar. (zi/jp). 

Wabup HSS Lantik 13 Kepala Puskesmas, Tekankan Pelayanan Cepat, Tepat, Ramah, dan Inovatif

KANDANGAN- Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Suriani melantik dan mengambil sumpah jabatan 13 Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten HSS, Senin (20/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Utama Pendopo Bupati HSS tersebut diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Bupati HSS, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan yang disaksikan para pejabat daerah.

Dalam sambutan tertulis Bupati HSS yang dibacakan Wakil Bupati, H Suriani, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, ramah, dan mudah diakses masyarakat.

"Utamakan pelayanan yang mudah dan jangan dipersulit. Teruslah berinovasi agar pelayanan kesehatan tidak stagnan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Ia juga mengingatkan para kepala puskesmas agar tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi aktif turun ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat serta mengawal berbagai program prioritas pemerintah daerah.

Beberapa agenda yang menjadi fokus utama, lanjutnya, meliputi percepatan penurunan angka stunting, penekanan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA), peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan, serta penguatan layanan kesehatan dasar di seluruh wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Secara khusus, Wakil Bupati meminta seluruh jajaran puskesmas memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan tanpa diskriminasi kepada seluruh masyarakat.

"Pelantikan ini bertujuan untuk penyegaran organisasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan. Saya minta seluruh petugas melayani masyarakat tanpa pilih kasih, di mana pun mereka berada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan," ujarnya.

Adapun 13 pejabat yang dilantik masing-masing Muhammad Pauzi sebagai Kepala Puskesmas Kandangan, dr. Dewi Sartika Sari (Angkinang), Henny Mulyani (Telaga Langsat), Ashabul Yamin (Jambu Hilir), Syamsudin Mairi (Kaliring), Laila Latipah (Batang Kulur), drg. Priyandi Wirawan (Sungai Raya), dr. Erdania Devianti (Kalumpang), Yunus (Sungai Pinang), Husairi Abdi (Bajayau), Basuki Rahmad (Simpur), Muhammad Abdus (Negara), dan Ade Ciptadi Ramadani (Pasungkan).

Pelantikan turut disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten HSS, H Muhammad Noor, Kepala Kantor Kementerian Agama HSS, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (ari/jp). 

Anggota DPRD Kalsel Ajak Masyarakat Dayak Deah Tabalong Perkuat Semangat Persatuan Lewat Nilai Pancasila

TANJUNG- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Nor Fajri, mengajak masyarakat Dayak Deah untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan memperkuat persatuan di tengah keberagaman. 

Ajakan tersebut disampaikan saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila bertema "Pancasila dan Semangat Persatuan" di Balai Adat Dayak Deah, Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Tabalong, Senin (20/7/2026).

Kegiatan diikuti masyarakat Desa Liyu yang mayoritas berasal dari suku Dayak Deah. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai perekat persatuan bangsa.

Dalam pemaparannya, Nor Fajri menilai masyarakat Dayak Deah telah lama mempraktikkan nilai-nilai Pancasila melalui budaya gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

"Budaya Dayak Deah merupakan kekayaan bangsa yang patut kita jaga bersama. Semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan yang dimiliki masyarakat di sini sangat selaras dengan nilai sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Karena itu, budaya dan Pancasila merupakan dua pilar yang saling menguatkan dalam menjaga keutuhan bangsa," ujarnya.

Menurut Nor Fajri, tantangan di era digital menuntut masyarakat semakin bijak dalam menyikapi perbedaan. Karena itu, Pancasila harus terus dijadikan pedoman agar keberagaman menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

"Kita boleh berbeda suku, adat, dan budaya, tetapi kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat dengan semangat persatuan," katanya.

Sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Nuansa budaya lokal yang mewarnai kegiatan membuat penyampaian materi kebangsaan lebih mudah diterima dan relevan dengan kehidupan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, Nor Fajri berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila semakin kuat dan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, sejalan dengan upaya melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas sekaligus kekuatan bangsa. (sar/ali/jp). 

Ketua DPRD Barito Timur Dorong 212 PNS Baru Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

TAMIANG LAYANG- Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur, Nursulistio, meminta 212 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan agar mampu menjadi motor penggerak peningkatan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur.

Hal itu disampaikan Nursulistio usai menghadiri penyerahan SK pengangkatan ratusan PNS di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang, Senin (20/7/2026). Sebanyak 212 PNS dari berbagai formasi resmi menerima SK sebagai tanda dimulainya tugas mereka sebagai aparatur negara.

Nursulistio menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para PNS yang telah berhasil melewati tahapan seleksi hingga resmi menjadi bagian dari birokrasi pemerintahan.

"Ini merupakan anugerah sekaligus kehormatan, tetapi juga tanggung jawab yang besar. Setelah menjadi aparatur negara, ada kewajiban untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat Kabupaten Barito Timur," ujar Nursulistio.

Menurutnya, menjadi ASN merupakan impian banyak orang sehingga kesempatan tersebut harus disyukuri dengan menunjukkan kinerja, disiplin, dan tanggung jawab sesuai aturan serta tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Ia menilai para PNS yang menerima SK merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah melalui proses seleksi. Dengan usia yang relatif muda dan semangat kerja yang tinggi, mereka diharapkan mampu membawa inovasi serta memberikan energi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Kami berharap mereka dapat bersinergi dengan aparatur yang sudah ada, menghadirkan gagasan kreatif, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin cepat, mudah, dan maksimal bagi masyarakat," katanya.

Nursulistio juga mengingatkan bahwa setiap ASN harus memahami kewajiban dan aturan yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas di masing-masing satuan kerja.

Ia berharap kehadiran aparatur baru tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah.

"Semoga dengan bertambahnya aparatur baru ini, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan Kabupaten Barito Timur semakin maju, sejahtera, serta berkembang," tuturnya.

Ia menambahkan, status sebagai ASN merupakan kepercayaan yang harus dibuktikan melalui dedikasi, integritas, dan pengabdian nyata kepada masyarakat serta daerah. (zi/jp).

Cegah Peredaran Narkoba dari Desa, Satresnarkoba Polres Kapuas Bekali Warga Bandar Raya Pemahaman Hukum

KUALA KAPUAS- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika melalui penyuluhan kepada masyarakat Desa Bandar Raya, Kecamatan Tamban Catur, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bandar Raya itu dipimpin KBO Satresnarkoba Polres Kapuas bersama personel Satresnarkoba. Penyuluhan difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkotika, dampak penyalahgunaannya, serta konsekuensi hukum bagi para pelaku tindak pidana narkotika.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai jenis narkotika beserta dampak buruknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda. Petugas juga menjelaskan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tindak pidana narkotika, termasuk ancaman pidana bagi pengguna, pengedar, kurir, maupun bandar.

Selain meningkatkan literasi hukum, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh narkoba, berani menolak ajakan penyalahgunaan narkotika, serta aktif melaporkan dugaan peredaran narkoba kepada aparat penegak hukum.

Kasat Resnarkoba Polres Kapuas, AKP Budi Utomo, menegaskan bahwa penyuluhan merupakan langkah preventif yang terus dilakukan kepolisian untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat desa.

"Kami ingin masyarakat memahami bahwa perang melawan narkoba tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui penyuluhan ini, kami berharap warga semakin sadar akan bahaya narkotika, berani menolak penyalahgunaannya, dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya," ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Karena itu, Satresnarkoba Polres Kapuas akan terus mengintensifkan kegiatan edukasi sebagai bagian dari strategi pencegahan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba. (fah/jp). 

Pastikan Kesiapan Personel, Polres Tabalong Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Semester II 2026

TANJUNG- Polres Tabalong menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) Berkala Semester II Tahun 2026 untuk mengukur kebugaran sekaligus memastikan kesiapan fisik personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Kegiatan dilaksanakan di Halaman Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Senin (20/7/2026) pagi.

Tes diikuti seluruh personel Polres Tabalong bersama anggota dari polsek jajaran. Untuk menyesuaikan kemampuan fisik peserta, pelaksanaan dibagi menjadi empat kelompok usia, yakni 18–30 tahun, 31–40 tahun, 41–50 tahun, dan 51–58 tahun.

Kegiatan yang dikoordinasikan Bagian SDM Polres Tabalong itu meliputi lari selama 12 menit, push up, sit up, pull up, dan shuttle run. Sebelum mengikuti tes, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai langkah antisipasi guna menjamin keamanan selama pelaksanaan.

Tes Kesamaptaan Jasmani merupakan program pembinaan rutin yang dilaksanakan setiap semester untuk mengevaluasi tingkat kebugaran personel. Hasil tes menjadi salah satu indikator kesiapan fisik anggota dalam menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, menegaskan bahwa kebugaran jasmani menjadi modal utama setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas.

"Tes Kesamaptaan Jasmani ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sarana untuk mengukur kondisi fisik personel agar selalu siap melaksanakan tugas secara optimal. Kami berharap seluruh personel terus menjaga kesehatan, disiplin berolahraga, dan menerapkan pola hidup sehat sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar IPTU Heri Siswoyo.

Ia menambahkan, Polres Tabalong berkomitmen melaksanakan pembinaan fisik secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk sumber daya manusia Polri yang sehat, profesional, unggul, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan. (fah/jp). 

DPK Barito Timur Tetapkan SDN 3 Tamiang Layang Wakili Daerah pada Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi

TAMIANG LAYANG- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur resmi menetapkan SDN 3 Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, sebagai pemenang Pemilihan Perpustakaan Terbaik Tingkat Sekolah Dasar Tahun 2026. Penetapan tersebut diumumkan pada Senin (20/7/2026) setelah seluruh tahapan seleksi selesai dilaksanakan.

Pemilihan perpustakaan terbaik yang diselenggarakan DPK Kabupaten Barito Timur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sebagai pusat belajar yang inovatif.

Proses seleksi berlangsung selama 10 hari melalui penilaian administrasi, presentasi inovasi, serta visitasi lapangan. Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh komponen yang telah ditetapkan dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang dipaparkan oleh Ana Ristayati, S.Sos.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur, Ari Panan Putut Lelu, melalui Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca yang juga Plt. Sekretaris DPK Kabupaten Barito Timur, Ernawaty, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi DPK dalam membangun budaya gemar membaca sejak usia dini.

"Pemilihan perpustakaan terbaik bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Penilaian tidak hanya melihat koleksi buku, tetapi juga inovasi, kreativitas pengelola, keterlibatan siswa, serta manfaat perpustakaan bagi seluruh warga sekolah," ujar Ernawaty.

Atas hasil tersebut, SDN 3 Tamiang Layang akan mewakili Kabupaten Barito Timur pada Pemilihan Perpustakaan Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala SDN 3 Tamiang Layang, Salikurnima, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan DPK Kabupaten Barito Timur.

"Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga komite sekolah. Melalui inovasi Pojok Baca dan pelaksanaan Hari Literasi dengan kegiatan wajib membaca di perpustakaan, kami berupaya menumbuhkan minat baca peserta didik," katanya.

Selain menerima piala dan piagam penghargaan, pemenang juga memperoleh bantuan pengembangan koleksi buku sistem pinjam pakai dari DPK Kabupaten Barito Timur sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan sekolah.

Kegiatan ini sejalan dengan program pengembangan perpustakaan daerah dan dukungan terhadap kebijakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). 

Melalui kegiatan tersebut, DPK Kabupaten Barito Timur berharap semakin banyak sekolah yang menghadirkan perpustakaan sebagai pusat literasi, pembelajaran, dan inovasi di lingkungan pendidikan.

Kegiatan pengumuman hasil pemilihan dihadiri kepala sekolah, kepala perpustakaan sekolah, guru, pengelola perpustakaan SDN 3 Tamiang Layang, perwakilan siswa, serta jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur. (zi/jp). 

Polsubsektor Paku Polsek Dusun Tengah Panen 12 Ton Jagung, Perkuat Dukungan terhadap Program Swasembada Pangan

TAMIANG LAYANG- Polsubsektor Paku, Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur menggelar panen raya jagung di lahan pertanian seluas sekitar 3 hektare di Desa Kalamus, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Panen raya dilaksanakan di lahan milik Kucang dan menghasilkan sekitar 12 ton jagung tongkol atau belum dipipil. Hasil tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Barito Timur sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus hadir mendukung masyarakat, khususnya para petani, sehingga cita-cita mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional dapat tercapai sesuai arahan Bapak Presiden," ujarnya.

Ia menambahkan, Polsek Dusun Tengah melalui Polsubsektor Paku akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas yang bersinergi bersama pemerintah desa, kelompok tani, dan instansi terkait guna meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Panen raya dipimpin Kapolsubsektor Paku, IPTU Edi Sutrisno bersama personel Polsubsektor Paku, perangkat Desa Kalamus, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Paku.

Dalam kesempatan itu, IPTU Edi Sutrisno, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kalamus dan PPL Kecamatan Paku atas sinergi yang terjalin sehingga panen raya dapat berlangsung lancar dan memberikan hasil yang optimal.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Barito Timur berharap kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat guna meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. (zi/jp).
 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes